Politik

    Demi Pendidikan Gratis Terwujud, Rudy-Seno Bakal Alokasikan Anggaran Pendidikan hingga Rp6 Triliun

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2024 pukul 17:29 WITA

    Pasangan Calon Gubernur nomor urut 02 , Rudy-Seno yang menggagas pendidikan gratis. (Foto: Instagram.com/Rudymasud)

    Samarinda - Tekad pasangan calon (Paslon) 02, Rudy Mas'ud-Seno Aji dalam mewujudkan program unggulannya yakni pendidikan gratis akan menyisihkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 Triliun.

    Dengan jumlah APBD Kaltim 2025 yang mencapai Rp 21 Triliun, tentu penggunaan alokasi anggaran pendidikan harusnya mendapatkan sekitar Rp4 Triliun. Hal ini disebabkan pada mandatory spending pendidikan atau alokasi anggaran untuk pendidikan minimal 20 persen dari APBD atau APBN, ketentuan ini terdapat dalam konstitusi pada Pasal 31 ayat (4) dan Pasal 49 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    Berbekal aturan di atas, pemanfaatan penggunaan anggaran masih bisa lebih dari mandatory spending. Juru Bicara Paslon 02 Rudy-Seno, Sudarno mengatakan akan menambah alokasi anggaran per tahunnya hingga seluruh kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi.

    "Kalau 20 persen harusnya minimal Rp4 Triliun dari APBD Kaltim untuk pendidikan. Bahkan Rudy Mas'ud sendiri meminta untuk dimaksimalkan lagi mencapai Rp6 Triliun," tutur Sudarno dihubungi di Samarinda, Rabu (16/10/2024).

    Langkah ini perlu dilakukan menimbang program pendidikan gratis bisa terwujud di Bumi Etam. Apalagi pakar yang terlibat berjumlah tujuh dari latar belakang yang berbeda sudah melakukan kajian intensif untuk menghitung kecukupan anggaran dalam menjalankan mega program tersebut. Sudarno meyakini tidak ada yang salah dalam perhitungan dan dipikirkan secara matang.

    "Kita tidak ada keraguran sama sekali dengan program pendidian gratis dari SMA-S3. Kita sudah hitung secara matang," kata Sudarno.

    Dalam perhitungan tersebut, Tim Rudy-Seno telah menyelipkan komitmen berkeadilan. Yang mana tidak hanya memberikan pendidikan gratis bagi mahasiswa yang kuliah di dalam daerah saja, ia juga telah menyisihkan anggaran beasiswa untuk pemuda di Kaltim yang akan melanjutkan pendidikan di luar daerah.

    "Pendidikan gratis ini untuk sekolah dan kuliah di wilayah Kalimantan Timur, bagi yang mau kuliah di luar Kaltim bahkan luar negeri, kami sediakan beasiswa," tegasnya.

    Adapun data yang dibeberkan oleh Tim Rudy-Seno sebagai berikut, total siswa SMA/SMK/SLB di Kaltim mencapai 180.181 orang, dengan alokasi anggaran pendidikan gratis saat ini sebesar Rp 674 miliar per tahun. Sementara itu, jumlah mahasiswa S1 di Kaltim mencapai 108.518 orang, membutuhkan anggaran sekitar Rp 868 miliar per tahun untuk program pendidikan gratis. 

    Untuk tingkat S2 dan S3, dengan total mahasiswa 2.395 orang, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 45 miliar per tahun. Jika dirinci, total anggaran yang dibutuhkan untuk program pendidikan gratis mulai dari SMA hingga S3 di Kaltim diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun per tahun.

    "Total Gratispol mulai SMA-S3 baik negeri maupun swasta itu sekitar Rp 1,5 Triliun per tahun," ujarnya.

    Jika dibandingkan dengan paslon kosong satu, Isran-Hadi memiliki janji politik terkait pendidikan ini akan melanjutkan Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) dengan alokasi anggaran yang bertambah.

    Seperti yang pernah dikatakan oleh Hadi Mulyadi yang dipaparkan saat melakukan kampanyenya, ia memaksimalkan anggaran BKT sebesar Rp2,5 Triliun. Dibanding periode sebelumnya Isran-Hadi baru menyerap anggaran BKT sebesar Rp1,3 Triliun.

    "Kami, Isran-Hadi, sudah sepakat bahwa jika terpilih lagi, kami akan mengalokasikan Rp2,5 triliun untuk program Beasiswa Kaltim Tuntas. Insyaallah, dengan peningkatan ini, lebih banyak lagi pelajar dan mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan pendidikan,” ungkap Hadi Mulyadi saat menghadiri Koalisi Pemenangan Isran-Hadi di Samarinda.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Demi Pendidikan Gratis Terwujud, Rudy-Seno Bakal Alokasikan Anggaran Pendidikan hingga Rp6 Triliun

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    16 Oktober 2024 pukul 17:29 WITA

    Pasangan Calon Gubernur nomor urut 02 , Rudy-Seno yang menggagas pendidikan gratis. (Foto: Instagram.com/Rudymasud)

    Samarinda - Tekad pasangan calon (Paslon) 02, Rudy Mas'ud-Seno Aji dalam mewujudkan program unggulannya yakni pendidikan gratis akan menyisihkan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) sebesar Rp6 Triliun.

