Politik

    Empat Paslon PPU Paparkan Visi Misi di Debat Kedua

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    14 November 2024 pukul 20:32 WITA

    Debat kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati PPU di Menara Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024). (Istimewa)

    Penajam - Debat publik kedua empat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung di Menara Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).

    Keempatnya adalah Mudyat Noor-Abdul Waris Muin dengan nomor urut 1. Andi Harahap-Dayang Donna Faroek dengan nomor urut 2. Desmon Hariman Sormin-Naspin Arsyad dengan nomor urut 3 dan Hamdan Pongrewa-Ahmad Basir dengan nomor urut 4.

    Debat kedua ini diisi enam sesi rangkaian kegiatan. Pada sesi pertama. berfokus pada penyampaian visi, misi dan program. Sesi kedua dan ketiga adalah pendalaman visi, misi dan program.

    Sedangkan sesi keempat dan kelima adalah sesi tanya jawab dan sanggahan antarpaslon, serta terakhir sesi closing statement Paslon.

    Pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin menyatakan, wilayah PPU merupakan daerah yang menghadapi tantangan dan peluang besar dari kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU. 

    Sebab, wilayah Benuo Taka ini dinyatakan sebagi daerah penyangga IKN, sehingga mereka berkomitmen untuk berfokus pada pembangunan di sektor pertanian dan perikanan, serta kelautan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

    “Kami juga berkomitmen untuk mewujudkan dalam visi dan misi yang konkrit, seperti menghadirkan tata kelola yang baik dan inovatif, membangun pemerintahan yang bersih dan efektif, serta menjaga dan merawat tradisi, budaya dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas kita,” ucap Mudyat.

    Andi Harahap-Dayang Donna Faroek menyampaikan visi dan misinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan merata. 

    “Menurutnya saya, masyarakat yang bahagia merupakan masyarakat yang merasa bahagia, nyaman dan puas atas semua aspek kehidupan dan visi ini akan kita jalankan dengan basis ekonomi kerakyatan,” ungkap Donna.

    Sementara, Desmon Hariman Sormin-Naspi Arsyad berkomitmen untuk menciptakan kesetaraan di tengah masyarakat dan memiliki peran yang sama dengan membangun partisipasi publik.

    Selain itu, untuk menghubungkan IKN dengan PPU tidak berpatok pada infrastruktur saja, tetapi juga bagaimana cara untuk membuat ruang dan peluang di tengah kehadiran IKN.

    “Untuk memajukan PPU agar setara dengan IKN, kita harus mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pangan yang tangguh untuk menyongsong IKN, kita juga harus bisa menciptakan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkembang, serta menciptakan lingkungan hidup yang maksimal,” jelas Desmon.

    Terakhir, Hamdan Pongrewa-Ahmad Basir menyampaikan program strategisnya bernama ‘Lima Pilar Membangun Serambi Nusantara’, yaitu menyediakan pendidikan gratis berupa beasiswa satu sarjana untuk setiap rumah, kesehatan gratis dengan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu, serta setiap RT menerima Rp100-200 juta per tahun.

    “Semua ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

    (Sf/By)

    Politik

    Empat Paslon PPU Paparkan Visi Misi di Debat Kedua

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    14 November 2024 pukul 20:32 WITA

    Debat kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati PPU di Menara Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024). (Istimewa)

    Penajam - Debat publik kedua empat pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) berlangsung di Menara Kompas TV, Jalan Palmerah Selatan, Kelurahan Gelora, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).

    Keempatnya adalah Mudyat Noor-Abdul Waris Muin dengan nomor urut 1. Andi Harahap-Dayang Donna Faroek dengan nomor urut 2. Desmon Hariman Sormin-Naspin Arsyad dengan nomor urut 3 dan Hamdan Pongrewa-Ahmad Basir dengan nomor urut 4.

    Debat kedua ini diisi enam sesi rangkaian kegiatan. Pada sesi pertama. berfokus pada penyampaian visi, misi dan program. Sesi kedua dan ketiga adalah pendalaman visi, misi dan program.

    Sedangkan sesi keempat dan kelima adalah sesi tanya jawab dan sanggahan antarpaslon, serta terakhir sesi closing statement Paslon.

    Pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin menyatakan, wilayah PPU merupakan daerah yang menghadapi tantangan dan peluang besar dari kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) di PPU. 

    Sebab, wilayah Benuo Taka ini dinyatakan sebagi daerah penyangga IKN, sehingga mereka berkomitmen untuk berfokus pada pembangunan di sektor pertanian dan perikanan, serta kelautan yang menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

    “Kami juga berkomitmen untuk mewujudkan dalam visi dan misi yang konkrit, seperti menghadirkan tata kelola yang baik dan inovatif, membangun pemerintahan yang bersih dan efektif, serta menjaga dan merawat tradisi, budaya dan kearifan lokal yang telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari identitas kita,” ucap Mudyat.

    Andi Harahap-Dayang Donna Faroek menyampaikan visi dan misinya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan infrastruktur yang berkualitas dan merata. 

    “Menurutnya saya, masyarakat yang bahagia merupakan masyarakat yang merasa bahagia, nyaman dan puas atas semua aspek kehidupan dan visi ini akan kita jalankan dengan basis ekonomi kerakyatan,” ungkap Donna.

    Sementara, Desmon Hariman Sormin-Naspi Arsyad berkomitmen untuk menciptakan kesetaraan di tengah masyarakat dan memiliki peran yang sama dengan membangun partisipasi publik.

    Selain itu, untuk menghubungkan IKN dengan PPU tidak berpatok pada infrastruktur saja, tetapi juga bagaimana cara untuk membuat ruang dan peluang di tengah kehadiran IKN.

    “Untuk memajukan PPU agar setara dengan IKN, kita harus mampu menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) dan pangan yang tangguh untuk menyongsong IKN, kita juga harus bisa menciptakan pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkembang, serta menciptakan lingkungan hidup yang maksimal,” jelas Desmon.

    Terakhir, Hamdan Pongrewa-Ahmad Basir menyampaikan program strategisnya bernama ‘Lima Pilar Membangun Serambi Nusantara’, yaitu menyediakan pendidikan gratis berupa beasiswa satu sarjana untuk setiap rumah, kesehatan gratis dengan memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat kurang mampu, serta setiap RT menerima Rp100-200 juta per tahun.

    “Semua ini bertujuan untuk memberdayakan masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan inklusif dan berkelanjutan,” tandasnya.

    (Sf/By)