Politik

    Jelang Tahun Ajaran Baru, DPRD Kutim Minta TPID Antisipasi Potensi Inflasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    07 Juli 2026 pukul 20:12 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengantisipasi potensi gejolak harga pangan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi gangguan pasokan akibat cuaca perlu diantisipasi agar tidak memicu kenaikan harga.

    Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok agar harga tetap terkendali. Komoditas yang perlu mendapat perhatian antara lain minyak goreng, daging ayam, tomat, mentimun, serta hasil perikanan.

    "Minggu depan anak-anak kita sudah mulai aktif sekolah kembali. Berkaca dari tren tahunan, momentum ini selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Jika pasokan di pasar tidak siap, harga komoditas strategis dipastikan bakal ikut melonjak," ujar Jimmi. 

    Ia mengingatkan kondisi cuaca dapat memengaruhi pasokan pangan. Fenomena angin selatan di perairan Kutim, katanya, berpotensi mengurangi aktivitas nelayan sehingga hasil tangkapan ikan laut dapat menurun.

    Jika pasokan ikan laut berkurang, masyarakat diperkirakan akan beralih mengonsumsi ikan air tawar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan sehingga harga ikan air tawar juga dapat naik.

    "Cuaca buruk akibat angin selatan ini jelas membatasi ruang gerak nelayan untuk melaut," katanya.

    Ia menilai pengendalian inflasi harus dilakukan sejak dini, bukan setelah harga kebutuhan pokok terlanjur naik. Karena itu, TPID diminta terus memantau perkembangan harga, memastikan distribusi pangan berjalan lancar, serta menjaga ketersediaan stok.

    Untuk itu, Jimmi mendorong OPD terkait memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Langkah tersebut penting agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

    "Jangan menunggu api membesar baru kita sibuk memadamkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran rantai distribusi dan menjaga ketersediaan stok pangan tetap aman di gudang-gudang logistik,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Jelang Tahun Ajaran Baru, DPRD Kutim Minta TPID Antisipasi Potensi Inflasi

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    07 Juli 2026 pukul 20:12 WITA

    Ketua DPRD Kutim, Jimmi, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, meminta Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) mengantisipasi potensi gejolak harga pangan menjelang dimulainya tahun ajaran baru. Menurutnya, peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi gangguan pasokan akibat cuaca perlu diantisipasi agar tidak memicu kenaikan harga.

    Ia menilai pemerintah daerah perlu memastikan ketersediaan stok dan kelancaran distribusi bahan pokok agar harga tetap terkendali. Komoditas yang perlu mendapat perhatian antara lain minyak goreng, daging ayam, tomat, mentimun, serta hasil perikanan.

    "Minggu depan anak-anak kita sudah mulai aktif sekolah kembali. Berkaca dari tren tahunan, momentum ini selalu diiringi peningkatan aktivitas ekonomi dan konsumsi masyarakat. Jika pasokan di pasar tidak siap, harga komoditas strategis dipastikan bakal ikut melonjak," ujar Jimmi. 

    Ia mengingatkan kondisi cuaca dapat memengaruhi pasokan pangan. Fenomena angin selatan di perairan Kutim, katanya, berpotensi mengurangi aktivitas nelayan sehingga hasil tangkapan ikan laut dapat menurun.

    Jika pasokan ikan laut berkurang, masyarakat diperkirakan akan beralih mengonsumsi ikan air tawar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan permintaan sehingga harga ikan air tawar juga dapat naik.

    "Cuaca buruk akibat angin selatan ini jelas membatasi ruang gerak nelayan untuk melaut," katanya.

    Ia menilai pengendalian inflasi harus dilakukan sejak dini, bukan setelah harga kebutuhan pokok terlanjur naik. Karena itu, TPID diminta terus memantau perkembangan harga, memastikan distribusi pangan berjalan lancar, serta menjaga ketersediaan stok.

    Untuk itu, Jimmi mendorong OPD terkait memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk mengantisipasi potensi gangguan pasokan. Langkah tersebut penting agar stabilitas harga dan daya beli masyarakat tetap terjaga.

    "Jangan menunggu api membesar baru kita sibuk memadamkan. Fokus utama saat ini adalah memastikan kelancaran rantai distribusi dan menjaga ketersediaan stok pangan tetap aman di gudang-gudang logistik,” pungkasnya.

    (Sf/Rs)