Cari disini...
Politik
Pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2024 di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Sekretaris Aliansi Kolom Kosong, Andi Manurung, mengungkapkan hasil sementara terkait jumlah suara yang diraih oleh kolom kosong dalam Pemilihan Wali Kota Samarinda 2024. Dirinya mengeklaim ada sekitar 50 ribu suara atau sekitar 20 persen dari total pemilih yang datang ke TPS memilih kolom kosong.
"Dari informasi sementara yang kami dapat, ada sekitar 50 ribu suara untuk kolom kosong, sementara pasangan calon mendapatkan sekitar 300 ribu suara. Ini menunjukkan bahwa sekitar 20 persen masyarakat Samarinda yang datang ke TPS memilih kolom kosong," ujar Andi Manurung saat dikonfirmasi Seputar Fakta, Rabu (27/11/2024).
Menurutnya, angka ini cukup signifikan dan mencerminkan adanya kelompok masyarakat dengan kesadaran politik yang tinggi. Ia menegaskan bahwa pemilih kolom kosong ini datang ke TPS tanpa dipengaruhi oleh politik uang, melainkan atas dasar kesadaran politik yang murni.
“Ketika ada masyarakat yang datang ke TPS lalu memilih kolom kosong, tentu itu didasari kesadaran politik. Tidak ada satu pun pihak yang memberikan uang untuk memenangkan kolom kosong, artinya di sini tidak ada money politic,” tegasnya.
Menurutnya, pilihan terhadap kolom kosong merupakan salah satu cara masyarakat menyuarakan aspirasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga Samarinda yang memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab tanpa pengaruh iming-iming atau tekanan mesin politik.
“Ini menjadi gambaran penting bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran politik yang lebih matang,” tambahnya.
(Sf/Rs)
Cari disini...
Politik

Pelaksanaan pemungutan suara dalam Pilkada Serentak 2024 di Samarinda. (Foto: Tria/Seputarfakta.com)
Samarinda – Sekretaris Aliansi Kolom Kosong, Andi Manurung, mengungkapkan hasil sementara terkait jumlah suara yang diraih oleh kolom kosong dalam Pemilihan Wali Kota Samarinda 2024. Dirinya mengeklaim ada sekitar 50 ribu suara atau sekitar 20 persen dari total pemilih yang datang ke TPS memilih kolom kosong.
"Dari informasi sementara yang kami dapat, ada sekitar 50 ribu suara untuk kolom kosong, sementara pasangan calon mendapatkan sekitar 300 ribu suara. Ini menunjukkan bahwa sekitar 20 persen masyarakat Samarinda yang datang ke TPS memilih kolom kosong," ujar Andi Manurung saat dikonfirmasi Seputar Fakta, Rabu (27/11/2024).
Menurutnya, angka ini cukup signifikan dan mencerminkan adanya kelompok masyarakat dengan kesadaran politik yang tinggi. Ia menegaskan bahwa pemilih kolom kosong ini datang ke TPS tanpa dipengaruhi oleh politik uang, melainkan atas dasar kesadaran politik yang murni.
“Ketika ada masyarakat yang datang ke TPS lalu memilih kolom kosong, tentu itu didasari kesadaran politik. Tidak ada satu pun pihak yang memberikan uang untuk memenangkan kolom kosong, artinya di sini tidak ada money politic,” tegasnya.
Menurutnya, pilihan terhadap kolom kosong merupakan salah satu cara masyarakat menyuarakan aspirasi mereka. Hal ini menunjukkan bahwa semakin banyak warga Samarinda yang memahami pentingnya menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab tanpa pengaruh iming-iming atau tekanan mesin politik.
“Ini menjadi gambaran penting bahwa masyarakat mulai memiliki kesadaran politik yang lebih matang,” tambahnya.
(Sf/Rs)