Seputar Fakta
    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Misi Tuntaskan Kendala BBM Nelayan, Begini Langkah Strategis Pemkab Kukar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 November 2026 pukul 23:16 WITA

    Kepala DKP Kukar, Muslik (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sejumlah wilayah pesisir. 

    Penyediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik untuk mempermudah nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) guna menunjang aktivitas melaut.

    Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pemkab Kukar mendorong keterlibatan pihak ketiga atau swasta untuk merealisasikan pembangunan SPBN. 

    Dalam kerja sama tersebut, pemerintah daerah berperan memfasilitasi proses perizinan serta membantu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

    Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan sejumlah lokasi telah diusulkan untuk pembangunan SPBN. Bahkan, terdapat beberapa wilayah sudah mengantongi perizinan, namun belum seluruhnya ditindaklanjuti oleh pihak swasta.

    “Ada beberapa titik yang perizinannya sudah dipenuhi. Namun, pihak swasta belum menindaklanjuti karena berbagai alasan, seperti anggaran dan kesiapan lainnya. Ini yang terus kita dorong,” ujar Muslik, Senin (2/11/2026).

    Ia menyampaikan fasilitas SPBN direncanakan dibangun di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Anggana dan Muara Badak.

    Salah satu pembangunan yang telah memasuki tahap pekerjaan fisik berada di kawasan Andil Terusan, Kecamatan Anggana melalui PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).

    Muslik menjelaskan pembangunan SPBN membutuhkan sejumlah persyaratan, termasuk data nelayan yang memiliki pas kecil dan dokumen pengukuran kapal. 

    Kata dia, persyaratan tersebut turut difasilitasi DKP Kukar agar rencana pembangunan dapat segera direalisasikan.

    Ia menilai kesiapan pihak swasta menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan. 

    Sebab, meski perizinan telah terpenuhi, pelaksanaan fisik tetap bergantung pada kesiapan anggaran dan kemampuan pihak pengelola.

    Sambil mendorong pembangunan SPBN, DKP Kukar juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM nelayan melalui SPBU dengan prioritas penyaluran untuk nelayan yang telah memiliki pas kecil.

    Salah satu lokasi yang sudah menjalankan skema tersebut berada di Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu. Sementara, fasilitas pengisian BBM nelayan di Kecamatan Kota Bangun yang sebelumnya pernah beroperasi, kini sudah tidak aktif.

    “Untuk sementara, upaya kita adalah menitipkan penyaluran BBM di SPBU kepada nelayan yang sudah memiliki pas kecil. Kita terus mendorong agar SPBN bisa tersedia di titik-titik yang membutuhkan,” jelasnya.

    Muslik berharap pembangunan SPBN dapat memperluas akses nelayan terhadap BBM, sehingga mereka tidak kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. 

    Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran usaha perikanan dan meningkatkan produktivitas nelayan di Kukar. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Misi Tuntaskan Kendala BBM Nelayan, Begini Langkah Strategis Pemkab Kukar

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    02 November 2026 pukul 23:16 WITA

    Kepala DKP Kukar, Muslik (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di sejumlah wilayah pesisir. 

    Penyediaan fasilitas tersebut menjadi salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik untuk mempermudah nelayan mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) guna menunjang aktivitas melaut.

    Melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP), Pemkab Kukar mendorong keterlibatan pihak ketiga atau swasta untuk merealisasikan pembangunan SPBN. 

    Dalam kerja sama tersebut, pemerintah daerah berperan memfasilitasi proses perizinan serta membantu memenuhi persyaratan yang dibutuhkan.

    Kepala DKP Kukar, Muslik mengatakan sejumlah lokasi telah diusulkan untuk pembangunan SPBN. Bahkan, terdapat beberapa wilayah sudah mengantongi perizinan, namun belum seluruhnya ditindaklanjuti oleh pihak swasta.

    “Ada beberapa titik yang perizinannya sudah dipenuhi. Namun, pihak swasta belum menindaklanjuti karena berbagai alasan, seperti anggaran dan kesiapan lainnya. Ini yang terus kita dorong,” ujar Muslik, Senin (2/11/2026).

    Ia menyampaikan fasilitas SPBN direncanakan dibangun di Kecamatan Samboja, Muara Jawa, Anggana dan Muara Badak.

    Salah satu pembangunan yang telah memasuki tahap pekerjaan fisik berada di kawasan Andil Terusan, Kecamatan Anggana melalui PT Mahakam Gerbang Raja Migas (MGRM).

    Muslik menjelaskan pembangunan SPBN membutuhkan sejumlah persyaratan, termasuk data nelayan yang memiliki pas kecil dan dokumen pengukuran kapal. 

    Kata dia, persyaratan tersebut turut difasilitasi DKP Kukar agar rencana pembangunan dapat segera direalisasikan.

    Ia menilai kesiapan pihak swasta menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan pembangunan. 

    Sebab, meski perizinan telah terpenuhi, pelaksanaan fisik tetap bergantung pada kesiapan anggaran dan kemampuan pihak pengelola.

    Sambil mendorong pembangunan SPBN, DKP Kukar juga mengupayakan pemenuhan kebutuhan BBM nelayan melalui SPBU dengan prioritas penyaluran untuk nelayan yang telah memiliki pas kecil.

    Salah satu lokasi yang sudah menjalankan skema tersebut berada di Desa Makarti, Kecamatan Marang Kayu. Sementara, fasilitas pengisian BBM nelayan di Kecamatan Kota Bangun yang sebelumnya pernah beroperasi, kini sudah tidak aktif.

    “Untuk sementara, upaya kita adalah menitipkan penyaluran BBM di SPBU kepada nelayan yang sudah memiliki pas kecil. Kita terus mendorong agar SPBN bisa tersedia di titik-titik yang membutuhkan,” jelasnya.

    Muslik berharap pembangunan SPBN dapat memperluas akses nelayan terhadap BBM, sehingga mereka tidak kesulitan memenuhi kebutuhan bahan bakar untuk melaut. 

    Keberadaan fasilitas tersebut juga diharapkan mendukung kelancaran usaha perikanan dan meningkatkan produktivitas nelayan di Kukar. (Adv)

    (Sf/Lo)