Cari disini...
Politik
Kunjungan partai Golkar ke sekretariat Demokrat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam rangkaian persiapan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Samarinda, partai Golkar dan Demokrat tampaknya sedang menjajaki kemungkinan untuk membentuk koalisi.
Ketua Penjaringan DPC Golkar Samarinda, Andi Saharudin, mengungkapkan bahwa telah terjadi pertemuan antara kedua partai tersebut, pertama Demokrat ke Partai Golkar pekan lalu, dan pertemuan kembali Golkar bertandang ke sekretariat Demokrat siang ini, Rabu (24/4/2024).
"Kami berharap dapat menjalin komunikasi yang baik untuk membentuk koalisi di tingkat kota, mengingat di tingkat nasional kami sudah memiliki kerjasama," ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa Golkar memiliki tiga tahapan dalam proses penjaringan, yang meliputi survei sebanyak tiga kali untuk menentukan calon yang akan diusung.
Dari sisi internal, beberapa nama telah muncul sebagai kandidat potensial, tiga di antaranya dari kader sendiri, yaitu dua posisi untuk calon wali kota yaitu Ketua Plt Golkar Samarinda Nidya Listiyono serta Ketua MKGR Samarinda H Ridwan. Sementara Wakil Ketua DPRD Samarinda H Rusdi mengambil formulir untuk calon kandidat wakil wali kota. Sementara itu, dari eksternal, partai Demokrat, NasDem, dan PAN telah mengambil formulir pendaftaran namun belum mengembalikannya.
Andi Satya, yang sempat dikabarkan akan diusung oleh Golkar, menyatakan bahwa ia ingin fokus pada DPRD karena ini adalah kali pertama ia dicalonkan. "Mungkin di periode berikutnya bisa maju," kata Andi.
Di sisi lain, Ketua Penjaringan DPC Demokrat Samarinda, Andriansyah, menekankan pentingnya komitmen untuk berkoalisi. "Yang terpenting bagi kami adalah berkoalisi secara solid untuk memenangkan Pilkada, tidak ada pilihan selain menang," tutur Andriansyah.
Kedua partai sepakat bahwa keputusan mengenai siapa yang akan diusung sebagai wali kota dan wakil wali kota akan dirumuskan bersama. "Setelah ini, kami akan menyerahkan formulir ke Golkar dan akan mendiskusikan lebih lanjut dengan partai lainnya," pungkas Andriansyah.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Kunjungan partai Golkar ke sekretariat Demokrat. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Dalam rangkaian persiapan untuk pemilihan kepala daerah (Pilkada) Samarinda, partai Golkar dan Demokrat tampaknya sedang menjajaki kemungkinan untuk membentuk koalisi.
Ketua Penjaringan DPC Golkar Samarinda, Andi Saharudin, mengungkapkan bahwa telah terjadi pertemuan antara kedua partai tersebut, pertama Demokrat ke Partai Golkar pekan lalu, dan pertemuan kembali Golkar bertandang ke sekretariat Demokrat siang ini, Rabu (24/4/2024).
"Kami berharap dapat menjalin komunikasi yang baik untuk membentuk koalisi di tingkat kota, mengingat di tingkat nasional kami sudah memiliki kerjasama," ujar Andi.
Ia menambahkan bahwa Golkar memiliki tiga tahapan dalam proses penjaringan, yang meliputi survei sebanyak tiga kali untuk menentukan calon yang akan diusung.
Dari sisi internal, beberapa nama telah muncul sebagai kandidat potensial, tiga di antaranya dari kader sendiri, yaitu dua posisi untuk calon wali kota yaitu Ketua Plt Golkar Samarinda Nidya Listiyono serta Ketua MKGR Samarinda H Ridwan. Sementara Wakil Ketua DPRD Samarinda H Rusdi mengambil formulir untuk calon kandidat wakil wali kota. Sementara itu, dari eksternal, partai Demokrat, NasDem, dan PAN telah mengambil formulir pendaftaran namun belum mengembalikannya.
Andi Satya, yang sempat dikabarkan akan diusung oleh Golkar, menyatakan bahwa ia ingin fokus pada DPRD karena ini adalah kali pertama ia dicalonkan. "Mungkin di periode berikutnya bisa maju," kata Andi.
Di sisi lain, Ketua Penjaringan DPC Demokrat Samarinda, Andriansyah, menekankan pentingnya komitmen untuk berkoalisi. "Yang terpenting bagi kami adalah berkoalisi secara solid untuk memenangkan Pilkada, tidak ada pilihan selain menang," tutur Andriansyah.
Kedua partai sepakat bahwa keputusan mengenai siapa yang akan diusung sebagai wali kota dan wakil wali kota akan dirumuskan bersama. "Setelah ini, kami akan menyerahkan formulir ke Golkar dan akan mendiskusikan lebih lanjut dengan partai lainnya," pungkas Andriansyah.
(Sf/Rs)