Seputar Fakta
    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat Program Permukiman Idaman Terbaik, Pemkab Kukar Komitmen Perluas Cakupan Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Oktober 2026 pukul 22:31 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperluas cakupan layanan air bersih melalui Program Permukiman Idaman Terbaik. 

    Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mahakam Tenggarong.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat.

    Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah.

    “Kita memiliki tiga strategi dalam penanganan air bersih. Pertama, melalui Perumda Tirta Mahakam Tenggarong. Kedua, melalui bantuan pemerintah daerah dan ketiga dengan melibatkan masyarakat,” ujar Aulia, Rabu (28/10/2026).

    Ia menjelaskan tidak semua wilayah di Kukar dapat dijangkau jaringan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong.

    Karena itu, pemerintah juga mengandalkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dengan melibatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang belum terlayani.

    Aulia mengaku cakupan layanan air bersih di Kukar saat ini masih berkisar 60 persen atau belum mencapai 70 persen. 

    Bahkan, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) diketahui masih mencapai 48 persen.

    Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama agar layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan dikelola secara berkelanjutan.

    Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, Aidil mengatakan perluasan layanan air bersih juga dilakukan dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas yang telah dibangun, khususnya di wilayah di luar jangkauan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong.

    Menurutnya, pengelola fasilitas perlu dibekali pengetahuan mengenai operasional dan pemeliharaan, termasuk proses pengolahan air agar kualitasnya tetap terjaga.

    “Kami akan melakukan pelatihan bersama Perumda Tirta Mahakam Tenggarong mengenai tata cara pengelolaan air bersih, termasuk proses pengolahan dan penggunaan bahan kimia yang tepat agar kualitas air tetap terjaga,” jelasnya.

    Aidil menyebut sejak 2020, tercatat ada sekitar 50 titik fasilitas air bersih telah dibangun. Pada tahun ini, peningkatan fasilitas dilakukan di sejumlah kecamatan, seperti Samboja, Muara Jawa dan Anggana.

    Di wilayah pesisir, penyediaan air bersih memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan sumber air dan tingginya biaya pengangkutan, salah satunya di Sepatin yang mengandalkan fasilitas penampungan air atau reservoir untuk menampung air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

    Kini, Pemkab Kukar berencana kembali menguji fasilitas tersebut sekaligus memastikan jaringan pipa menuju rumah warga berfungsi dengan baik. 

    Skema penyediaan air juga dapat dilakukan melalui pembelian air dari BUMDes setempat untuk kemudian ditampung dan disalurkan kepada masyarakat.

    Aidil menegaskan keberlanjutan layanan juga membutuhkan pengelolaan biaya operasional yang baik, sehingga penentuan tarif perlu dibicarakan bersama masyarakat dan pemerintah desa dengan mempertimbangkan biaya pengangkutan, pemeliharaan serta kemampuan warga.

    Melalui Program Permukiman Idaman Terbaik, perluasan fasilitas, peningkatan kemampuan pengelola dan kolaborasi dengan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong serta masyarakat diharapkan dapat memperluas akses air bersih secara bertahap, termasuk bagi warga di wilayah pesisir dan daerah yang belum terjangkau jaringan perpipaan. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat Program Permukiman Idaman Terbaik, Pemkab Kukar Komitmen Perluas Cakupan Air Bersih

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    28 Oktober 2026 pukul 22:31 WITA

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berkomitmen memperluas cakupan layanan air bersih melalui Program Permukiman Idaman Terbaik. 

    Upaya ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, terutama di wilayah yang belum terjangkau jaringan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) Tirta Mahakam Tenggarong.

    Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan penyediaan air bersih menjadi salah satu program prioritas pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup masyarakat.

    Menurutnya, pemenuhan kebutuhan air bersih dan sanitasi merupakan bagian dari Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang wajib dipenuhi pemerintah.

    “Kita memiliki tiga strategi dalam penanganan air bersih. Pertama, melalui Perumda Tirta Mahakam Tenggarong. Kedua, melalui bantuan pemerintah daerah dan ketiga dengan melibatkan masyarakat,” ujar Aulia, Rabu (28/10/2026).

    Ia menjelaskan tidak semua wilayah di Kukar dapat dijangkau jaringan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong.

    Karena itu, pemerintah juga mengandalkan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dengan melibatkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan air bersih di wilayah yang belum terlayani.

    Aulia mengaku cakupan layanan air bersih di Kukar saat ini masih berkisar 60 persen atau belum mencapai 70 persen. 

    Bahkan, tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) diketahui masih mencapai 48 persen.

    Kondisi tersebut menjadi pekerjaan rumah yang harus dibenahi bersama agar layanan air bersih dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan dikelola secara berkelanjutan.

    Sementara Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Kukar, Aidil mengatakan perluasan layanan air bersih juga dilakukan dengan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola fasilitas yang telah dibangun, khususnya di wilayah di luar jangkauan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong.

    Menurutnya, pengelola fasilitas perlu dibekali pengetahuan mengenai operasional dan pemeliharaan, termasuk proses pengolahan air agar kualitasnya tetap terjaga.

    “Kami akan melakukan pelatihan bersama Perumda Tirta Mahakam Tenggarong mengenai tata cara pengelolaan air bersih, termasuk proses pengolahan dan penggunaan bahan kimia yang tepat agar kualitas air tetap terjaga,” jelasnya.

    Aidil menyebut sejak 2020, tercatat ada sekitar 50 titik fasilitas air bersih telah dibangun. Pada tahun ini, peningkatan fasilitas dilakukan di sejumlah kecamatan, seperti Samboja, Muara Jawa dan Anggana.

    Di wilayah pesisir, penyediaan air bersih memiliki tantangan tersendiri karena keterbatasan sumber air dan tingginya biaya pengangkutan, salah satunya di Sepatin yang mengandalkan fasilitas penampungan air atau reservoir untuk menampung air sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

    Kini, Pemkab Kukar berencana kembali menguji fasilitas tersebut sekaligus memastikan jaringan pipa menuju rumah warga berfungsi dengan baik. 

    Skema penyediaan air juga dapat dilakukan melalui pembelian air dari BUMDes setempat untuk kemudian ditampung dan disalurkan kepada masyarakat.

    Aidil menegaskan keberlanjutan layanan juga membutuhkan pengelolaan biaya operasional yang baik, sehingga penentuan tarif perlu dibicarakan bersama masyarakat dan pemerintah desa dengan mempertimbangkan biaya pengangkutan, pemeliharaan serta kemampuan warga.

    Melalui Program Permukiman Idaman Terbaik, perluasan fasilitas, peningkatan kemampuan pengelola dan kolaborasi dengan Perumda Tirta Mahakam Tenggarong serta masyarakat diharapkan dapat memperluas akses air bersih secara bertahap, termasuk bagi warga di wilayah pesisir dan daerah yang belum terjangkau jaringan perpipaan. (Adv)

    (Sf/Rs)