Cari disini...
Politik
Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara terkait sorotan DPRD atas ketidakhadiran Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang sempat menuai kritik dari sejumlah anggota dewan.
Ardiansyah mengatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim tidak menghadiri rapat Banggar karena sedang menjalankan tugas kedinasan yang diberikan pemerintah daerah.
"Pak Sekda kebetulan saya kasih tugas ada tugas dengan BPK Pusat. Tapi hari ini beliau sedang di Samarinda. Hari ini mendampingi tim dari verifikasi Geopark," ujar Ardiansyah.
Di tengah sorotan DPRD terkait absennya Ketua TAPD, Ardiansyah memastikan proses pemerintahan tetap berjalan. Menurutnya, setelah DPA selesai, seluruh program siap dilaksanakan, termasuk penyelesaian kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga.
"Begitu DPA sudah, berarti semua sudah siap untuk dilaksanakan, termasuk juga utang dan segala macam," jelasnya.
Bupati juga menanggapi kritik yang disampaikan DPRD terkait ketidakhadiran TAPD dalam rapat Banggar. Ia menilai penyampaian kritik merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.
"Itu memang tugasnya dewan," katanya.
Sebelumnya, sejumlah anggota Banggar DPRD Kutim menyayangkan ketidakhadiran Ketua TAPD dalam rapat pembahasan anggaran. DPRD menilai kehadiran pimpinan TAPD diperlukan untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan DPA, kondisi keuangan daerah, hingga mekanisme penyelesaian pembayaran kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman, (Foto: Lisda/seputarfakta.com)
Sangatta - Bupati Kutai Timur (Kutim), Ardiansyah Sulaiman, angkat bicara terkait sorotan DPRD atas ketidakhadiran Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) yang sempat menuai kritik dari sejumlah anggota dewan.
Ardiansyah mengatakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim tidak menghadiri rapat Banggar karena sedang menjalankan tugas kedinasan yang diberikan pemerintah daerah.
"Pak Sekda kebetulan saya kasih tugas ada tugas dengan BPK Pusat. Tapi hari ini beliau sedang di Samarinda. Hari ini mendampingi tim dari verifikasi Geopark," ujar Ardiansyah.
Di tengah sorotan DPRD terkait absennya Ketua TAPD, Ardiansyah memastikan proses pemerintahan tetap berjalan. Menurutnya, setelah DPA selesai, seluruh program siap dilaksanakan, termasuk penyelesaian kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga.
"Begitu DPA sudah, berarti semua sudah siap untuk dilaksanakan, termasuk juga utang dan segala macam," jelasnya.
Bupati juga menanggapi kritik yang disampaikan DPRD terkait ketidakhadiran TAPD dalam rapat Banggar. Ia menilai penyampaian kritik merupakan bagian dari fungsi pengawasan yang dimiliki lembaga legislatif.
"Itu memang tugasnya dewan," katanya.
Sebelumnya, sejumlah anggota Banggar DPRD Kutim menyayangkan ketidakhadiran Ketua TAPD dalam rapat pembahasan anggaran. DPRD menilai kehadiran pimpinan TAPD diperlukan untuk memberikan penjelasan terkait perkembangan DPA, kondisi keuangan daerah, hingga mekanisme penyelesaian pembayaran kewajiban pemerintah kepada pihak ketiga.
(Sf/Rs)