Cari disini...
Politik
Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya penurunan tingkat elektabilitas Prabowo Subianto.
Menanggapi dinamika data tersebut, Wali Kota Samarinda yang juga kader Partai Gerindra, Andi Harun mengaku tidak terpengaruh dan menegaskan bahwa fokus utama presiden maupun para kader saat ini murni pada pembuktian kinerja.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, pada Rabu (29/7/2026), elektabilitas Prabowo saat ini berada di urutan kedua dalam simulasi semi terbuka 20 nama calon presiden, dengan raihan 14,5 persen. Posisi teratas justru ditempati oleh Dedi Mulyadi dengan perolehan dukungan 35 persen.
Survei yang digelar pada 5–19 Juli 2026 ini juga mencatat adanya tren penurunan pada tingkat keterpilihan Prabowo dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, Prabowo masih mengantongi 34,9 persen, namun turun signifikan pada Juli 2026.
Bahkan, dalam simulasi head to head (dua nama), Dedi Mulyadi unggul jauh dengan 59 persen, sementara Prabowo Subianto mendapatkan 28,3 persen.
Merespons data tersebut, Andi Harun meragukan objektivitas dari satu rilis survei saja. Menurutnya, masih banyak lembaga survei lain yang memotret realitas berbeda di lapangan.
"Itu kan hanya dari satu atau dua lembaga survei, tapi pada survei lain seperti di DM, elektabilitas beliau berada di nomor satu. Jadi, untuk saat ini masih sangat sulit menilai apakah hasil survei tersebut benar-benar objektif," ujar Andi Harun ditemui di Samarinda, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai langkah ke depan untuk kembali meningkatkan elektabilitas Prabowo, Andi menegaskan tak ada strategi yang lebih baik selain fokus menjalankan tugas.
Berdasarkan arahan dan respons dari pengurus DPP Gerindra, presiden saat ini hanya berkonsentrasi pada pekerjaan pemerintahan.
"Namun yang paling penting, seperti kata, komentar, serta respons dari pengurus DPP, fokus Pak Presiden saat ini memang hanya bekerja. Beliau fokus bekerja terus dan jika di waktu yang akan datang hasilnya bisa membalikkan keadaan, pasti elektabilitas beliau akan tinggi," tegasnya.
Bagi Andi, fluktuasi angka survei adalah hal biasa dan cukup dijadikan sebagai informasi tambahan. Sebagai kader partai di daerah, ia memastikan bahwa jajaran kader Gerindra tidak akan terganggu oleh rilis survei dan justru akan menjadikannya motivasi untuk membuktikan diri kepada masyarakat.
"Kita semua, termasuk saya sebagai kader, akan terus menunjukkan kinerja yang bagus di tengah masyarakat agar ikut berkontribusi dalam meningkatkan apresiasi terhadap kinerja pemerintah, mulai dari tingkat nasional sampai daerah," ungkapnya.
"Jadi cara terbaik bagi kita dalam merespons semua informasi tersebut adalah dengan bekerja sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya," pungkasnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Wali Kota Samarinda, Andi Harun. (Foto: Maulana/seputarfakta.com)
Samarinda - Hasil survei terbaru dari Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan adanya penurunan tingkat elektabilitas Prabowo Subianto.
Menanggapi dinamika data tersebut, Wali Kota Samarinda yang juga kader Partai Gerindra, Andi Harun mengaku tidak terpengaruh dan menegaskan bahwa fokus utama presiden maupun para kader saat ini murni pada pembuktian kinerja.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Direktur Eksekutif SMRC, Deni Irvani, pada Rabu (29/7/2026), elektabilitas Prabowo saat ini berada di urutan kedua dalam simulasi semi terbuka 20 nama calon presiden, dengan raihan 14,5 persen. Posisi teratas justru ditempati oleh Dedi Mulyadi dengan perolehan dukungan 35 persen.
Survei yang digelar pada 5–19 Juli 2026 ini juga mencatat adanya tren penurunan pada tingkat keterpilihan Prabowo dalam sembilan bulan terakhir. Pada November 2025, Prabowo masih mengantongi 34,9 persen, namun turun signifikan pada Juli 2026.
Bahkan, dalam simulasi head to head (dua nama), Dedi Mulyadi unggul jauh dengan 59 persen, sementara Prabowo Subianto mendapatkan 28,3 persen.
Merespons data tersebut, Andi Harun meragukan objektivitas dari satu rilis survei saja. Menurutnya, masih banyak lembaga survei lain yang memotret realitas berbeda di lapangan.
"Itu kan hanya dari satu atau dua lembaga survei, tapi pada survei lain seperti di DM, elektabilitas beliau berada di nomor satu. Jadi, untuk saat ini masih sangat sulit menilai apakah hasil survei tersebut benar-benar objektif," ujar Andi Harun ditemui di Samarinda, Rabu (5/8/2026).
Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai langkah ke depan untuk kembali meningkatkan elektabilitas Prabowo, Andi menegaskan tak ada strategi yang lebih baik selain fokus menjalankan tugas.
Berdasarkan arahan dan respons dari pengurus DPP Gerindra, presiden saat ini hanya berkonsentrasi pada pekerjaan pemerintahan.
"Namun yang paling penting, seperti kata, komentar, serta respons dari pengurus DPP, fokus Pak Presiden saat ini memang hanya bekerja. Beliau fokus bekerja terus dan jika di waktu yang akan datang hasilnya bisa membalikkan keadaan, pasti elektabilitas beliau akan tinggi," tegasnya.
Bagi Andi, fluktuasi angka survei adalah hal biasa dan cukup dijadikan sebagai informasi tambahan. Sebagai kader partai di daerah, ia memastikan bahwa jajaran kader Gerindra tidak akan terganggu oleh rilis survei dan justru akan menjadikannya motivasi untuk membuktikan diri kepada masyarakat.
"Kita semua, termasuk saya sebagai kader, akan terus menunjukkan kinerja yang bagus di tengah masyarakat agar ikut berkontribusi dalam meningkatkan apresiasi terhadap kinerja pemerintah, mulai dari tingkat nasional sampai daerah," ungkapnya.
"Jadi cara terbaik bagi kita dalam merespons semua informasi tersebut adalah dengan bekerja sungguh-sungguh dan sebaik-baiknya," pungkasnya.
(Sf/Lo)