Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara
Inforgrafis Prokom Kukar : Pemkab Kukar komitmen perluas dukungan bagi rumah ibadah semua lintas agama dan pondok pesantren.
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong dan memperluas dukungan bagi rumah ibadah untuk semua agama dan pondok pesantren. Dukungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kukar Idaman Terbaik.
Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan pembinaan moral masyarakat di seluruh kecamatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahreza menjelaskan, Pemkab memastikan setiap rumah ibadah dan pesantren yang memenuhi kriteria pasti mendapatkan peluang untuk menerima bantuan.
“Bukan cuma masjid atau mushola, tetapi juga gereja dan vihara. Program bantuan ini berjalan setiap tahun sesuai arahan pimpinan daerah,” kata Dendy, Jumat (21/11/2025).
Pada 2025 ini, sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya telah menerima alokasi bantuan, seperti Yayasan Darussalam Kelurahan Maluhu mendapat bantuan sebesar Rp330 juta, Mushola Al-Muhajirin Desa Rapak Lambur sebesar Rp500 juta.
Kemudian, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jalan Maduningrat Rp500 juta, Masjid Ash-Shadr Loa Ipuh sebesar Rp500 juta, serta Vihara Buddhayana Buddhist Center Timbau yang juga menerima Rp500 juta.
“Untuk proses penyalurannya masih terus berjalan dan targetnya sekitar 17 rumah ibadah tambahan akan menerima bantuan serupa sebelum akhir 2025,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah proposal saat ini masih dalam proses verifikasi administrasi sebelum memasuki tahap pencairan.
Selain rumah ibadah, Pemkab Kukar juga sedang memperkuat dukungan terhadap pondok pesantren.
Hingga tahun ini, ada sekitar 50 pesantren yang telah masuk dalam daftar penerima manfaat, termasuk tiga pesantren yang memperoleh bantuan operasional senilai Rp100 juta.
“Tahun depan program ini akan ditambah. Bukan hanya operasionalnya tapi juga bantuan pendidikan bagi santri,” ungkapnya.
Dirinya menilai, banyak santri di Kukar masih membutuhkan dukungan untuk menutupi biaya pendidikan seperti SPP, sehingga intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan. Langkah ini penting dalam memperkuat pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
Program bantuan keagamaan ini menjadi bagian menyeluruh dari misi Kukar Idaman Terbaik, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kehidupan rohani dan karakter masyarakat. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

Inforgrafis Prokom Kukar : Pemkab Kukar komitmen perluas dukungan bagi rumah ibadah semua lintas agama dan pondok pesantren.
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong dan memperluas dukungan bagi rumah ibadah untuk semua agama dan pondok pesantren. Dukungan ini merupakan bagian dari pelaksanaan program Kukar Idaman Terbaik.
Langkah ini menjadi wujud komitmen Pemkab Kukar dalam memperkuat kehidupan keagamaan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan pembinaan moral masyarakat di seluruh kecamatan.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setkab Kukar, Dendy Irwan Fahreza menjelaskan, Pemkab memastikan setiap rumah ibadah dan pesantren yang memenuhi kriteria pasti mendapatkan peluang untuk menerima bantuan.
“Bukan cuma masjid atau mushola, tetapi juga gereja dan vihara. Program bantuan ini berjalan setiap tahun sesuai arahan pimpinan daerah,” kata Dendy, Jumat (21/11/2025).
Pada 2025 ini, sejumlah rumah ibadah di Kecamatan Tenggarong dan sekitarnya telah menerima alokasi bantuan, seperti Yayasan Darussalam Kelurahan Maluhu mendapat bantuan sebesar Rp330 juta, Mushola Al-Muhajirin Desa Rapak Lambur sebesar Rp500 juta.
Kemudian, Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jalan Maduningrat Rp500 juta, Masjid Ash-Shadr Loa Ipuh sebesar Rp500 juta, serta Vihara Buddhayana Buddhist Center Timbau yang juga menerima Rp500 juta.
“Untuk proses penyalurannya masih terus berjalan dan targetnya sekitar 17 rumah ibadah tambahan akan menerima bantuan serupa sebelum akhir 2025,” ujarnya.
Ia menyebutkan, sejumlah proposal saat ini masih dalam proses verifikasi administrasi sebelum memasuki tahap pencairan.
Selain rumah ibadah, Pemkab Kukar juga sedang memperkuat dukungan terhadap pondok pesantren.
Hingga tahun ini, ada sekitar 50 pesantren yang telah masuk dalam daftar penerima manfaat, termasuk tiga pesantren yang memperoleh bantuan operasional senilai Rp100 juta.
“Tahun depan program ini akan ditambah. Bukan hanya operasionalnya tapi juga bantuan pendidikan bagi santri,” ungkapnya.
Dirinya menilai, banyak santri di Kukar masih membutuhkan dukungan untuk menutupi biaya pendidikan seperti SPP, sehingga intervensi pemerintah diperlukan untuk menjaga keberlangsungan pendidikan keagamaan. Langkah ini penting dalam memperkuat pembinaan moral dan spiritual generasi muda.
Program bantuan keagamaan ini menjadi bagian menyeluruh dari misi Kukar Idaman Terbaik, yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga penguatan kehidupan rohani dan karakter masyarakat. (Adv)
(Sf/Lo)