Politik

    Bakal jadi Pertemuan Pertama Isran - Rudy, PWNU Kaltim Uji Gagasan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Soal Budaya dan Adat Pada 5 September 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 18:57 WITA

    Konferensi pers pra-dialog kebudayaan yang dihadiri oleh Ketua PWNU Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar dialog kebudayaan yang akan melibatkan para kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2024.

    Dialog ini, merupakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI yang akan dilaksanakan di Ruang Serbaguna lantai 4 Rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda, Kamis (5/9/2024).

    Adapun tema yang akan diusung adalah "Penguatan Kebudayaan dan Masyarakat Adat Dalam Pemeliharaan dan Tata Kelola Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Provinsi Kalimantan Timur".

    Ketua Panitia Pelaksana Dialog Kebudayaan, Asman Azis mengungkapkan pasangan calon (paslon) yang telah mendaftar di KPU diundang dalam acara tersebut, yakni Isran Noor - Hadi Mulyadi dan Rudy Mas'ud - Seno Aji.

    Asman memastikan keduanya untuk hadir dalam acara tersebut. Karena dirinya tidak ingin NU sebagai fasilitator dianggap berpihak pada salah satu paslon.

    "Kami sudah sampaikan kepada kedua paslon untuk hadir, karena kami tidak memberikan keleluasaan terhadap salah satu paslon saja, silahkan memanfaatkan bersama-sama forum ini," ungkap Asman di Bagios Cafe, Samarinda, Selasa (3/9/2024).

    Ia menjelaskan arah kegiatan ini adalah bagaimana dapat memberikan ruang kepada calon untuk menyampaikan soal kebudayaan. Menurut Asman untuk memahami kebudayaan bukan hanya sekedar aksesoris saja, ada makna yang lebih dalam.

    "Ketika berbicara soal kebudayaan ini lebih menukik dan membedah secara substansial," katanya.

    Menambahkan itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kaltim, M Fauzi A Bahtar menyebutkan bahwa acara ini juga sebagai ajang silaturahmi, yang mana aspek yang akan dibawa adalah kampanye Pilkada.

    "Kita ingin jadikan kegiatan ini sebagai kampanye dan menjadikan Pilkada ini bermartabat dan mengurangi angka Golput," tambahnya.

    Dengan silaturahmi, ia tidak menginginkan konflik dalam pemilihan ini kembali terulang pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

    "Semoga saja tidak saling menjelekkan, silahkan saja memiliki jagoan masing-massing, cukuplah di Pilpres, jangan sampai di Pilkada ini juga terpecah," tuturnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Bakal jadi Pertemuan Pertama Isran - Rudy, PWNU Kaltim Uji Gagasan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Soal Budaya dan Adat Pada 5 September 

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    03 September 2024 pukul 18:57 WITA

    Konferensi pers pra-dialog kebudayaan yang dihadiri oleh Ketua PWNU Kaltim. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) akan menggelar dialog kebudayaan yang akan melibatkan para kandidat di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kaltim 2024.

    Dialog ini, merupakan kerja sama dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) RI yang akan dilaksanakan di Ruang Serbaguna lantai 4 Rektorat Universitas Mulawarman, Samarinda, Kamis (5/9/2024).

    Adapun tema yang akan diusung adalah "Penguatan Kebudayaan dan Masyarakat Adat Dalam Pemeliharaan dan Tata Kelola Lingkungan dan Sumber Daya Alam di Provinsi Kalimantan Timur".

    Ketua Panitia Pelaksana Dialog Kebudayaan, Asman Azis mengungkapkan pasangan calon (paslon) yang telah mendaftar di KPU diundang dalam acara tersebut, yakni Isran Noor - Hadi Mulyadi dan Rudy Mas'ud - Seno Aji.

    Asman memastikan keduanya untuk hadir dalam acara tersebut. Karena dirinya tidak ingin NU sebagai fasilitator dianggap berpihak pada salah satu paslon.

    "Kami sudah sampaikan kepada kedua paslon untuk hadir, karena kami tidak memberikan keleluasaan terhadap salah satu paslon saja, silahkan memanfaatkan bersama-sama forum ini," ungkap Asman di Bagios Cafe, Samarinda, Selasa (3/9/2024).

    Ia menjelaskan arah kegiatan ini adalah bagaimana dapat memberikan ruang kepada calon untuk menyampaikan soal kebudayaan. Menurut Asman untuk memahami kebudayaan bukan hanya sekedar aksesoris saja, ada makna yang lebih dalam.

    "Ketika berbicara soal kebudayaan ini lebih menukik dan membedah secara substansial," katanya.

    Menambahkan itu, Ketua Tanfidziyah PWNU Kaltim, M Fauzi A Bahtar menyebutkan bahwa acara ini juga sebagai ajang silaturahmi, yang mana aspek yang akan dibawa adalah kampanye Pilkada.

    "Kita ingin jadikan kegiatan ini sebagai kampanye dan menjadikan Pilkada ini bermartabat dan mengurangi angka Golput," tambahnya.

    Dengan silaturahmi, ia tidak menginginkan konflik dalam pemilihan ini kembali terulang pasca Pemilihan Presiden (Pilpres) lalu.

    "Semoga saja tidak saling menjelekkan, silahkan saja memiliki jagoan masing-massing, cukuplah di Pilpres, jangan sampai di Pilkada ini juga terpecah," tuturnya.

    (Sf/Rs)