Cari disini...
Politik
Anggota DPRD Kukar Fraksi PKB, Desman Minang Endianto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2024-2029, Jahidin menghembuskan napas terakhir, Kamis (15/10/2026).
Kepergian Jahidin tentu meninggalkan duka bagi sesama kader partai, salah satunya adalah Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PKB, Desman Minang Endianto.
Desman menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Jahidin.
Di mata Desman, almarhum dikenal sebagai sosok senior yang kerap memberikan motivasi dan nasihat semasa hidupnya.
Menurutnya, pria kelahiran di Desa Banti, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada 1 Januari 1959 tersebut merupakan politisi yang tidak hanya memberikan perhatian kepada rekan-rekan di daerahnya, tapi juga menjalin hubungan baik dengan kader PKB di berbagai kabupaten dan kota, termasuk Kukar.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya sahabat kami, almarhum Jahidin. Beliau merupakan politisi PKB yang kerap memberikan motivasi dan semangat, tidak hanya kepada kami di Kukar, tapi juga kepada sahabat-sahabatnya di kabupaten dan kota lain,” ujar Desman.
Selain dikenang sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, Jahidin juga dipandang sebagai sosok politisi yang berani menyuarakan persoalan-persoalan kritis demi kepentingan masyarakat.
Gagasan dan perhatian almarhum terhadap pembangunan daerah menjadi salah satu hal yang dikenangnya.
“Kita kehilangan sosok politisi yang kerap menyuarakan hal-hal kritis untuk kebaikan pembangunan daerah, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat dan perlu dikawal bersama,” terangnya.
Selain kiprahnya di dunia politik, Desman juga mengenang Jahidin sebagai senior yang dekat dengan kader-kader yang lebih muda.
Setiap kali bertemu dalam kegiatan partai, almarhum kerap memberikan nasihat serta mengajak berdiskusi mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai anggota legislatif.
Bagi Desman, nasihat dan motivasi tersebut menjadi bekal penting bagi kader muda dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat sekaligus berorganisasi di partai politik.
“Beliau merupakan sosok senior yang baik dan kerap memberikan nasihat kepada junior-juniornya, termasuk saya ketika bertemu dalam acara partai. Beliau juga sering mengajak berdiskusi, memberikan motivasi serta penguatan kepada kami dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif maupun dalam berpartai politik,” ungkapnya.
Meski merasa kehilangan, Desman menyadari usia dan kehidupan merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia berharap kenangan serta nilai-nilai positif yang ditinggalkan almarhum dapat menjadi pengingat bagi rekan-rekan seperjuangan untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Namun, namanya usia, tentu semua kembali kepada kehendak Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Anggota DPRD Kukar Fraksi PKB, Desman Minang Endianto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong – Anggota DPRD Kalimantan Timur (Kaltim) dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) periode 2024-2029, Jahidin menghembuskan napas terakhir, Kamis (15/10/2026).
Kepergian Jahidin tentu meninggalkan duka bagi sesama kader partai, salah satunya adalah Anggota DPRD Kutai Kartanegara (Kukar) dari Fraksi PKB, Desman Minang Endianto.
Desman menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Jahidin.
Di mata Desman, almarhum dikenal sebagai sosok senior yang kerap memberikan motivasi dan nasihat semasa hidupnya.
Menurutnya, pria kelahiran di Desa Banti, Kecamatan Baraka, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan pada 1 Januari 1959 tersebut merupakan politisi yang tidak hanya memberikan perhatian kepada rekan-rekan di daerahnya, tapi juga menjalin hubungan baik dengan kader PKB di berbagai kabupaten dan kota, termasuk Kukar.
“Kami turut berduka cita atas wafatnya sahabat kami, almarhum Jahidin. Beliau merupakan politisi PKB yang kerap memberikan motivasi dan semangat, tidak hanya kepada kami di Kukar, tapi juga kepada sahabat-sahabatnya di kabupaten dan kota lain,” ujar Desman.
Selain dikenang sebagai figur yang dekat dengan masyarakat, Jahidin juga dipandang sebagai sosok politisi yang berani menyuarakan persoalan-persoalan kritis demi kepentingan masyarakat.
Gagasan dan perhatian almarhum terhadap pembangunan daerah menjadi salah satu hal yang dikenangnya.
“Kita kehilangan sosok politisi yang kerap menyuarakan hal-hal kritis untuk kebaikan pembangunan daerah, terutama yang menyangkut kepentingan masyarakat dan perlu dikawal bersama,” terangnya.
Selain kiprahnya di dunia politik, Desman juga mengenang Jahidin sebagai senior yang dekat dengan kader-kader yang lebih muda.
Setiap kali bertemu dalam kegiatan partai, almarhum kerap memberikan nasihat serta mengajak berdiskusi mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai anggota legislatif.
Bagi Desman, nasihat dan motivasi tersebut menjadi bekal penting bagi kader muda dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat sekaligus berorganisasi di partai politik.
“Beliau merupakan sosok senior yang baik dan kerap memberikan nasihat kepada junior-juniornya, termasuk saya ketika bertemu dalam acara partai. Beliau juga sering mengajak berdiskusi, memberikan motivasi serta penguatan kepada kami dalam menjalankan tugas sebagai anggota legislatif maupun dalam berpartai politik,” ungkapnya.
Meski merasa kehilangan, Desman menyadari usia dan kehidupan merupakan kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa.
Ia berharap kenangan serta nilai-nilai positif yang ditinggalkan almarhum dapat menjadi pengingat bagi rekan-rekan seperjuangan untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Namun, namanya usia, tentu semua kembali kepada kehendak Yang Maha Kuasa,” tandasnya.
(Sf/Rs)