    Dengan jumlah APBD Kaltim 2025 yang mencapai Rp 21 Triliun, tentu penggunaan alokasi anggaran pendidikan harusnya mendapatkan sekitar Rp4 Triliun. Hal ini disebabkan pada mandatory spending pendidikan atau alokasi anggaran untuk pendidikan minimal 20 persen dari APBD atau APBN, ketentuan ini terdapat dalam konstitusi pada Pasal 31 ayat (4) dan Pasal 49 UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

    Berbekal aturan di atas, pemanfaatan penggunaan anggaran masih bisa lebih dari mandatory spending. Juru Bicara Paslon 02 Rudy-Seno, Sudarno mengatakan akan menambah alokasi anggaran per tahunnya hingga seluruh kebutuhan pendidikan dapat terpenuhi.

    "Kalau 20 persen harusnya minimal Rp4 Triliun dari APBD Kaltim untuk pendidikan. Bahkan Rudy Mas'ud sendiri meminta untuk dimaksimalkan lagi mencapai Rp6 Triliun," tutur Sudarno dihubungi di Samarinda, Rabu (16/10/2024).

    Langkah ini perlu dilakukan menimbang program pendidikan gratis bisa terwujud di Bumi Etam. Apalagi pakar yang terlibat berjumlah tujuh dari latar belakang yang berbeda sudah melakukan kajian intensif untuk menghitung kecukupan anggaran dalam menjalankan mega program tersebut. Sudarno meyakini tidak ada yang salah dalam perhitungan dan dipikirkan secara matang.

    "Kita tidak ada keraguran sama sekali dengan program pendidian gratis dari SMA-S3. Kita sudah hitung secara matang," kata Sudarno.

    Dalam perhitungan tersebut, Tim Rudy-Seno telah menyelipkan komitmen berkeadilan. Yang mana tidak hanya memberikan pendidikan gratis bagi mahasiswa yang kuliah di dalam daerah saja, ia juga telah menyisihkan anggaran beasiswa untuk pemuda di Kaltim yang akan melanjutkan pendidikan di luar daerah.

    "Pendidikan gratis ini untuk sekolah dan kuliah di wilayah Kalimantan Timur, bagi yang mau kuliah di luar Kaltim bahkan luar negeri, kami sediakan beasiswa," tegasnya.

    Adapun data yang dibeberkan oleh Tim Rudy-Seno sebagai berikut, total siswa SMA/SMK/SLB di Kaltim mencapai 180.181 orang, dengan alokasi anggaran pendidikan gratis saat ini sebesar Rp 674 miliar per tahun. Sementara itu, jumlah mahasiswa S1 di Kaltim mencapai 108.518 orang, membutuhkan anggaran sekitar Rp 868 miliar per tahun untuk program pendidikan gratis. 

    Untuk tingkat S2 dan S3, dengan total mahasiswa 2.395 orang, dibutuhkan anggaran sekitar Rp 45 miliar per tahun. Jika dirinci, total anggaran yang dibutuhkan untuk program pendidikan gratis mulai dari SMA hingga S3 di Kaltim diperkirakan mencapai Rp 1,5 triliun per tahun.

    "Total Gratispol mulai SMA-S3 baik negeri maupun swasta itu sekitar Rp 1,5 Triliun per tahun," ujarnya.

    Jika dibandingkan dengan paslon kosong satu, Isran-Hadi memiliki janji politik terkait pendidikan ini akan melanjutkan Beasiswa Kalimantan Timur (BKT) dengan alokasi anggaran yang bertambah.

    Seperti yang pernah dikatakan oleh Hadi Mulyadi yang dipaparkan saat melakukan kampanyenya, ia memaksimalkan anggaran BKT sebesar Rp2,5 Triliun. Dibanding periode sebelumnya Isran-Hadi baru menyerap anggaran BKT sebesar Rp1,3 Triliun.

    "Kami, Isran-Hadi, sudah sepakat bahwa jika terpilih lagi, kami akan mengalokasikan Rp2,5 triliun untuk program Beasiswa Kaltim Tuntas. Insyaallah, dengan peningkatan ini, lebih banyak lagi pelajar dan mahasiswa yang akan mendapatkan bantuan pendidikan,” ungkap Hadi Mulyadi saat menghadiri Koalisi Pemenangan Isran-Hadi di Samarinda.

    (Sf/Rs)