Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Fokus Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Wilayah Pelosok Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 November 2025 pukul 19:28 WITA

    Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memusatkan perhatian kepada empat desa yang belum menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan pemerintah telah berkomitmen untuk menuntaskan seluruh kebutuhan listrik di setiap desa. 

    “Empat desa itu Lamin Pulut, Lamin Telihan, Sepatin dan Persiapan Tanjung Berukang yang belum teraliri listrik penuh. Kalau di desa lainnya sudah mendapatkan pasokan listrik 24 jam,” kata Arianto, Jumat (28/11/2025).

    Upaya pemerataan listrik menjadi bagian dari visi besar Kukar Idaman Terbaik. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas permukiman masyarakat, salah satunya melalui pemerataan akses jaringan listrik ke wilayah pelosok.

    “Untuk mempercepat penyelesaiannya yakni perluasan jaringan PLN bagi wilayah yang mudah dijangkau, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di daerah yang medannya berat,” ujarnya. 

    Sementara untuk dua desa di Kecamatan Kenohan, yakni Desa Lamin Pulut dan Lamin Telihan telah dijadwalkan penyambungan listriknya oleh PLN pada triwulan akhir 2025.

    “Kami sudah koordinasi dengan Dinas ESDM Kaltim dan PLN, dua desa itu akan dikerjakan 2025 ini. Semua sudah direncanakan,” ungkapnya.

    Kata dia, dua desa lainnya seperti Sepatin dan Persiapan Tanjung Berukang akan menjadi prioritas pembangunan pada 2026 mendatang.

    “Perencanaannya sudah kami ajukan untuk di 2026. Mudah-mudahan pendanaannya bisa tersedia,” tuturnya.

    Selain fokus pada empat desa itu, DPMD Kukar juga memantau sejumlah dusun dan RT terpencil yang belum terjangkau listrik.

    “Kami sudah komunikasikan kepada kepala desa dan lurah, mereka harus aktif melaporkan wilayahnya agar bisa segera diintervensi. Ke depan tidak ada lagi warga di Kukar yang mengeluh karena belum menikmati listrik,” tegasnya.

    Arianto berharap melalui program terang kampungku, desa-desa di pelosok ke depannya tidak lagi gelap. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Fokus Pemenuhan Kebutuhan Listrik di Wilayah Pelosok Kukar

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    28 November 2025 pukul 19:28 WITA

    Kepala DPMD Kukar, Arianto. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memusatkan perhatian kepada empat desa yang belum menikmati aliran listrik selama 24 jam penuh.

    Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan pemerintah telah berkomitmen untuk menuntaskan seluruh kebutuhan listrik di setiap desa. 

    “Empat desa itu Lamin Pulut, Lamin Telihan, Sepatin dan Persiapan Tanjung Berukang yang belum teraliri listrik penuh. Kalau di desa lainnya sudah mendapatkan pasokan listrik 24 jam,” kata Arianto, Jumat (28/11/2025).

    Upaya pemerataan listrik menjadi bagian dari visi besar Kukar Idaman Terbaik. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas permukiman masyarakat, salah satunya melalui pemerataan akses jaringan listrik ke wilayah pelosok.

    “Untuk mempercepat penyelesaiannya yakni perluasan jaringan PLN bagi wilayah yang mudah dijangkau, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di daerah yang medannya berat,” ujarnya. 

    Sementara untuk dua desa di Kecamatan Kenohan, yakni Desa Lamin Pulut dan Lamin Telihan telah dijadwalkan penyambungan listriknya oleh PLN pada triwulan akhir 2025.

    “Kami sudah koordinasi dengan Dinas ESDM Kaltim dan PLN, dua desa itu akan dikerjakan 2025 ini. Semua sudah direncanakan,” ungkapnya.

    Kata dia, dua desa lainnya seperti Sepatin dan Persiapan Tanjung Berukang akan menjadi prioritas pembangunan pada 2026 mendatang.

    “Perencanaannya sudah kami ajukan untuk di 2026. Mudah-mudahan pendanaannya bisa tersedia,” tuturnya.

    Selain fokus pada empat desa itu, DPMD Kukar juga memantau sejumlah dusun dan RT terpencil yang belum terjangkau listrik.

    “Kami sudah komunikasikan kepada kepala desa dan lurah, mereka harus aktif melaporkan wilayahnya agar bisa segera diintervensi. Ke depan tidak ada lagi warga di Kukar yang mengeluh karena belum menikmati listrik,” tegasnya.

    Arianto berharap melalui program terang kampungku, desa-desa di pelosok ke depannya tidak lagi gelap. (Adv)

    (Sf/Lo)