Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Peringati Hari Santri, Bupati Kukar Ajak Santri Jadi Pelaku Sejarah Baru dan Agen Perubahan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2025 pukul 20:17 WITA

    Peringatan Hari Santri 2025 di Halaman Kantor Bupati Kukar. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mengajak seluruh santri untuk menjadi pelaku sejarah baru dan membawa perubahan di tengah masyarakat.

    Pesan itu disampaikannya bertepatan dengan momen peringatan Hari Santri Nasional 2025. Aulia mengatakan momentum Hari Santri juga sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    “Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berakar pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 1945. Dari resolusi itulah lahir peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan,” katanya. 

    Ia juga menyampaikan semangat jihad para santri dan ulama di masa perjuangan harus terus dihidupkan. Sebab jihad hari ini bukan lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia dan karya nyata untuk memajukan bangsa.

    "Santri tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi juga harus tampil sebagai pelaku sejarah baru yang memberi warna positif bagi perubahan,” tegasnya.

    Kata dia, pesantren dinilai semakin signifikan dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, religius dan berkarakter kebangsaan.

    Dirinya mengapresiasi pemerintah pusat yang terus berkomitmen mendukung pesantren melalui Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

    “Kebijakan itu jadi bukti kalau negara memberikan pengakuan penuh terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

    Aulia berpesan kepada seluruh santri di Kukar agar terus menimba ilmu dan menguasai teknologi tanpa melupakan nilai-nilai luhur pesantren.

    “Jadilah santri yang berilmu dan berakhlak. Rawat tradisi pesantren, tapi jangan takut berinovasi. Bawa semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja dan kancah global,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Peringati Hari Santri, Bupati Kukar Ajak Santri Jadi Pelaku Sejarah Baru dan Agen Perubahan

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2025 pukul 20:17 WITA

    Peringatan Hari Santri 2025 di Halaman Kantor Bupati Kukar. (Foto: M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri mengajak seluruh santri untuk menjadi pelaku sejarah baru dan membawa perubahan di tengah masyarakat.

    Pesan itu disampaikannya bertepatan dengan momen peringatan Hari Santri Nasional 2025. Aulia mengatakan momentum Hari Santri juga sebagai bentuk penghargaan terhadap peran ulama dan santri dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia.

    “Penetapan 22 Oktober sebagai Hari Santri Nasional berakar pada Resolusi Jihad yang dicetuskan oleh KH Hasyim Asy’ari pada 1945. Dari resolusi itulah lahir peristiwa heroik 10 November 1945 yang kini kita kenang sebagai Hari Pahlawan,” katanya. 

    Ia juga menyampaikan semangat jihad para santri dan ulama di masa perjuangan harus terus dihidupkan. Sebab jihad hari ini bukan lagi dengan senjata, melainkan melalui ilmu pengetahuan, akhlak mulia dan karya nyata untuk memajukan bangsa.

    "Santri tidak boleh hanya menjadi penonton, tetapi juga harus tampil sebagai pelaku sejarah baru yang memberi warna positif bagi perubahan,” tegasnya.

    Kata dia, pesantren dinilai semakin signifikan dalam membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, religius dan berkarakter kebangsaan.

    Dirinya mengapresiasi pemerintah pusat yang terus berkomitmen mendukung pesantren melalui Undang-undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren serta Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren.

    “Kebijakan itu jadi bukti kalau negara memberikan pengakuan penuh terhadap pesantren sebagai lembaga pendidikan di Indonesia,” jelasnya.

    Aulia berpesan kepada seluruh santri di Kukar agar terus menimba ilmu dan menguasai teknologi tanpa melupakan nilai-nilai luhur pesantren.

    “Jadilah santri yang berilmu dan berakhlak. Rawat tradisi pesantren, tapi jangan takut berinovasi. Bawa semangat pesantren ke ruang publik, dunia kerja dan kancah global,” pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)