Politik

    Ada Indikasi Kotak Kosong, KPU Kaltim Bakal Buat Kegiatan Lebih Variatif untuk Memikat Partisipasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2024 pukul 18:25 WITA

    Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinamika politik di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengarah kepada kotak kosong. Keadaan ini membuat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikhawatirkan semakin menurun.

    Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah merencanakan sejumlah kegiatan dan sosialisasi yang lebih variatif. Hal ini dilakukan agar dapat menyasar di seluruh kalangan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2024.

    "Kami tetap pada posisinya adalah sosialisasi, dan yang paling utama mengajak orang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena partisipasi bukan hanya diukur jumlah suara yang sah terhadap yang jadi, tapi partisipasi diukur dari orang yang datang ke TPS," ungkap Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid di Kantor KPU, Samarinda, Rabu (31/7/2024).

    Adapun bentuk sosialisasi ini akan bekerja sama dengan media, influencer, dan beberapa item lainnya dapat bekerja sama dengan organisasi kepemudaan. Qayyim mengharapkan kerja sama tersebut dapat menyasar kepada 11 segmen utama yang telah ditetapkan, termasuk disabilitas, perempuan, pemula, pemuka agama dan pinggiran.

    "Kami juga sosialisasi melalui event, adapun event yang akan berjalan di bulan agustus ini salah satunya lomba gapura demokrasi. Konsepnya ini masyarakat Kaltim yang memiliki gapura di depan gang untuk dihiasi dengan seindah mungkin," paparnya.

    Dengan langkah tersebut, Qayyim sangat optimis dalam Pilkada serentak ini bisa meningkatkan jumlah partisipasi dari Pilkada sebelumnya yang cenderung di bawah dari target nasional, terlepas dari dinamika politik yang sedang terjadi di Kaltim.

    "Kami sangat optimis, apalagi saat ini Pilkada serentak, berbarengan antara Pilgub, Pilwali, dan Pilbup. Semoga ini menjadi capaian terbaik," tukasnya.

    (Sf/Rs)

    Politik

    Ada Indikasi Kotak Kosong, KPU Kaltim Bakal Buat Kegiatan Lebih Variatif untuk Memikat Partisipasi

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    31 Juli 2024 pukul 18:25 WITA

    Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Dinamika politik di Kalimantan Timur (Kaltim) mulai mengarah kepada kotak kosong. Keadaan ini membuat partisipasi masyarakat dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dikhawatirkan semakin menurun.

    Sehingga Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sudah merencanakan sejumlah kegiatan dan sosialisasi yang lebih variatif. Hal ini dilakukan agar dapat menyasar di seluruh kalangan, sehingga dapat meningkatkan partisipasi pemilih di Pilkada serentak 2024.

    "Kami tetap pada posisinya adalah sosialisasi, dan yang paling utama mengajak orang datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Karena partisipasi bukan hanya diukur jumlah suara yang sah terhadap yang jadi, tapi partisipasi diukur dari orang yang datang ke TPS," ungkap Komisioner KPU Kaltim, Abdul Qayyim Rasyid di Kantor KPU, Samarinda, Rabu (31/7/2024).

    Adapun bentuk sosialisasi ini akan bekerja sama dengan media, influencer, dan beberapa item lainnya dapat bekerja sama dengan organisasi kepemudaan. Qayyim mengharapkan kerja sama tersebut dapat menyasar kepada 11 segmen utama yang telah ditetapkan, termasuk disabilitas, perempuan, pemula, pemuka agama dan pinggiran.

    "Kami juga sosialisasi melalui event, adapun event yang akan berjalan di bulan agustus ini salah satunya lomba gapura demokrasi. Konsepnya ini masyarakat Kaltim yang memiliki gapura di depan gang untuk dihiasi dengan seindah mungkin," paparnya.

    Dengan langkah tersebut, Qayyim sangat optimis dalam Pilkada serentak ini bisa meningkatkan jumlah partisipasi dari Pilkada sebelumnya yang cenderung di bawah dari target nasional, terlepas dari dinamika politik yang sedang terjadi di Kaltim.

    "Kami sangat optimis, apalagi saat ini Pilkada serentak, berbarengan antara Pilgub, Pilwali, dan Pilbup. Semoga ini menjadi capaian terbaik," tukasnya.

    (Sf/Rs)