Politik

    60 Anggota KPPS Kecamatan Sambutan Alami Keracunan Makanan saat Pelantikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2024 pukul 18:04 WITA

    Korban keracunan makanan pada pelaksanaan pelantikan anggota KPPS di Sambutan yang dirawat di Rumah Sakit Tentara. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 60 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, harus mendapat perawatan medis diduga akibat keracunan makanan.

    Mereka mengalami gejala seperti diare, demam dan lemas setelah mengonsumsi nasi kotak saat pelantikan anggota KPPS di TJIU Palace, Samarinda, Kamis (25/1/2024) lalu. 

    Salah seorang korban, Kanaisha mengaku, awalnya ia bersama rekan-rekannya tidak merasakan ada yang ganjil dengan makanan yang disajikan.

    Mereka hanya menyantap nasi goreng dan lauk ayam yang dibagikan oleh panitia pelantikan. "Rasanya biasa saja, tidak ada yang aneh. Tapi begitu sampai di rumah, saya merasa badan saya tidak enak dan berpikir cuma masuk angin, tapi ternyata malamnya saya diare," ujar Kanisha, saat dihubungi seputarfakta.com, Sabtu (27/1/2024).

    Wanita berusia 20 tahun itu, mengaku tidak sendirian mengalami hal tersebut. Ketika mengecek ponselnya, ia mendapati banyak pesan dari rekan-rekannya yang juga menjadi korban keracunan makanan. 

    "Banyak yang bilang mereka juga diare dan demam, bahkan ada yang muntah-muntah. Saya khawatir sekali, jadi saya langsung pergi ke rumah sakit," bebernya. 

    Kanaisha dan sejumlah korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Samarinda. Di sana, mereka mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter. "Alhamdulillah kondisi saya sudah membaik. Dokter bilang saya keracunan makanan, tapi belum tahu penyebabnya. Mungkin ada bahan makanan yang sudah basi atau terkontaminasi," tuturnya.

    Komisioner KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono mengaku baru mengetahui adanya insiden keracunan makanan yang menimpa anggota KPPS Sambutan.

    Ia mengatakan bahwa ini menjadi tanggung jawab Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang mengatur segala aspek kegiatan pelantikan, termasuk konsumsi peserta KPPS.

    "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kami akan segera berkoordinasi dengan PPS untuk menindaklanjuti masalah ini. Kami juga akan memastikan bahwa konsumsi yang disediakan untuk anggota KPPS di wilayah lain sudah memenuhi standar kesehatan," ucap Dwi. 

    Dwi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para korban dan berharap mereka bisa segera pulih. KPU pun akan memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban. "Kami berharap ini tidak mengganggu proses persiapan Pemilu 2024. Kami mengapresiasi dedikasi dan semangat para anggota KPPS yang sudah bersedia mengabdi untuk demokrasi," pungkasnya.

     

    (Sf/Rs)

    Politik

    60 Anggota KPPS Kecamatan Sambutan Alami Keracunan Makanan saat Pelantikan

    Penulis:Maulana|Redaktur:Rusdianto
    27 Januari 2024 pukul 18:04 WITA

    Korban keracunan makanan pada pelaksanaan pelantikan anggota KPPS di Sambutan yang dirawat di Rumah Sakit Tentara. (Foto: Maulana/Seputarfakta.com)

    Samarinda - Sebanyak 60 anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Pemilu 2024 di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, harus mendapat perawatan medis diduga akibat keracunan makanan.

    Mereka mengalami gejala seperti diare, demam dan lemas setelah mengonsumsi nasi kotak saat pelantikan anggota KPPS di TJIU Palace, Samarinda, Kamis (25/1/2024) lalu. 

    Salah seorang korban, Kanaisha mengaku, awalnya ia bersama rekan-rekannya tidak merasakan ada yang ganjil dengan makanan yang disajikan.

    Mereka hanya menyantap nasi goreng dan lauk ayam yang dibagikan oleh panitia pelantikan. "Rasanya biasa saja, tidak ada yang aneh. Tapi begitu sampai di rumah, saya merasa badan saya tidak enak dan berpikir cuma masuk angin, tapi ternyata malamnya saya diare," ujar Kanisha, saat dihubungi seputarfakta.com, Sabtu (27/1/2024).

    Wanita berusia 20 tahun itu, mengaku tidak sendirian mengalami hal tersebut. Ketika mengecek ponselnya, ia mendapati banyak pesan dari rekan-rekannya yang juga menjadi korban keracunan makanan. 

    "Banyak yang bilang mereka juga diare dan demam, bahkan ada yang muntah-muntah. Saya khawatir sekali, jadi saya langsung pergi ke rumah sakit," bebernya. 

    Kanaisha dan sejumlah korban lainnya dilarikan ke Rumah Sakit Tentara di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Samarinda. Di sana, mereka mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan dari dokter. "Alhamdulillah kondisi saya sudah membaik. Dokter bilang saya keracunan makanan, tapi belum tahu penyebabnya. Mungkin ada bahan makanan yang sudah basi atau terkontaminasi," tuturnya.

    Komisioner KPU Kota Samarinda, Dwi Haryono mengaku baru mengetahui adanya insiden keracunan makanan yang menimpa anggota KPPS Sambutan.

    Ia mengatakan bahwa ini menjadi tanggung jawab Panitia Pemungutan Suara (PPS) yang mengatur segala aspek kegiatan pelantikan, termasuk konsumsi peserta KPPS.

    "Kami sangat menyesalkan kejadian ini. Kami akan segera berkoordinasi dengan PPS untuk menindaklanjuti masalah ini. Kami juga akan memastikan bahwa konsumsi yang disediakan untuk anggota KPPS di wilayah lain sudah memenuhi standar kesehatan," ucap Dwi. 

    Dwi juga menyampaikan permohonan maafnya kepada para korban dan berharap mereka bisa segera pulih. KPU pun akan memberikan bantuan dan dukungan kepada para korban. "Kami berharap ini tidak mengganggu proses persiapan Pemilu 2024. Kami mengapresiasi dedikasi dan semangat para anggota KPPS yang sudah bersedia mengabdi untuk demokrasi," pungkasnya.

     

    (Sf/Rs)