Cari disini...
Politik
Komisioner Bawaslu Kukar, Hardianda. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bawaslu menurunkan 40 personel untuk mengawasi kunjungan Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan ke Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/1/2024) hari ini.
Komisioner Bawaslu Kukar, Hardianda mengatakan pengawasan ketat dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran netralitas ASN, pidana maupun lainnya.
"Untuk pengawasannya sendiri, kami menurunkan 40 orang. Mereka berasal dari Bawaslu Kukar dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang direkrut oleh Bawaslu," ungkapnya.
Pengawasan kegiatan kunjungan Capres ini berlaku sama dengan Capres Ganjar Pranowo yang sudah lebih dulu berkunjung ke Kukar.
Namun pada kunjungan tersebut, Bawaslu Kukar telah mengantongi sejumlah nama oknum ASN yang diduga melakukan pelanggaran netralitas.
"Pengawasan akan terus kami lakukan, karena kunjungan capres ini ditakutkan miliki potensi yang sama," katanya.
Saat kunjungan capres Ganjar, lanjut dia, Bawaslu Kukar telah menemukan dan mencatat pelanggaran netralitas tersebut. "Itu sedang dalam proses kami," tegasnya.
Bawaslu Kukar terus melakukan koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan maupun stakeholder terkait.
"Kami berharap pada kunjungan capres kali ini berjalan dengan baik dan tidak ada pelanggaran baru yang timbul," pungkasnya.
(Sf/By)
Cari disini...
Politik

Komisioner Bawaslu Kukar, Hardianda. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bawaslu menurunkan 40 personel untuk mengawasi kunjungan Calon Presiden (Capres) Anies Rasyid Baswedan ke Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis (11/1/2024) hari ini.
Komisioner Bawaslu Kukar, Hardianda mengatakan pengawasan ketat dilakukan agar tidak terjadi pelanggaran netralitas ASN, pidana maupun lainnya.
"Untuk pengawasannya sendiri, kami menurunkan 40 orang. Mereka berasal dari Bawaslu Kukar dan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) yang direkrut oleh Bawaslu," ungkapnya.
Pengawasan kegiatan kunjungan Capres ini berlaku sama dengan Capres Ganjar Pranowo yang sudah lebih dulu berkunjung ke Kukar.
Namun pada kunjungan tersebut, Bawaslu Kukar telah mengantongi sejumlah nama oknum ASN yang diduga melakukan pelanggaran netralitas.
"Pengawasan akan terus kami lakukan, karena kunjungan capres ini ditakutkan miliki potensi yang sama," katanya.
Saat kunjungan capres Ganjar, lanjut dia, Bawaslu Kukar telah menemukan dan mencatat pelanggaran netralitas tersebut. "Itu sedang dalam proses kami," tegasnya.
Bawaslu Kukar terus melakukan koordinasi dengan Panwaslu Kecamatan maupun stakeholder terkait.
"Kami berharap pada kunjungan capres kali ini berjalan dengan baik dan tidak ada pelanggaran baru yang timbul," pungkasnya.
(Sf/By)