Politik

    Hadiri Pelantikan PC PMII Samarinda, Wali Kota Andi Harun Titipkan Tiga Kekuatan Utama

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Oktober 2026 pukul 22:26 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan sambutan saat Pelantikan dan Pengukuhan PC PMII Kota Samarinda dan PC Kopri PMII Kota Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda untuk tidak hanya lantang di jalanan, tetapi juga berani masuk ke ruang-ruang pengambilan kebijakan untuk memperjuangkan perubahan.

    Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang PMII Samarinda di bawah komando Zukhrizal Irbhani dan Pengurus Cabang Kopri PMII Samarinda yang dipimpin Nur Amalia Putri masa khidmat 2026-2027 di Teras Samarinda, Sabtu (17/10/2026) malam.

    Kegiatan yang mengusung tema "Menegakkan Keteladanan, Menggerakkan Perubahan" itu berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi pengurus.

    Dalam sambutannya, Andi Harun menegaskan kedekatan pemerintah dengan organisasi mahasiswa tidak boleh mematikan sikap kritis. Ia justru mempersilakan PMII mengkritik bahkan menggelar aksi demonstrasi jika ada kebijakan pemkot yang dinilai keliru.

    "Demo wali kota jika ada kebijakan yang salah dan keliru, tapi jangan pernah menutup diri untuk berdialog," tegasnya di hadapan kader.

    Menurut Andi Harun, kritik harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang kuat. Dialog menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat diuji secara objektif dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak kritis dari kekuasaan agar PMII tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual.

    Ia kemudian mengaitkan tema pelantikan dengan pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah tentang manusia sebagai makhluk sosial. Solidaritas dan kerja kolektif, kata dia, adalah modal penting untuk membangun peradaban.

    Pada kesempatan itu, Andi Harun menitipkan tiga kekuatan utama yang harus dimiliki kader PMII. Pertama, integritas moral agar tidak kehilangan idealisme saat berhadapan dengan kepentingan kekuasaan. Kedua, kekuatan intelektual yang dibangun melalui budaya membaca, diskusi, menulis dan menyampaikan gagasan secara sehat. Ketiga, kepemimpinan transformatif yang ditunjukkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar jabatan organisasi.

    "Tidak cukup perubahan itu dilakukan di jalanan. Kalau suatu hari sahabat-sahabat PMII dengan semua dinamika pergerakannya sudah cukup, saatnya kita dukung masuk untuk menjadi pelaku sejarah dari dalam gedung," ujar Andi Harun.

    Ia mengingatkan, perjuangan dari luar dan dalam sistem harus berjalan seimbang. Gerakan kritis dari jalanan dibutuhkan untuk menjaga akuntabilitas, sementara peran di dalam pemerintahan diperlukan untuk mengubah kebijakan secara langsung.

    Di akhir sambutan, Andi Harun menegaskan pergantian pengurus bukan sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan pembaruan tanggung jawab dan komitmen.

    "Pergantian pengurus pada malam hari ini bukanlah sekadar rotasi kepemimpinan, tapi pembaharuan tanggung jawab," pesannya.

    Ia berharap di bawah kepemimpinan Zukhrizal Irbhani dan Nur Amalia Putri, PC PMII dan Kopri PMII Samarinda mampu menerjemahkan tema keteladanan menjadi program kerja konkret, memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi dan pengabdian nyata bagi masyarakat Samarinda.

    (Sf/Lo)

    Politik

    Hadiri Pelantikan PC PMII Samarinda, Wali Kota Andi Harun Titipkan Tiga Kekuatan Utama

    Penulis:Arman Maulana|Redaktur:Lodya A
    18 Oktober 2026 pukul 22:26 WITA

    Wali Kota Samarinda, Andi Harun, memberikan sambutan saat Pelantikan dan Pengukuhan PC PMII Kota Samarinda dan PC Kopri PMII Kota Samarinda. (Foto: Arman/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Wali Kota Samarinda, Andi Harun mendorong kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Samarinda untuk tidak hanya lantang di jalanan, tetapi juga berani masuk ke ruang-ruang pengambilan kebijakan untuk memperjuangkan perubahan.

    Pesan tersebut disampaikan Andi Harun saat menghadiri pelantikan dan pengukuhan Pengurus Cabang PMII Samarinda di bawah komando Zukhrizal Irbhani dan Pengurus Cabang Kopri PMII Samarinda yang dipimpin Nur Amalia Putri masa khidmat 2026-2027 di Teras Samarinda, Sabtu (17/10/2026) malam.

    Kegiatan yang mengusung tema "Menegakkan Keteladanan, Menggerakkan Perubahan" itu berlangsung khidmat dan menjadi penanda dimulainya tanggung jawab baru bagi pengurus.

    Dalam sambutannya, Andi Harun menegaskan kedekatan pemerintah dengan organisasi mahasiswa tidak boleh mematikan sikap kritis. Ia justru mempersilakan PMII mengkritik bahkan menggelar aksi demonstrasi jika ada kebijakan pemkot yang dinilai keliru.

    "Demo wali kota jika ada kebijakan yang salah dan keliru, tapi jangan pernah menutup diri untuk berdialog," tegasnya di hadapan kader.

    Menurut Andi Harun, kritik harus disampaikan dengan data dan argumentasi yang kuat. Dialog menjadi kunci agar setiap kebijakan dapat diuji secara objektif dan tetap berpihak pada kepentingan masyarakat luas. Ia juga menekankan pentingnya menjaga jarak kritis dari kekuasaan agar PMII tetap menjadi kekuatan moral dan intelektual.

    Ia kemudian mengaitkan tema pelantikan dengan pemikiran Ibnu Khaldun dalam kitab Muqaddimah tentang manusia sebagai makhluk sosial. Solidaritas dan kerja kolektif, kata dia, adalah modal penting untuk membangun peradaban.

    Pada kesempatan itu, Andi Harun menitipkan tiga kekuatan utama yang harus dimiliki kader PMII. Pertama, integritas moral agar tidak kehilangan idealisme saat berhadapan dengan kepentingan kekuasaan. Kedua, kekuatan intelektual yang dibangun melalui budaya membaca, diskusi, menulis dan menyampaikan gagasan secara sehat. Ketiga, kepemimpinan transformatif yang ditunjukkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar jabatan organisasi.

    "Tidak cukup perubahan itu dilakukan di jalanan. Kalau suatu hari sahabat-sahabat PMII dengan semua dinamika pergerakannya sudah cukup, saatnya kita dukung masuk untuk menjadi pelaku sejarah dari dalam gedung," ujar Andi Harun.

    Ia mengingatkan, perjuangan dari luar dan dalam sistem harus berjalan seimbang. Gerakan kritis dari jalanan dibutuhkan untuk menjaga akuntabilitas, sementara peran di dalam pemerintahan diperlukan untuk mengubah kebijakan secara langsung.

    Di akhir sambutan, Andi Harun menegaskan pergantian pengurus bukan sekadar rotasi kepemimpinan, melainkan pembaruan tanggung jawab dan komitmen.

    "Pergantian pengurus pada malam hari ini bukanlah sekadar rotasi kepemimpinan, tapi pembaharuan tanggung jawab," pesannya.

    Ia berharap di bawah kepemimpinan Zukhrizal Irbhani dan Nur Amalia Putri, PC PMII dan Kopri PMII Samarinda mampu menerjemahkan tema keteladanan menjadi program kerja konkret, memperkuat tradisi intelektual, kaderisasi dan pengabdian nyata bagi masyarakat Samarinda.

    (Sf/Lo)