Politik

    KPU Samarinda Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, Ada Perbedaan Teknis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 14:13 WITA

    Pemungutan suara dalam rangka persiapan pemilihan kepala daerah serentak 2024. Dalam pelaksanaannya dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso di Education Center SMA 10 Samarinda, pada Sabtu (16/11/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menggelar simulasi pemungutan suara dengan satu pasangan calon (Paslon) dalam rangka persiapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda pada 27 November 2024. 

    Simulasi ini dilaksanakan di Education Center SMA Negeri 10 Samarinda, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Sabtu (16/11/2024). 

    Simulasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu serentak 2024.

    Acara ini turut dihadiri oleh Plt Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang memberikan apresiasi terhadap persiapan penyelenggaraan Pemilihan serentak. 

    Menurutnya, meski Pemilu adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, tapi pelaksanaan pemilihan kali ini diharapkan dapat berjalan lebih berkualitas. 

    "Ini sebagai wujud komitmen penyelenggara Pemilu untuk menyelenggarakan Pilkada dengan lebih baik. Tentu, saya mengapresiasi langkah KPU dalam meningkatkan kualitas Pemilu ini," ujar Rusmadi.

    Ia mengatakan Pemilu 2024 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemilu Indonesia, Pemilihan serentak akan digelar. Setelah pemilihan Presiden dan legislatif, dilanjutkan pemilihan kepala daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

    "Kita akan menyinkronkan periode pemilihan dari tingkat presiden hingga bupati/wali kota. Ini untuk memastikan kebijakan pembangunan berjalan secara linier antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota," tambahnya.

     

    Rusmadi juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu, khususnya di Kota Samarinda. 

    "Warga Kota Samarinda wajib menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai ada yang tidak memanfaatkan haknya, terutama anak muda yang harus berperan aktif dalam menentukan masa depan bangsa," tegasnya.

    Selain itu, Rusmadi mengapresiasi perbaikan dalam penyelenggaraan Pemilu, yang terlihat dari formasi saksi di TPS yang kini lebih baik dibandingkan tahun lalu. 

    "Formasi saksi kini lebih efisien, dengan posisi yang lebih strategis, menghadap langsung ke penyelenggara dan TPS. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga semakin baik, bahkan ada kotak suara khusus untuk mereka," ungkapnya.

    Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Arif Rakhman, mengungkapkan bahwa simulasi ini melibatkan pemilih yang berasal dari masyarakat sekitar dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 581 orang. 

    "Awalnya, simulasi ini direncanakan digelar di Pampang, namun karena ada kegiatan lain di sana, kami memindahkannya ke lokasi ini di Samarinda Utara," kata Arif.

    Ia menambahkan, simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara yang benar.

    “Bagaimana kita juga mempersiapkan petugas TPS dalam menghadapi hari pemungutan suara yang sesungguhnya,” tutupnya.

    (Sf/By)

    Politik

    KPU Samarinda Gelar Simulasi Pemungutan Suara Pilkada 2024, Ada Perbedaan Teknis

    Penulis:Maulana|Redaktur:Buniyamin
    16 November 2024 pukul 14:13 WITA

    Pemungutan suara dalam rangka persiapan pemilihan kepala daerah serentak 2024. Dalam pelaksanaannya dihadiri langsung oleh Plt Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso di Education Center SMA 10 Samarinda, pada Sabtu (16/11/2024). (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda menggelar simulasi pemungutan suara dengan satu pasangan calon (Paslon) dalam rangka persiapan Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda pada 27 November 2024. 

    Simulasi ini dilaksanakan di Education Center SMA Negeri 10 Samarinda, Jalan PM Noor, Kelurahan Sempaja Timur, Sabtu (16/11/2024). 

    Simulasi ini bertujuan untuk memastikan kesiapan berbagai pihak dalam menghadapi pelaksanaan Pemilu serentak 2024.

    Acara ini turut dihadiri oleh Plt Wali Kota Samarinda, Rusmadi Wongso yang memberikan apresiasi terhadap persiapan penyelenggaraan Pemilihan serentak. 

    Menurutnya, meski Pemilu adalah kegiatan yang dilaksanakan setiap lima tahun sekali, tapi pelaksanaan pemilihan kali ini diharapkan dapat berjalan lebih berkualitas. 

    "Ini sebagai wujud komitmen penyelenggara Pemilu untuk menyelenggarakan Pilkada dengan lebih baik. Tentu, saya mengapresiasi langkah KPU dalam meningkatkan kualitas Pemilu ini," ujar Rusmadi.

    Ia mengatakan Pemilu 2024 menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya dalam sejarah Pemilu Indonesia, Pemilihan serentak akan digelar. Setelah pemilihan Presiden dan legislatif, dilanjutkan pemilihan kepala daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. 

    "Kita akan menyinkronkan periode pemilihan dari tingkat presiden hingga bupati/wali kota. Ini untuk memastikan kebijakan pembangunan berjalan secara linier antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota," tambahnya.

     

    Rusmadi juga mengingatkan pentingnya partisipasi masyarakat dalam Pemilu, khususnya di Kota Samarinda. 

    "Warga Kota Samarinda wajib menggunakan hak pilihnya. Jangan sampai ada yang tidak memanfaatkan haknya, terutama anak muda yang harus berperan aktif dalam menentukan masa depan bangsa," tegasnya.

    Selain itu, Rusmadi mengapresiasi perbaikan dalam penyelenggaraan Pemilu, yang terlihat dari formasi saksi di TPS yang kini lebih baik dibandingkan tahun lalu. 

    "Formasi saksi kini lebih efisien, dengan posisi yang lebih strategis, menghadap langsung ke penyelenggara dan TPS. Aksesibilitas bagi penyandang disabilitas juga semakin baik, bahkan ada kotak suara khusus untuk mereka," ungkapnya.

    Komisioner KPU Kota Samarinda Divisi Teknis Penyelenggaraan Pemilu, Arif Rakhman, mengungkapkan bahwa simulasi ini melibatkan pemilih yang berasal dari masyarakat sekitar dengan Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebanyak 581 orang. 

    "Awalnya, simulasi ini direncanakan digelar di Pampang, namun karena ada kegiatan lain di sana, kami memindahkannya ke lokasi ini di Samarinda Utara," kata Arif.

    Ia menambahkan, simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai tata cara pemungutan suara yang benar.

    “Bagaimana kita juga mempersiapkan petugas TPS dalam menghadapi hari pemungutan suara yang sesungguhnya,” tutupnya.

    (Sf/By)