Politik

    Daftar ke KPU PPU, Mudyat-WIN Dikawal Ribuan Simpatisan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    28 Agustus 2024 pukul 19:29 WITA

    Penyambutan Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati PPU di KPU, setelah menggelar deklarasi di Sekber Pemenangan Mudyat-WIN di Jalan Provinsi Kilometer 1,5 Kelurahan Nenang.(Foto:Rahmat)

    Penajam - Pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin (WIN) yang memiliki slogan ‘Gas Sudah!’ ini resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2024-2029.

    Acara deklarasi ini disambut antusias oleh ketua partai politik (Parpol) dan ribuan simpatisan yang hadir di Sekretariat Bersama (Sekber) Pemenangan Mudyat-WIN, Jalan Provinsi Kilometer 1,5 Kelurahan Nenang, Rabu (28/8/2024) sore.

    “Dengan berkumpulnya simpatisan ini, kepercayaan mereka terhadap kami begitu besar untuk menjadi pemimpin daerah,” ucap Mudyat, Rabu (28/8/2024).

    Mudyat mengatakan setelah melaksanakan deklarasi ini, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Saat menuju ke KPU PPU, pasangan itu diiringi sejumlah Partai Politik (Parpol) dan simpatisannya untuk mendaftarkan diri setelah melakukan deklarasi dan disambut dengan tarian khas PPU saat berada di lokasi pendaftaran.

    “Setelah menyerahkan berkas yang kami bawa kepada KPU, alhamdulillah memenuhi syarat dan diterima, selain itu kami juga merupakan pasangan pertama yang mendaftar sebagai Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati PPU,” sebut Mudyat.

    Sebagaimana diketahui, bahwa pasangan Mudyat-WIN ini didukung oleh Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Nasdem. Bahkan didukung juga dari partai non-parlemen seperti PSI.

    “Dari berkas yang kami serahkan ke KPU, kalau dihitung jumlah suara dari empat parpol itu mencapai 40 ribu lebih suaranya,” ungkapnya.

    Dengan mendapat dukungan dari sejumlah Parpol yang memenangkan pada Pemilu lalu, Mudyat mengaku percaya diri keluar sebagai pemenang saat pengumuman pada Pilkada 2024.

    “Walau kami terlambat mendapatkan surat dukungan B1-KWK, tetapi kami yang mendaftar sebagai nomor satu, maka inilah waktunya ‘Gas Sudah!’,” tuturnya.

    Meski sempat diterpa isu tak mendapat dukungan dari parpol untuk maju pada di Pilkada 2024 dikarenakan saat menjelang hari pendaftaran calon bupati dan wakil bupati tidak kunjung ada surat dukungan dari Parpol.

    Tetapi Mudyat bersyukur, sebab surat dukungan dari Parpol yang diusung beberapa hari belakangan ini, telah diserahkan kepada mereka untuk maju dan bertarung pada Pilkada 27 November Mendatang.

    “Kami bersyukur sekali, apalagi salah satu Parpol yang mendukung kami adalah Partai Gerindra yang paling banyak memperoleh kursi DPRD dan dukungan suara,” ungkap Mudyat.

    Kata dia, jika nanti saat pengumuman yang terpilih adalah dirinya maka dia siap mengemban tugas, tanggung jawab dan visi misi yang disampaikan kepada masyarakat.

    “Terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di PPU perlu diperhatikan agar tidak kalah saing sama orang luar daerah yang akan merantau kesini,” pungkasnya.

    (Sf/By)

    Politik

    Daftar ke KPU PPU, Mudyat-WIN Dikawal Ribuan Simpatisan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Buniyamin
    28 Agustus 2024 pukul 19:29 WITA

    Penyambutan Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati PPU di KPU, setelah menggelar deklarasi di Sekber Pemenangan Mudyat-WIN di Jalan Provinsi Kilometer 1,5 Kelurahan Nenang.(Foto:Rahmat)

    Penajam - Pasangan Mudyat Noor-Abdul Waris Muin (WIN) yang memiliki slogan ‘Gas Sudah!’ ini resmi mendeklarasikan diri sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) periode 2024-2029.

    Acara deklarasi ini disambut antusias oleh ketua partai politik (Parpol) dan ribuan simpatisan yang hadir di Sekretariat Bersama (Sekber) Pemenangan Mudyat-WIN, Jalan Provinsi Kilometer 1,5 Kelurahan Nenang, Rabu (28/8/2024) sore.

    “Dengan berkumpulnya simpatisan ini, kepercayaan mereka terhadap kami begitu besar untuk menjadi pemimpin daerah,” ucap Mudyat, Rabu (28/8/2024).

    Mudyat mengatakan setelah melaksanakan deklarasi ini, langkah selanjutnya yang akan dilakukan adalah melakukan pendaftaran ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

    Saat menuju ke KPU PPU, pasangan itu diiringi sejumlah Partai Politik (Parpol) dan simpatisannya untuk mendaftarkan diri setelah melakukan deklarasi dan disambut dengan tarian khas PPU saat berada di lokasi pendaftaran.

    “Setelah menyerahkan berkas yang kami bawa kepada KPU, alhamdulillah memenuhi syarat dan diterima, selain itu kami juga merupakan pasangan pertama yang mendaftar sebagai Bapaslon Bupati dan Wakil Bupati PPU,” sebut Mudyat.

    Sebagaimana diketahui, bahwa pasangan Mudyat-WIN ini didukung oleh Partai Gerindra, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Partai Nasdem. Bahkan didukung juga dari partai non-parlemen seperti PSI.

    “Dari berkas yang kami serahkan ke KPU, kalau dihitung jumlah suara dari empat parpol itu mencapai 40 ribu lebih suaranya,” ungkapnya.

    Dengan mendapat dukungan dari sejumlah Parpol yang memenangkan pada Pemilu lalu, Mudyat mengaku percaya diri keluar sebagai pemenang saat pengumuman pada Pilkada 2024.

    “Walau kami terlambat mendapatkan surat dukungan B1-KWK, tetapi kami yang mendaftar sebagai nomor satu, maka inilah waktunya ‘Gas Sudah!’,” tuturnya.

    Meski sempat diterpa isu tak mendapat dukungan dari parpol untuk maju pada di Pilkada 2024 dikarenakan saat menjelang hari pendaftaran calon bupati dan wakil bupati tidak kunjung ada surat dukungan dari Parpol.

    Tetapi Mudyat bersyukur, sebab surat dukungan dari Parpol yang diusung beberapa hari belakangan ini, telah diserahkan kepada mereka untuk maju dan bertarung pada Pilkada 27 November Mendatang.

    “Kami bersyukur sekali, apalagi salah satu Parpol yang mendukung kami adalah Partai Gerindra yang paling banyak memperoleh kursi DPRD dan dukungan suara,” ungkap Mudyat.

    Kata dia, jika nanti saat pengumuman yang terpilih adalah dirinya maka dia siap mengemban tugas, tanggung jawab dan visi misi yang disampaikan kepada masyarakat.

    “Terutama dengan hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN), perkembangan Sumber Daya Manusia (SDM) di PPU perlu diperhatikan agar tidak kalah saing sama orang luar daerah yang akan merantau kesini,” pungkasnya.

    (Sf/By)