Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Foto:Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan akan tetap melanjutkan program unggulan Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfiz pada 2026.
Program ini upaya memperkuat pembinaan sekaligus pemerataan tenaga keagamaan di wilayah Kukar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza mengatakan program ini sejalan dengan visi Kukar Idaman yang kini dikembangkan menjadi Kukar Idaman Terbaik.
Keberlanjutan program ini bukan hanya sekadar rutinitas saja, tetapi bentuk keseriusan Pemkab Kukar dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius dan berakhlak mulia.
“Untuk keberlanjutan program ini, kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya dan mudah-mudahan seleksi bisa mulai berjalan pada November ini,” kata Dendi, Rabu (19/11/2025).
Kata dia, pelaksanaan program ini nantinya akan difokuskan pada kecamatan, kelurahan dan desa yang selama ini belum memiliki tenaga da’i atau tahfiz.
Pihaknya juga akan melakukan pendataan dan pemetaan ulang, hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang kekurangan tenaga pengajar agama.
“Selama lima angkatan pelaksanaan program, masih terdapat beberapa daerah yang belum terjangkau, itu juga menjadi prioritas kita nanti,” ujarnya.
Dendi mengungkapkan, pihaknya akan melibatkan seluruh camat dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membahas strategi pemerataan.
“Di pertemuan nanti, kami akan bahas data desa dan kelurahan dari angkatan pertama sampai kelima belum ada perwakilan da’i dan tahfiz-nya,” ungkapnya.
Selain itu, program ini juga menjadi wadah pembinaan karakter masyarakat melalui dakwah dan pendidikan Al-Qur’an demi memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat.
Para peserta program disiapkan agar dapat berperan aktif sebagai tenaga pengajar di sekolah maupun lembaga pendidikan agama di wilayahnya masing-masing.
Diketahui, hingga kini total da’i dan tahfiz di Kukar ada sekitar 250 orang yang ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan dan 20 kecamatan.
“Setiap kegiatan safari subuh, di beberapa kecamatan seperti Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Kota Bangun dan lainnya para imam dan petugasnya berasal dari program Da’i dan Tahfiz Kukar Idaman,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza. (Foto:Aan/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan akan tetap melanjutkan program unggulan Da’i Masuk Desa dan Satu Desa Satu Tahfiz pada 2026.
Program ini upaya memperkuat pembinaan sekaligus pemerataan tenaga keagamaan di wilayah Kukar.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setkab Kukar, Dendi Irwan Fahriza mengatakan program ini sejalan dengan visi Kukar Idaman yang kini dikembangkan menjadi Kukar Idaman Terbaik.
Keberlanjutan program ini bukan hanya sekadar rutinitas saja, tetapi bentuk keseriusan Pemkab Kukar dalam membangun Sumber Daya Manusia (SDM) yang religius dan berakhlak mulia.
“Untuk keberlanjutan program ini, kami sedang menyiapkan pola rekrutmennya dan mudah-mudahan seleksi bisa mulai berjalan pada November ini,” kata Dendi, Rabu (19/11/2025).
Kata dia, pelaksanaan program ini nantinya akan difokuskan pada kecamatan, kelurahan dan desa yang selama ini belum memiliki tenaga da’i atau tahfiz.
Pihaknya juga akan melakukan pendataan dan pemetaan ulang, hal ini dilakukan untuk memastikan tidak ada lagi wilayah yang kekurangan tenaga pengajar agama.
“Selama lima angkatan pelaksanaan program, masih terdapat beberapa daerah yang belum terjangkau, itu juga menjadi prioritas kita nanti,” ujarnya.
Dendi mengungkapkan, pihaknya akan melibatkan seluruh camat dan kepala Kantor Urusan Agama (KUA) untuk membahas strategi pemerataan.
“Di pertemuan nanti, kami akan bahas data desa dan kelurahan dari angkatan pertama sampai kelima belum ada perwakilan da’i dan tahfiz-nya,” ungkapnya.
Selain itu, program ini juga menjadi wadah pembinaan karakter masyarakat melalui dakwah dan pendidikan Al-Qur’an demi memperkuat nilai-nilai religius di masyarakat.
Para peserta program disiapkan agar dapat berperan aktif sebagai tenaga pengajar di sekolah maupun lembaga pendidikan agama di wilayahnya masing-masing.
Diketahui, hingga kini total da’i dan tahfiz di Kukar ada sekitar 250 orang yang ditempatkan di 193 desa, 44 kelurahan dan 20 kecamatan.
“Setiap kegiatan safari subuh, di beberapa kecamatan seperti Kembang Janggut, Kenohan, Muara Wis, Kota Bangun dan lainnya para imam dan petugasnya berasal dari program Da’i dan Tahfiz Kukar Idaman,” tutupnya. (Adv)
(Sf/Lo)