Politik

    Jalur Darat Sulit Ditempuh, Polresta Samarinda Bantu Distribusi Logistik Pemilu Lewat Sungai ke Loa Kumbar 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Februari 2024 pukul 15:57 WITA

    Pelepasan distribusi logistik pemilu dari gudang KPU ke kecamatan menggunakan truk, Senin (12/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah mendistribusikan logistik pemilu dari gudang menuju ke kecamatan, Senin (12/2/2024). Pendistribusian itu mendapat pengawalan dari Polisi Resor Kota (Polresta) Kota Samarinda.

    Kepala Polresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengatakan, sejauh ini dari laporan yang diterimanya terdapat sedikit kendala dalam proses pendistribusian. 

    “Ada sedikit kendala, tapi tidak menjadi permasalahan. Yaitu di daerah Loa Kumbar yang mana akan kita distribusikan lewat jalur sungai,” kata Ary kepada wartawan usai pelepasan distribusi logistik secara simbolis, Senin (12/2/2024).
    Ia mengatakan, pihaknya telah menyediakan armada untuk pengangkutan lewat jalur sungai. Kemudian, akan dikawal juga oleh Sat Polair Polresta Samarinda.

    Ary Fadli mengatakan, logistik yang didistribusikan ini harus aman dan harus bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi secara internal untuk pengamanan distribusi yang dilakukan hari ini, Senin (12/2/2024).

    “Kita lakukan pengawalan dari gudang KPU ke gudang yang ada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” kata Ary. 

    Lebih lanjut, Ary menyampaikan, terdapat 580 personel dari Polri yang akan turut mengamankan kegiatan pemilu. Ditambah dengan rekan-rekan Satuan Perlindungan Masyarakat (linmas) sekitar 5 ribu.

    “Yang lainnya ada dari TNI yang membantu kami, dan Polda yang di Bawah Kendali Operasi (BKO) kan di Polresta samarinda sebanyak 150 personel,” tambahnya. 

    Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat menyatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar dapat memetakan daerah yang rawan banjir. 

    “Ini berkaitan dengan penentuan TPS juga, sehingga semua orang, baik yang teman-teman disabilitas, lansia, dan ibu hamil bisa dengan mudah mengakses TPS itu,” jelas Firman. 

    Firman juga meminta kepada petugas, baik PPK maupun PPS, untuk lebih mengutamakan distribusi ke wilayah yang paling jauh. Ini dilakukan untuk mengefisiensi waktu agar tidak terjadi keterlambatan penerimaan logistik. 

    Sebab, seperti yang diberitakan sebelumnya, Firman meminta agar logistik sudah harus berada di tingkat kelurahan esok hari (13/2). 

    Firman bilang, pihaknya tentu akan memberikan atensi khusus terhadap wilayah-wilayah terluar seperti Palaran dan Samarinda Utara. 

    “Meski memang jumlah pemilihnya tidak banyak, tapi kita harus memberikan atau mengakomodir hak pilih mereka supaya mereka tetap bisa memberikan hak suaranya,” terang Firman.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Jalur Darat Sulit Ditempuh, Polresta Samarinda Bantu Distribusi Logistik Pemilu Lewat Sungai ke Loa Kumbar 

    Penulis:Tria|Redaktur:Rusdianto
    12 Februari 2024 pukul 15:57 WITA

    Pelepasan distribusi logistik pemilu dari gudang KPU ke kecamatan menggunakan truk, Senin (12/2/2024). (Foto: Tria/Seputarfakta.com)

    Samarinda -  Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda telah mendistribusikan logistik pemilu dari gudang menuju ke kecamatan, Senin (12/2/2024). Pendistribusian itu mendapat pengawalan dari Polisi Resor Kota (Polresta) Kota Samarinda.

    Kepala Polresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadli mengatakan, sejauh ini dari laporan yang diterimanya terdapat sedikit kendala dalam proses pendistribusian. 

    “Ada sedikit kendala, tapi tidak menjadi permasalahan. Yaitu di daerah Loa Kumbar yang mana akan kita distribusikan lewat jalur sungai,” kata Ary kepada wartawan usai pelepasan distribusi logistik secara simbolis, Senin (12/2/2024).
    Ia mengatakan, pihaknya telah menyediakan armada untuk pengangkutan lewat jalur sungai. Kemudian, akan dikawal juga oleh Sat Polair Polresta Samarinda.

    Ary Fadli mengatakan, logistik yang didistribusikan ini harus aman dan harus bisa dipergunakan sebagaimana mestinya. Untuk itu, pihaknya telah berkoordinasi secara internal untuk pengamanan distribusi yang dilakukan hari ini, Senin (12/2/2024).

    “Kita lakukan pengawalan dari gudang KPU ke gudang yang ada di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK),” kata Ary. 

    Lebih lanjut, Ary menyampaikan, terdapat 580 personel dari Polri yang akan turut mengamankan kegiatan pemilu. Ditambah dengan rekan-rekan Satuan Perlindungan Masyarakat (linmas) sekitar 5 ribu.

    “Yang lainnya ada dari TNI yang membantu kami, dan Polda yang di Bawah Kendali Operasi (BKO) kan di Polresta samarinda sebanyak 150 personel,” tambahnya. 

    Di sisi lain, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Samarinda, Firman Hidayat menyatakan, pihaknya telah meminta bantuan kepada PPK dan Panitia Pemungutan Suara (PPS) agar dapat memetakan daerah yang rawan banjir. 

    “Ini berkaitan dengan penentuan TPS juga, sehingga semua orang, baik yang teman-teman disabilitas, lansia, dan ibu hamil bisa dengan mudah mengakses TPS itu,” jelas Firman. 

    Firman juga meminta kepada petugas, baik PPK maupun PPS, untuk lebih mengutamakan distribusi ke wilayah yang paling jauh. Ini dilakukan untuk mengefisiensi waktu agar tidak terjadi keterlambatan penerimaan logistik. 

    Sebab, seperti yang diberitakan sebelumnya, Firman meminta agar logistik sudah harus berada di tingkat kelurahan esok hari (13/2). 

    Firman bilang, pihaknya tentu akan memberikan atensi khusus terhadap wilayah-wilayah terluar seperti Palaran dan Samarinda Utara. 

    “Meski memang jumlah pemilihnya tidak banyak, tapi kita harus memberikan atau mengakomodir hak pilih mereka supaya mereka tetap bisa memberikan hak suaranya,” terang Firman.

    (Sf/Rs)