Cari disini...
Politik
Kegiatan sosialisasi Bawasku Balikpapan dalam menciptakan Pilkada 2024 yang bersih. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Bawaslu Kota Balikpapan menggelar rapat koordinasi terkait dengan posisi stakholder dalam menciptakan Pilkada 2024 Bersih di Kota Balikpapan, Rabu (31/7/2024).
Dalam sambutan, Ketua Bawaslu Balikpapan Wasanti menyampaikan, bahwa pihaknya harus menyelesaikan kegiatan sosialisasi sebelum waktu pencalonan.
Ada sekitar 38 kegiatan sosialisasi yang dilakukan baik di tingkat kecamatan maupun kota. Hal itu dilakukan agar Bawaslu lebih terfokus pada tahap pencalonan dan masa kampanye.
"Jadi saat kampanye, kami tidak lagi berbicara soal sosialisasi. Dan saat kampanye nanti, masyarakat yang sudah kami sentuh bisa mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban mereka," ucap Wasanti kepada awak media di sela kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, Bawaslu Balikpapan telah mengundang Kejaksaan Negeri Balikpapan, akademisi dan pemerintah sebagai narasumber, karena dianggap telah mewakili seluruh elemen.
Sosialisasi kali ini, kata dia, lebih berbicara mengenai netralitas ASN dan aparat negara, hingga menyampaikan tindakan tegas dalam penegakan hukumnya.
Untuk menciptakan Pilkada bersih, ia berharap Pilkada 2024 tanpa money politik, tanpa berita hoax dan memiliki ASN yang netral.
"Saya sudah sering katakan, ini isu setiap pemilu, bukan saat ini saja, tetapi sebelumnya juga ada isu seperti ini," akunya.
Selain untuk pengelolaan anggaran di internal Bawaslu sebesar Rp17,5 miliar diharapkan lebih jelas. Dan untuk mengetahuinya, semua bisa di akses di link Bawaslu sekitar bulan Januari 2024, untuk melihat penggunaan anggaran hibah yang diterima Bawaslu.
"Itu bentuk transparasi dan pertanggungjawaban kami kepada masyarakat, terkait penggunaan dana hibah itu," paparnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Kegiatan sosialisasi Bawasku Balikpapan dalam menciptakan Pilkada 2024 yang bersih. (Foto: Maya Sari/Seputarfakta.com)
Balikpapan - Bawaslu Kota Balikpapan menggelar rapat koordinasi terkait dengan posisi stakholder dalam menciptakan Pilkada 2024 Bersih di Kota Balikpapan, Rabu (31/7/2024).
Dalam sambutan, Ketua Bawaslu Balikpapan Wasanti menyampaikan, bahwa pihaknya harus menyelesaikan kegiatan sosialisasi sebelum waktu pencalonan.
Ada sekitar 38 kegiatan sosialisasi yang dilakukan baik di tingkat kecamatan maupun kota. Hal itu dilakukan agar Bawaslu lebih terfokus pada tahap pencalonan dan masa kampanye.
"Jadi saat kampanye, kami tidak lagi berbicara soal sosialisasi. Dan saat kampanye nanti, masyarakat yang sudah kami sentuh bisa mengerti apa yang menjadi tugas dan kewajiban mereka," ucap Wasanti kepada awak media di sela kegiatan.
Dalam sosialisasi tersebut, Bawaslu Balikpapan telah mengundang Kejaksaan Negeri Balikpapan, akademisi dan pemerintah sebagai narasumber, karena dianggap telah mewakili seluruh elemen.
Sosialisasi kali ini, kata dia, lebih berbicara mengenai netralitas ASN dan aparat negara, hingga menyampaikan tindakan tegas dalam penegakan hukumnya.
Untuk menciptakan Pilkada bersih, ia berharap Pilkada 2024 tanpa money politik, tanpa berita hoax dan memiliki ASN yang netral.
"Saya sudah sering katakan, ini isu setiap pemilu, bukan saat ini saja, tetapi sebelumnya juga ada isu seperti ini," akunya.
Selain untuk pengelolaan anggaran di internal Bawaslu sebesar Rp17,5 miliar diharapkan lebih jelas. Dan untuk mengetahuinya, semua bisa di akses di link Bawaslu sekitar bulan Januari 2024, untuk melihat penggunaan anggaran hibah yang diterima Bawaslu.
"Itu bentuk transparasi dan pertanggungjawaban kami kepada masyarakat, terkait penggunaan dana hibah itu," paparnya.
(Sf/Rs)