Politik

    HKG PKK ke-54 di Kutim, Ketua TP PKK Soroti Penguatan Program Keluarga

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2026 pukul 21:48 WITA

    Peringatan HKG PKK ke-54 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah menegaskan pentingnya penguatan 10 Program Pokok PKK sebagai dasar pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Menurutnya, gerakan PKK harus kembali fokus pada peran utamanya sebagai penggerak pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.

    “Gerakan PKK harus kembali menegakkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai pondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Siti saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (20/5/2026).

    Adapun 10 Program Pokok PKK meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.

    Ia mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas bangsa, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan hingga pembentukan karakter.

    Penguatan program PKK dinilai bukan sekadar rutinitas kegiatan, tetapi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

    “Seluruh aktivitas dan program yang dijalankan harus kembali pada esensi gerakan, yaitu memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa,” katanya.

    Siti Robiah juga meminta pemerintah daerah terus mendukung kader PKK agar mampu menjadi penggerak di masyarakat.

    Jaringan PKK hingga tingkat desa dan rumah tangga menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga.

    Berdasarkan laporan tahunan PKK tahun 2025, jumlah kepengurusan TP PKK dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan mencapai 91.600 lembaga dengan dukungan lebih dari 2,7 juta kelompok PKK di tingkat dusun, RW dan RT.

    “Keseluruhan jaringan tersebut digerakkan oleh 6,3 juta kader PKK yang bekerja secara sukarela, tulus dan penuh dedikasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia PKK harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan di masyarakat.

    Selain penguatan program keluarga, TP PKK Kutim juga menjalankan berbagai kegiatan edukasi masyarakat, seperti penyuluhan bahaya judi online dan pinjaman online, program Gelari Pelangi, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta penyuluhan penurunan stunting.

    Ia menilai seluruh program tersebut harus dijalankan secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

    “PKK bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang tumbuh dan bergerak bersama keluarga Indonesia,” tutupnya.

    (Sf/RS)

    Politik

    HKG PKK ke-54 di Kutim, Ketua TP PKK Soroti Penguatan Program Keluarga

    Penulis:Lisda|Redaktur:Rusdianto
    20 Mei 2026 pukul 21:48 WITA

    Peringatan HKG PKK ke-54 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim. (Foto: Lisda/seputarfakta.com)

    Sangatta - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Siti Robiah menegaskan pentingnya penguatan 10 Program Pokok PKK sebagai dasar pembangunan keluarga dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

    Menurutnya, gerakan PKK harus kembali fokus pada peran utamanya sebagai penggerak pemberdayaan keluarga di tengah masyarakat.

    “Gerakan PKK harus kembali menegakkan jati dirinya dengan memperkuat dan mengoptimalkan pelaksanaan 10 Program Pokok PKK sebagai pondasi utama pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga,” ujar Siti saat peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (20/5/2026).

    Adapun 10 Program Pokok PKK meliputi penghayatan dan pengamalan Pancasila, gotong royong, pangan, sandang, perumahan dan tata laksana rumah tangga, pendidikan dan keterampilan, kesehatan, pengembangan kehidupan berkoperasi, kelestarian lingkungan hidup, serta perencanaan sehat.

    Ia mengatakan keluarga memiliki peran penting dalam membentuk kualitas bangsa, mulai dari pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan hingga pembentukan karakter.

    Penguatan program PKK dinilai bukan sekadar rutinitas kegiatan, tetapi investasi jangka panjang menuju Indonesia Emas 2045.

    “Seluruh aktivitas dan program yang dijalankan harus kembali pada esensi gerakan, yaitu memberdayakan keluarga sebagai titik awal pembangunan bangsa,” katanya.

    Siti Robiah juga meminta pemerintah daerah terus mendukung kader PKK agar mampu menjadi penggerak di masyarakat.

    Jaringan PKK hingga tingkat desa dan rumah tangga menjadi kekuatan besar dalam mendukung pembangunan berbasis keluarga.

    Berdasarkan laporan tahunan PKK tahun 2025, jumlah kepengurusan TP PKK dari tingkat pusat hingga desa dan kelurahan mencapai 91.600 lembaga dengan dukungan lebih dari 2,7 juta kelompok PKK di tingkat dusun, RW dan RT.

    “Keseluruhan jaringan tersebut digerakkan oleh 6,3 juta kader PKK yang bekerja secara sukarela, tulus dan penuh dedikasi di tengah masyarakat,” jelasnya.

    Ia menambahkan kualitas kelembagaan dan sumber daya manusia PKK harus terus diperkuat agar mampu menghadapi tantangan di masyarakat.

    Selain penguatan program keluarga, TP PKK Kutim juga menjalankan berbagai kegiatan edukasi masyarakat, seperti penyuluhan bahaya judi online dan pinjaman online, program Gelari Pelangi, pemberdayaan ekonomi keluarga, serta penyuluhan penurunan stunting.

    Ia menilai seluruh program tersebut harus dijalankan secara berkelanjutan agar manfaatnya dirasakan masyarakat.

    “PKK bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan yang tumbuh dan bergerak bersama keluarga Indonesia,” tutupnya.

    (Sf/RS)