Cari disini...
Politik
Ilustrasi penyakit ISPA. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi ancaman bahaya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).
Selain mengoptimalkan kesiapan fasilitas kesehatan dan medis, Dinkes Paser secara khusus memfokuskan perhatian pada kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.
Anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit asma menjadi prioritas utama yang dipastikan harus mendapatkan perlindungan ekstra dari risiko penyakit pernapasan.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk segera mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kepekatan kabut asap terpantau terus meningkat.
Penggunaan masker medis atau masker pelindung standar menjadi kewajiban utama yang harus dipatuhi ketika warga terpaksa beraktivitas di ruang terbuka.
"Kami mengimbau agar masyarakat melakukan pencegahan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar," kata Amri Yulihardi, Minggu (23/8/2026).
Selain proteksi diri di luar, perlindungan kualitas udara di area dalam rumah juga menjadi penekanan penting dalam langkah mitigasi bencana ini.
Warga disarankan untuk menutup rapat seluruh pintu, jendela, serta akses ventilasi guna mencegah masuknya partikel debu sisa pembakaran ke dalam hunian.
Daya tahan tubuh masyarakat juga dinilai perlu terus ditingkatkan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat secara disiplin di lingkungan keluarga.
Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup serta asupan makanan bergizi seimbang diharapkan menjadi benteng pertahanan utama warga dalam mencegah paparan penyakit.
Terakhir, aspek higienitas pangan menjadi perhatian serius. Warga diminta selalu mencuci bersih buah dan sayuran serta menyimpannya dalam wadah tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi zat berbahaya debu karhutla.
"Dalam kondisi seperti saat ini, kondisi daya tahan tubuh juga harus tetap dijaga dengan baik," tutupnya.
(Sf/Lo)
Cari disini...
Politik

Ilustrasi penyakit ISPA. (Foto: Magnific)
Tana Paser - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Paser meningkatkan kewaspadaan penuh terhadap potensi ancaman bahaya kabut asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (karhutla).
Selain mengoptimalkan kesiapan fasilitas kesehatan dan medis, Dinkes Paser secara khusus memfokuskan perhatian pada kelompok masyarakat yang paling rentan terdampak.
Anak-anak, lanjut usia (lansia), ibu hamil, serta penderita penyakit asma menjadi prioritas utama yang dipastikan harus mendapatkan perlindungan ekstra dari risiko penyakit pernapasan.
Pemerintah daerah mengimbau seluruh masyarakat untuk segera mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kepekatan kabut asap terpantau terus meningkat.
Penggunaan masker medis atau masker pelindung standar menjadi kewajiban utama yang harus dipatuhi ketika warga terpaksa beraktivitas di ruang terbuka.
"Kami mengimbau agar masyarakat melakukan pencegahan dengan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar," kata Amri Yulihardi, Minggu (23/8/2026).
Selain proteksi diri di luar, perlindungan kualitas udara di area dalam rumah juga menjadi penekanan penting dalam langkah mitigasi bencana ini.
Warga disarankan untuk menutup rapat seluruh pintu, jendela, serta akses ventilasi guna mencegah masuknya partikel debu sisa pembakaran ke dalam hunian.
Daya tahan tubuh masyarakat juga dinilai perlu terus ditingkatkan melalui penerapan pola hidup bersih dan sehat secara disiplin di lingkungan keluarga.
Konsumsi air putih dalam jumlah yang cukup serta asupan makanan bergizi seimbang diharapkan menjadi benteng pertahanan utama warga dalam mencegah paparan penyakit.
Terakhir, aspek higienitas pangan menjadi perhatian serius. Warga diminta selalu mencuci bersih buah dan sayuran serta menyimpannya dalam wadah tertutup rapat agar terhindar dari kontaminasi zat berbahaya debu karhutla.
"Dalam kondisi seperti saat ini, kondisi daya tahan tubuh juga harus tetap dijaga dengan baik," tutupnya.
(Sf/Lo)