Cari disini...
Politik
Komisioner KPU Samarinda, Yustiani. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisioner KPU Samarinda Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (SDM), Yustiani menyampaikan bahwa debat yang akan digelar nanti akan melibatkan dua TV Nasional dan satu TV lokal.
Dikarenakan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda hanya terdapat satu pasangan calon (paslon), Yustiani menyebutnya sebagai pendalaman visi misi.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyusun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang termasuk dalam kampanye yang difasilitasi oleh KPU. Rencananya akan dilangsungkan pada bulan November. Selain mencocokan jadwal dengan pihak TV, ia juga perlu mengatur jadwal dengan paslon.
"Debat ini insyaallah akan dilaksanakan di bulan November. Jika ada jadwal di akhir Oktober, kami akan melaksanakan kegiatan tersebut lebih awal," ungkap Yustiani.
Debat ini akan disiarkan di TV lokal yakni TVRI Kaltim, dan diharapkan berlangsung di Hotel Mercure pada tanggal 9 November. Untuk siaran nasional, KPU berencana bekerja sama dengan Metro TV dan Kompas TV, dengan koordinasi yang sedang dilakukan bersama pasangan calon (paslon).
Yustiani menjelaskan bahwa mekanisme debat akan melibatkan panelis dari tiga unsur: akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat. Debat akan fokus pada pendalaman visi dan misi paslon, dan masyarakat dapat menyaksikannya melalui televisi. Selain itu, KPU juga akan membuka layanan publik untuk menampung pertanyaan dari masyarakat.
"Mekanisme ini akan dibahas lebih lanjut oleh tim perumus," tambahnya.
Sementara itu, untuk tema debat masih dalam penyusunan oleh tim perumus, dan KPU berkomitmen ketika semua sudah rampung akan membagikan informasi lebih lanjut melalui media sosial menjelang acara.
Ia berharap masyarakat Samarinda dapat menyaksikan debat ini untuk memahami visi dan misi paslon, sehingga dapat membuat pilihan yang tepat saat pemungutan suara di TPS.
"Debat ini adalah bagian dari kampanye yang difasilitasi oleh KPU, dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Komisioner KPU Samarinda, Yustiani. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda - Komisioner KPU Samarinda Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumberdaya Manusia (SDM), Yustiani menyampaikan bahwa debat yang akan digelar nanti akan melibatkan dua TV Nasional dan satu TV lokal.
Dikarenakan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Samarinda hanya terdapat satu pasangan calon (paslon), Yustiani menyebutnya sebagai pendalaman visi misi.
Ia mengungkapkan bahwa pihaknya saat ini sedang menyusun jadwal untuk melaksanakan kegiatan yang termasuk dalam kampanye yang difasilitasi oleh KPU. Rencananya akan dilangsungkan pada bulan November. Selain mencocokan jadwal dengan pihak TV, ia juga perlu mengatur jadwal dengan paslon.
"Debat ini insyaallah akan dilaksanakan di bulan November. Jika ada jadwal di akhir Oktober, kami akan melaksanakan kegiatan tersebut lebih awal," ungkap Yustiani.
Debat ini akan disiarkan di TV lokal yakni TVRI Kaltim, dan diharapkan berlangsung di Hotel Mercure pada tanggal 9 November. Untuk siaran nasional, KPU berencana bekerja sama dengan Metro TV dan Kompas TV, dengan koordinasi yang sedang dilakukan bersama pasangan calon (paslon).
Yustiani menjelaskan bahwa mekanisme debat akan melibatkan panelis dari tiga unsur: akademisi, profesional, dan tokoh masyarakat. Debat akan fokus pada pendalaman visi dan misi paslon, dan masyarakat dapat menyaksikannya melalui televisi. Selain itu, KPU juga akan membuka layanan publik untuk menampung pertanyaan dari masyarakat.
"Mekanisme ini akan dibahas lebih lanjut oleh tim perumus," tambahnya.
Sementara itu, untuk tema debat masih dalam penyusunan oleh tim perumus, dan KPU berkomitmen ketika semua sudah rampung akan membagikan informasi lebih lanjut melalui media sosial menjelang acara.
Ia berharap masyarakat Samarinda dapat menyaksikan debat ini untuk memahami visi dan misi paslon, sehingga dapat membuat pilihan yang tepat saat pemungutan suara di TPS.
"Debat ini adalah bagian dari kampanye yang difasilitasi oleh KPU, dengan tujuan meningkatkan partisipasi masyarakat," pungkasnya.
(Sf/Rs)