Politik

    Bupati Kukar Minta Masyarakat Beri Eks Penghuni Lapas Kesempatan Kedua di Kehidupan Sosial

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 19:51 WITA

    Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong saat kumpul bersama keluarga (Dok: Lapas Kelas IIA Tenggarong)

    Tenggarong -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri meminta masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah selesai menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. 

    Pesan tersebut disampaikan Aulia saat menghadiri Syukuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jumat (22/5/2026).

    Menurutnya, para warga binaan telah melewati proses pembinaan yang tidak mudah sebagai bekal kembali ke kehidupan sosial, sehingga masyarakat perlu memberikan kesempatan kedua dan menerima mereka kembali tanpa stigma negatif.

    Selain memberikan sambutan, Aulia bersama rombongan juga melihat langsung berbagai fasilitas serta program pembinaan yang dijalankan di lapas, mulai dari blok hunian, dapur, klinik kesehatan, hingga area Kampung Asimilasi yang mengembangkan kegiatan pertanian, perikanan, dan jasa pencucian kendaraan.

    Ia mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dinilai mampu membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat.

    “Program-program pembinaan yang dijalankan sangat baik untuk membentuk kembali kesiapan warga binaan agar bisa hidup dan beraktivitas normal di tengah masyarakat,” ujar Aulia.

    Aulia juga mengungkapkan sempat berbincang langsung dengan sejumlah warga binaan. 

    Dalam dialog tersebut, mereka berharap adanya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pembinaan keagamaan di dalam lapas.

    Ia menilai pembinaan yang maksimal dapat membangun kembali rasa percaya diri warga binaan ketika kembali berkumpul bersama keluarga maupun lingkungan sosialnya.

    Ia pun mengimbau masyarakat agar membuka ruang penerimaan bagi para mantan warga binaan.

    “Kami berharap masyarakat tidak memandang negatif mereka yang telah selesai menjalani pembinaan. Mereka perlu diterima kembali agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Bupati Kukar Minta Masyarakat Beri Eks Penghuni Lapas Kesempatan Kedua di Kehidupan Sosial

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    22 Mei 2026 pukul 19:51 WITA

    Warga Binaan Lapas Kelas IIA Tenggarong saat kumpul bersama keluarga (Dok: Lapas Kelas IIA Tenggarong)

    Tenggarong -Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri meminta masyarakat untuk tidak memberi stigma negatif kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang telah selesai menjalani masa pembinaan di lembaga pemasyarakatan. 

    Pesan tersebut disampaikan Aulia saat menghadiri Syukuran Hari Bhakti Pemasyarakatan ke-62 di Lapas Kelas IIA Tenggarong, Jumat (22/5/2026).

    Menurutnya, para warga binaan telah melewati proses pembinaan yang tidak mudah sebagai bekal kembali ke kehidupan sosial, sehingga masyarakat perlu memberikan kesempatan kedua dan menerima mereka kembali tanpa stigma negatif.

    Selain memberikan sambutan, Aulia bersama rombongan juga melihat langsung berbagai fasilitas serta program pembinaan yang dijalankan di lapas, mulai dari blok hunian, dapur, klinik kesehatan, hingga area Kampung Asimilasi yang mengembangkan kegiatan pertanian, perikanan, dan jasa pencucian kendaraan.

    Ia mengapresiasi berbagai program pembinaan yang dinilai mampu membantu warga binaan mempersiapkan diri sebelum kembali ke masyarakat.

    “Program-program pembinaan yang dijalankan sangat baik untuk membentuk kembali kesiapan warga binaan agar bisa hidup dan beraktivitas normal di tengah masyarakat,” ujar Aulia.

    Aulia juga mengungkapkan sempat berbincang langsung dengan sejumlah warga binaan. 

    Dalam dialog tersebut, mereka berharap adanya dukungan pemerintah daerah terhadap kegiatan pembinaan keagamaan di dalam lapas.

    Ia menilai pembinaan yang maksimal dapat membangun kembali rasa percaya diri warga binaan ketika kembali berkumpul bersama keluarga maupun lingkungan sosialnya.

    Ia pun mengimbau masyarakat agar membuka ruang penerimaan bagi para mantan warga binaan.

    “Kami berharap masyarakat tidak memandang negatif mereka yang telah selesai menjalani pembinaan. Mereka perlu diterima kembali agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik bersama keluarga dan lingkungan sekitarnya,” tandasnya.

    (Sf/Rs)