Cari disini...
Politik
Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur, Andi Harun dalam acara serah terima jabatan. (Foto: Dokpim)
Samarinda - Wacana politik yang bergulir pada pesta demokrasi lima tahunan ini semakin memikat perhatian publik. Pasalnya, ada dua kandidat calon presiden yang sudah diusung partainya masing-masing, diduga kuat akan menjadi satu kongsi. Yakni Prabowo Subianto usungan Partai Gerindra dan Ganjar Pranowo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Saat ini publik masih menerka-nerka atas keterlambatan kedua partai pengusung dalam mengumumkan kandidat bakal calon wakil presiden (Bacawapres). Sehingga, Seputar Fakta mengonfirmasi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun, untuk menggali informasi.
Andi sendiri, enggan memberi komentar panjang. Musababnya, menurut Andi Harun, seutuhnya pusat yang akan menentukan itu semua. "Semua yang menyangkut tentang capres dan bacawapres itu kami serahkan ke pusat," ungkap Andi Harun ditemui di Planary Hall Sempaja, Samarinda, Rabu (4/10/2023).
Berdasarkan hasil dari Rapimnas dan Rakernas Partai Gerindra, kata Andi semua perwakilan daerah se-Indonesia menyerahkan semua keputusan kepada Ketua Umum Partai. "Sampai saat ini belum ditentukan berarti ini bagian dari strategi politik. Pada intinya, tunggu pada 14 Oktober ini segera kalian ketahui semua," beber orang nomor satu di Samarinda ini.
Untuk diketahui, kedua kandidat Bacapres ini selalu unggul perolehan elektabilitas dari semua lembaga survei. Tapi Andi Harun menuturkan pusat sudah memiliki perhitungan sendiri dalam memilih Bacawapres yang tepat, untuk memperoleh kemenangan Prabowo Subianto.
Orang nomor satu di Samarinda ini, memiliki kriteria khusus dalam menentukan Bacawapres idaman untuk kemenangan Prabowo Subianto. "Katakanlah ini saran, dia seorang nasionalis, agamis, dan mewakili kaum muda serta generasi z. Dan terpenting juga bisa mengangkat elektoral, faktor utamanya siapapun yang memiliki integritas kapasitas pemimpinan," jelas AH panggilan Andi Harun.
Dari pernyataan Andi Harun tersebut mengundang isyarat terhadap Ganjar Pranowo. Ia meminta masyarakat jangan berasumsi lebih, sehingga tidak terjadinya perpecahan.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur, Andi Harun dalam acara serah terima jabatan. (Foto: Dokpim)
Samarinda - Wacana politik yang bergulir pada pesta demokrasi lima tahunan ini semakin memikat perhatian publik. Pasalnya, ada dua kandidat calon presiden yang sudah diusung partainya masing-masing, diduga kuat akan menjadi satu kongsi. Yakni Prabowo Subianto usungan Partai Gerindra dan Ganjar Pranowo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Saat ini publik masih menerka-nerka atas keterlambatan kedua partai pengusung dalam mengumumkan kandidat bakal calon wakil presiden (Bacawapres). Sehingga, Seputar Fakta mengonfirmasi Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Andi Harun, untuk menggali informasi.
Andi sendiri, enggan memberi komentar panjang. Musababnya, menurut Andi Harun, seutuhnya pusat yang akan menentukan itu semua. "Semua yang menyangkut tentang capres dan bacawapres itu kami serahkan ke pusat," ungkap Andi Harun ditemui di Planary Hall Sempaja, Samarinda, Rabu (4/10/2023).
Berdasarkan hasil dari Rapimnas dan Rakernas Partai Gerindra, kata Andi semua perwakilan daerah se-Indonesia menyerahkan semua keputusan kepada Ketua Umum Partai. "Sampai saat ini belum ditentukan berarti ini bagian dari strategi politik. Pada intinya, tunggu pada 14 Oktober ini segera kalian ketahui semua," beber orang nomor satu di Samarinda ini.
Untuk diketahui, kedua kandidat Bacapres ini selalu unggul perolehan elektabilitas dari semua lembaga survei. Tapi Andi Harun menuturkan pusat sudah memiliki perhitungan sendiri dalam memilih Bacawapres yang tepat, untuk memperoleh kemenangan Prabowo Subianto.
Orang nomor satu di Samarinda ini, memiliki kriteria khusus dalam menentukan Bacawapres idaman untuk kemenangan Prabowo Subianto. "Katakanlah ini saran, dia seorang nasionalis, agamis, dan mewakili kaum muda serta generasi z. Dan terpenting juga bisa mengangkat elektoral, faktor utamanya siapapun yang memiliki integritas kapasitas pemimpinan," jelas AH panggilan Andi Harun.
Dari pernyataan Andi Harun tersebut mengundang isyarat terhadap Ganjar Pranowo. Ia meminta masyarakat jangan berasumsi lebih, sehingga tidak terjadinya perpecahan.
(Sf/Rs)