Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Wujudkan Nelayan Tangguh dan Mandiri, DKP Kukar Bangunkan SPBN

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    04 November 2025 pukul 13:28 WITA

    Ilustrasi SPBN. (Istimewa)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk para nelayan.

    Ini juga menjadi upaya pemerintah daerah (pemda) untuk mewujudkan nelayan tangguh di Kukar. 

    Saat ini Pemkab Kukar telah banyak menyalurkan berbagai bantuan demi memperkuat sektor perikanan tangkap. Langkah ini menjadi bagian untuk menyukseskan satu dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik, khususnya peningkatan ekonomi kreakyatan.

    Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap DKP Kukar, Asli Husaini mengatakan program utama yang dijalankan adalah pengembangan perikanan tangkap. 

    Dalam program ini terdapat berbagai sub kegiatan yang berfokus pada peningkatan produksi dan penyediaan sarana prasarana bagi nelayan di pesisir.

    Program ini meliputi pengadaan perahu, mesin ketinting, mesin diesel, serta pembangunan jembatan tambat dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). 

    "TPI sudah beroperasi di Samboja, sedangkan di Muara Badak masih proses penyempurnaan yang nantinya akan dilengkapi tambatan perahu pada 2026 mendatang,” kata Asli Husaini, Selasa (4/11/2025).

    Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat aspek legalitas melalui program e-Pas Kecil, yaitu perizinan kapal atau ketinting yang wajib dimiliki para nelayan agar bisa beroperasi secara sah. 

    "Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dan KSOP, karena izin kapal ini nantinya jadi dasar supaya para nelayan bisa mengakses BBM bersubsidi yang sudah disediakan," ujarnya.

    Kata dia, E-Pas Kecil ini terhubung dengan sistem digital berbasis aplikasi seperti XStar, nelayan nantinya akan menggunakan kode QR untuk membeli bahan bakar. Setiap nelayan memiliki kuota tertentu, 60 liter per bulan.

    Sementara, pembangunan SPBN di Kukar berada di wilayah Muara Jawa, Samboja, Anggana dan Muara Badak. Semua lokasi tersebut sudah mendapatkan rekomendasi pendirian dari Pemprov Kaltim serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    "Kalau di Anggana peletakan batu pertamanya sudah dilakukan PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) selaku perusda dan pihak ketiga. Targetnya SPBN di Anggana bisa diresmikan 2025 ini. Selanjutnya SPBN Muara Badak dan Samboja masih dalam tahap penyempurnaan,” ungkapnya.

    DKP juga akan membangun SPBN di wilayah perairan sungai seperti Muara Muntai, Pela dan Semayang. Meski belum ditetapkan sebagai target resmi, daerah tersebut menjadi bahan pertimbangan karena aktivitas nelayannya cukup tinggi.

    Sambil menunggu SPBN baru beroperasi, Pemkab Kukar juga menerapkan solusi sementara dengan menitipkan kuota BBM nelayan di SPBU tertentu yang ditunjuk Pertamina seperti yang sudah berjalan di Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja.

    Hingga kini berbagai capaian bantuan untuk nelayan di Kukar sudah terealisasi, sekitar 2.000 perahu fiber, 500 mesin ces, 200 mesin diesel, 50 body kapal, 15 unit GPS dan 50 coolbox. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Wujudkan Nelayan Tangguh dan Mandiri, DKP Kukar Bangunkan SPBN

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    04 November 2025 pukul 13:28 WITA

    Ilustrasi SPBN. (Istimewa)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kukar membangun Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) untuk para nelayan.

    Ini juga menjadi upaya pemerintah daerah (pemda) untuk mewujudkan nelayan tangguh di Kukar. 

    Saat ini Pemkab Kukar telah banyak menyalurkan berbagai bantuan demi memperkuat sektor perikanan tangkap. Langkah ini menjadi bagian untuk menyukseskan satu dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik, khususnya peningkatan ekonomi kreakyatan.

    Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Tangkap DKP Kukar, Asli Husaini mengatakan program utama yang dijalankan adalah pengembangan perikanan tangkap. 

    Dalam program ini terdapat berbagai sub kegiatan yang berfokus pada peningkatan produksi dan penyediaan sarana prasarana bagi nelayan di pesisir.

    Program ini meliputi pengadaan perahu, mesin ketinting, mesin diesel, serta pembangunan jembatan tambat dan Tempat Pelelangan Ikan (TPI). 

    "TPI sudah beroperasi di Samboja, sedangkan di Muara Badak masih proses penyempurnaan yang nantinya akan dilengkapi tambatan perahu pada 2026 mendatang,” kata Asli Husaini, Selasa (4/11/2025).

    Selain itu, pihaknya juga akan memperkuat aspek legalitas melalui program e-Pas Kecil, yaitu perizinan kapal atau ketinting yang wajib dimiliki para nelayan agar bisa beroperasi secara sah. 

    "Kami bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dan KSOP, karena izin kapal ini nantinya jadi dasar supaya para nelayan bisa mengakses BBM bersubsidi yang sudah disediakan," ujarnya.

    Kata dia, E-Pas Kecil ini terhubung dengan sistem digital berbasis aplikasi seperti XStar, nelayan nantinya akan menggunakan kode QR untuk membeli bahan bakar. Setiap nelayan memiliki kuota tertentu, 60 liter per bulan.

    Sementara, pembangunan SPBN di Kukar berada di wilayah Muara Jawa, Samboja, Anggana dan Muara Badak. Semua lokasi tersebut sudah mendapatkan rekomendasi pendirian dari Pemprov Kaltim serta Kementerian Kelautan dan Perikanan.

    "Kalau di Anggana peletakan batu pertamanya sudah dilakukan PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM) selaku perusda dan pihak ketiga. Targetnya SPBN di Anggana bisa diresmikan 2025 ini. Selanjutnya SPBN Muara Badak dan Samboja masih dalam tahap penyempurnaan,” ungkapnya.

    DKP juga akan membangun SPBN di wilayah perairan sungai seperti Muara Muntai, Pela dan Semayang. Meski belum ditetapkan sebagai target resmi, daerah tersebut menjadi bahan pertimbangan karena aktivitas nelayannya cukup tinggi.

    Sambil menunggu SPBN baru beroperasi, Pemkab Kukar juga menerapkan solusi sementara dengan menitipkan kuota BBM nelayan di SPBU tertentu yang ditunjuk Pertamina seperti yang sudah berjalan di Teluk Pemedas, Kecamatan Samboja.

    Hingga kini berbagai capaian bantuan untuk nelayan di Kukar sudah terealisasi, sekitar 2.000 perahu fiber, 500 mesin ces, 200 mesin diesel, 50 body kapal, 15 unit GPS dan 50 coolbox. (Adv)

    (Sf/Lo)