Politik

    Bergerilya di Akar Rumput, Sayap Partai Gerindra Sasar Panti Asuhan untuk Semarakkan Kemerdekaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 15:14 WITA

    Usai perlombaan kemerdekaan di UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan. (Foto: Maulana.Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hingga puncak perayaan bulan kemerdekaan, lomba 17-an rupanya belum menyentuh UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan. 

    Memanfaatkan celah momentum tersebut, sayap pemuda Partai Gerindra, Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (PC TIDAR) Samarinda, memilih turun gunung dan melakukan manuver gerilya untuk membuat kompetisi bagi anak-anak.

    Kehadiran para kader muda ini membawa angin segar sekaligus momen penuh kehangatan, gelak tawa dan semangat kompetisi yang positif. 

    Perwakilan pengasuh UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan, Haiman Mazidi, menyambut inisiatif tersebut.

    Menurutnya, pergerakan ini menjadi hadiah bagi keseharian anak-anak asuhnya.

    "Anak-anak yang sebelumnya belum merasakan lomba kemerdekaan, hari ini akhirnya bisa bermain dan tertawa bersama. Kami tentu sangat berterima kasih," ungkap Haiman.

    Kompetisi yang dibuat oleh TIDAR ini bukan lomba pada umumnya, dengan mengandalkan fisik khas ala 17-an.

    Melainkan, anak-anak panti diajak beradu pengetahuan melalui cerdas cermat sejarah bangsa, lomba membaca puisi, hingga ajang pencarian bakat Tidar IDOL.

    Wajah anak-anak tidak bisa dibohongi, mereka sangat terlihat senang dan antusias. Eva, salah satu penghuni panti yang juga siswi kelas IX SMPN 34 Samarinda, mengaku sangat gembira bisa iku dalam setiap lomba. Ia berharap lomba seperti ini juga terus ada di panti asuhannya.

    Ketua PC TIDAR Samarinda, Ibnu Wahyudi, menegaskan bahwa pergerakan organisasinya memang dirancang untuk menyentuh masyarakat secara langsung, sekaligus menjadi ruang untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh.

    "Semangat kebersamaan dan kepemudaan yang dibawa dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang mandiri dan memiliki daya juang menuju Indonesia Emas 2045," tegas Ibnu.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Bergerilya di Akar Rumput, Sayap Partai Gerindra Sasar Panti Asuhan untuk Semarakkan Kemerdekaan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    25 Agustus 2026 pukul 15:14 WITA

    Usai perlombaan kemerdekaan di UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan. (Foto: Maulana.Seputarfakta.com)

    Samarinda - Hingga puncak perayaan bulan kemerdekaan, lomba 17-an rupanya belum menyentuh UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan. 

    Memanfaatkan celah momentum tersebut, sayap pemuda Partai Gerindra, Pengurus Cabang Tunas Indonesia Raya (PC TIDAR) Samarinda, memilih turun gunung dan melakukan manuver gerilya untuk membuat kompetisi bagi anak-anak.

    Kehadiran para kader muda ini membawa angin segar sekaligus momen penuh kehangatan, gelak tawa dan semangat kompetisi yang positif. 

    Perwakilan pengasuh UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan, Haiman Mazidi, menyambut inisiatif tersebut.

    Menurutnya, pergerakan ini menjadi hadiah bagi keseharian anak-anak asuhnya.

    "Anak-anak yang sebelumnya belum merasakan lomba kemerdekaan, hari ini akhirnya bisa bermain dan tertawa bersama. Kami tentu sangat berterima kasih," ungkap Haiman.

    Kompetisi yang dibuat oleh TIDAR ini bukan lomba pada umumnya, dengan mengandalkan fisik khas ala 17-an.

    Melainkan, anak-anak panti diajak beradu pengetahuan melalui cerdas cermat sejarah bangsa, lomba membaca puisi, hingga ajang pencarian bakat Tidar IDOL.

    Wajah anak-anak tidak bisa dibohongi, mereka sangat terlihat senang dan antusias. Eva, salah satu penghuni panti yang juga siswi kelas IX SMPN 34 Samarinda, mengaku sangat gembira bisa iku dalam setiap lomba. Ia berharap lomba seperti ini juga terus ada di panti asuhannya.

    Ketua PC TIDAR Samarinda, Ibnu Wahyudi, menegaskan bahwa pergerakan organisasinya memang dirancang untuk menyentuh masyarakat secara langsung, sekaligus menjadi ruang untuk menyiapkan generasi penerus yang tangguh.

    "Semangat kebersamaan dan kepemudaan yang dibawa dalam kegiatan ini diharapkan menjadi bekal untuk melahirkan generasi yang mandiri dan memiliki daya juang menuju Indonesia Emas 2045," tegas Ibnu.

    (Sf/Rs)