Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara
Sekda Kukar, H Sunggono saat menghadiri pelatihan Budidaya Ayam Petelur. (Foto: Pemdes Loa Duri Ilir)
Tenggarong - Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), H Sunggono menegaskan akan terus mendukung ketahanan pangan desa Loa Duri Ilir melalui pelatihan Budidaya Ayam Petelur Omega dan Produk Turunan.
Sunggono mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Duri Ilir yang mampu menggagas pelatihan di bidang peternakan ini. “Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan dan keterampilan, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kompetensi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Sunggono, Senin (10/11/2025).
Dirinya menilai, pelatihan seperti ini akan menjadi bekal bagi masyarakat desa dalam mengembangkan usaha produktif, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka. Inovasi yang dilakukan desa tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Kukar.
Desa ini juga telah berhasil mengintegrasikan berbagai sektor usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mulai dari peternakan ayam petelur, budidaya kambing, hingga pertanian jagung.
“Langkah ini bisa jadi role model. Desa yang berani berinovasi akan lebih cepat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Kata dia, komitmen Pemkab Kukar terhadap sektor pertanian dan pangan sangat besar. Program ketahanan pangan juga menjadi bagian penting dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik, yang diarahkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Transformasi ekonomi Kukar tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam. Kita harus berinovasi agar ekonomi dapat terus berputar,” tegasnya.
Sunggono berharap kegiatan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menciptakan peluang kerja baru, menggerakkan ekonomi desa, serta membantu menurunkan angka kemiskinan.
“Semoga setelah pelatihan ini, para peserta bisa langsung mempraktikkan ilmunya dan menjadi penggerak ketahanan pangan di masing wilayah. Ini sejalan dengan semangat Kukar Idaman yang ingin mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri,” harapnya.
Diketahui, pelatihan ini telah dimulai sejak 7 hingga 10 November 2025. Sementara narasumber yang dihadirkan seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta perusahaan PT MHU Coal, PT BBSR, PT BAMA, dan PT ABK Group. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

Sekda Kukar, H Sunggono saat menghadiri pelatihan Budidaya Ayam Petelur. (Foto: Pemdes Loa Duri Ilir)
Tenggarong - Sekretaris Daerah (Sekda) Kutai Kartanegara (Kukar), H Sunggono menegaskan akan terus mendukung ketahanan pangan desa Loa Duri Ilir melalui pelatihan Budidaya Ayam Petelur Omega dan Produk Turunan.
Sunggono mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa (Pemdes) Loa Duri Ilir yang mampu menggagas pelatihan di bidang peternakan ini. “Kegiatan ini bukan hanya menambah wawasan dan keterampilan, tetapi juga dapat mendorong peningkatan kompetensi masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan daerah,” kata Sunggono, Senin (10/11/2025).
Dirinya menilai, pelatihan seperti ini akan menjadi bekal bagi masyarakat desa dalam mengembangkan usaha produktif, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka. Inovasi yang dilakukan desa tersebut dapat menjadi contoh bagi desa lainnya di Kukar.
Desa ini juga telah berhasil mengintegrasikan berbagai sektor usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), mulai dari peternakan ayam petelur, budidaya kambing, hingga pertanian jagung.
“Langkah ini bisa jadi role model. Desa yang berani berinovasi akan lebih cepat mandiri secara ekonomi,” ujarnya.
Kata dia, komitmen Pemkab Kukar terhadap sektor pertanian dan pangan sangat besar. Program ketahanan pangan juga menjadi bagian penting dari 17 program prioritas Kukar Idaman Terbaik, yang diarahkan untuk mewujudkan kemandirian ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.
“Transformasi ekonomi Kukar tidak bisa terus bergantung pada sumber daya alam. Kita harus berinovasi agar ekonomi dapat terus berputar,” tegasnya.
Sunggono berharap kegiatan pelatihan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi warga, terutama dalam menciptakan peluang kerja baru, menggerakkan ekonomi desa, serta membantu menurunkan angka kemiskinan.
“Semoga setelah pelatihan ini, para peserta bisa langsung mempraktikkan ilmunya dan menjadi penggerak ketahanan pangan di masing wilayah. Ini sejalan dengan semangat Kukar Idaman yang ingin mewujudkan masyarakat sejahtera dan mandiri,” harapnya.
Diketahui, pelatihan ini telah dimulai sejak 7 hingga 10 November 2025. Sementara narasumber yang dihadirkan seperti Dinas Pertanian dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), serta perusahaan PT MHU Coal, PT BBSR, PT BAMA, dan PT ABK Group. (Adv)
(Sf/Rs)