Politik

    Ketua DPRD Kutim Ingatkan Bahaya Narasi Pemecah Belah di Tengah Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Juni 2026 pukul 15:21 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menilai peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

    Menurutnya, Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakat dan para pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    Jimmi mengatakan, berbagai narasi yang berkembang di masyarakat dapat menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat persatuan di daerah.

    "Kutim sering diberitakan dengan narasi-narasi yang bisa memecah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah bersama seluruh perangkatnya untuk terus memperkuat persatuan," ujarnya usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (2/6/2026).

    Ia menambahkan, berbagai kritik dan masukan yang berkembang di masyarakat juga merupakan bentuk kontrol yang penting.

    "Hal-hal yang negatif itu harus menjadi pengingat bagi kita untuk berbuat lebih positif. Sebagai bentuk kontrol, itu juga penting," pungkasnya.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di Kutim.

    (Sf/Lo)

    Politik

    Ketua DPRD Kutim Ingatkan Bahaya Narasi Pemecah Belah di Tengah Masyarakat

    Penulis:Lisda|Redaktur:Lodya A
    02 Juni 2026 pukul 15:21 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi. (Foto:Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menilai peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan dan kebersamaan di tengah berbagai dinamika yang terjadi di masyarakat.

    Menurutnya, Pancasila menjadi pedoman bagi masyarakat dan para pemimpin dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

    Jimmi mengatakan, berbagai narasi yang berkembang di masyarakat dapat menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperkuat persatuan di daerah.

    "Kutim sering diberitakan dengan narasi-narasi yang bisa memecah. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pemerintah daerah bersama seluruh perangkatnya untuk terus memperkuat persatuan," ujarnya usai mengikuti upacara peringatan Hari Lahir Pancasila, Selasa (2/6/2026).

    Ia menambahkan, berbagai kritik dan masukan yang berkembang di masyarakat juga merupakan bentuk kontrol yang penting.

    "Hal-hal yang negatif itu harus menjadi pengingat bagi kita untuk berbuat lebih positif. Sebagai bentuk kontrol, itu juga penting," pungkasnya.

    Peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kebersamaan di Kutim.

    (Sf/Lo)