Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Konsep Baru Ekraf Kukar 2026, Taman Tanjong dan Pujasera Jadi Wadah Kreativitas Pemuda 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    19 November 2025 pukul 20:05 WITA

    Tenggarong Pujasera Space. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah merancang konsep pengembangan baru tempat wisata pada 2026 mendatang. 

    Konsep ini bertujuan agar ekraf tetap hidup dan berkembang, meskipun potensi rasionalisasi anggaran masih mungkin saja terjadi.

    Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengungkap pihaknya tetap optimis sektor ekraf pada 2026 dapat berjalan baik. Ia menilai efisiensi anggaran tidak terlalu menghambat kreativitas para pelaku ekraf di Kukar. 

    “Kalau melihat anggaran kita semoga saja tidak berdampak besar pada pengembangan ekraf. bisa saja 2026 kembali terjadi rasionalisasi,” kata Zikri, Rabu (19/11/2025).

    Ia menjelaskan beberapa titik kegiatan tetap dipertahankan sebagai pusat aktivitas ekraf, seperti Simpang Odah Etam masih menjadi lokasi untuk pelaku seni lokal dan pelajar tampil. Kemudian, Pujasera dan Taman Tanjong akan mendapat pengembangan konsep yang lebih jelas.

    Menurutnya Taman Tanjong akan mengusung konsep pertunjukan hiburan modern. Tempat itu disiapkan sebagai wadah bagi pelaku seni yang bergerak di bidang modern, mulai dari stand-up comedy, pertunjukan sulap, hingga aksi-aksi lainnya yang diminati generasi muda.

    “Di Taman Tanjong nanti akan banyak pertunjukan, stand-up komedi, tarian, serta pertunjukan sulap, jadi semua hiburan modern akan diarahkan ke sana,” tuturnya.

    Sementara itu, Pujasera akan fokus pada pertunjukan musik anak band dengan genre yang lebih variatif. Mulai dari rock, pop, hingga dangdut akan difasilitasi agar pengunjung punya banyak pilihan.

    “Kalau mau nonton anak band, dari rock sampai dangdut, silakan ke Pujasera. Banyak band dari berbagai genre yang akan tampil. Jadi semua pelaku seni bisa terakomodasi,” ujar Zikri.

    Sementara, seluruh pelaku seni yang tampil dalam kegiatan ekraf akan mendapatkan honor. Ini adalah komitmen bidang ekraf untuk mendukung keberlanjutan karya pelaku kreatif di Kukar.

    Pendaftaran untuk tampil dalam kegiatan ekraf juga akan dibuat gratis. Para penampil cukup mengikuti alur administrasi, setelah tampil mereka akan mendapatkan pembayaran sesuai mekanisme pemerintah. 

    “Karena kita ini pemerintahan, pembayarannya melalui SPJ. Perform dulu, nanti di SPJ kan, baru dibayar. Mereka sudah paham mekanismenya,” ungkapnya.

    Meski proses pembayaran harus mengikuti aturan kas pemerintah, Zikri memastikan tidak ada pelaku seni yang dirugikan. Seluruh penampil tetap akan menerima haknya masing-masing. 

    Dengan konsep yang lebih tertata, Zikri berharap pada 2026 mendatang menjadi tahun yang lebih segar bagi pelaku kreatif di Kukar. 

    Pengembangan Taman Tanjong, Pujasera dan Simpang Odah Etam diharapkan mampu menciptakan ruang kreatif yang semakin hidup dan inklusif bagi semua kalangan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Konsep Baru Ekraf Kukar 2026, Taman Tanjong dan Pujasera Jadi Wadah Kreativitas Pemuda 

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    19 November 2025 pukul 20:05 WITA

    Tenggarong Pujasera Space. (Foto: Aan/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Bidang Ekonomi Kreatif (Ekraf) Dinas Pariwisata Kutai Kartanegara (Kukar) kini tengah merancang konsep pengembangan baru tempat wisata pada 2026 mendatang. 

    Konsep ini bertujuan agar ekraf tetap hidup dan berkembang, meskipun potensi rasionalisasi anggaran masih mungkin saja terjadi.

    Kabid Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda mengungkap pihaknya tetap optimis sektor ekraf pada 2026 dapat berjalan baik. Ia menilai efisiensi anggaran tidak terlalu menghambat kreativitas para pelaku ekraf di Kukar. 

    “Kalau melihat anggaran kita semoga saja tidak berdampak besar pada pengembangan ekraf. bisa saja 2026 kembali terjadi rasionalisasi,” kata Zikri, Rabu (19/11/2025).

    Ia menjelaskan beberapa titik kegiatan tetap dipertahankan sebagai pusat aktivitas ekraf, seperti Simpang Odah Etam masih menjadi lokasi untuk pelaku seni lokal dan pelajar tampil. Kemudian, Pujasera dan Taman Tanjong akan mendapat pengembangan konsep yang lebih jelas.

    Menurutnya Taman Tanjong akan mengusung konsep pertunjukan hiburan modern. Tempat itu disiapkan sebagai wadah bagi pelaku seni yang bergerak di bidang modern, mulai dari stand-up comedy, pertunjukan sulap, hingga aksi-aksi lainnya yang diminati generasi muda.

    “Di Taman Tanjong nanti akan banyak pertunjukan, stand-up komedi, tarian, serta pertunjukan sulap, jadi semua hiburan modern akan diarahkan ke sana,” tuturnya.

    Sementara itu, Pujasera akan fokus pada pertunjukan musik anak band dengan genre yang lebih variatif. Mulai dari rock, pop, hingga dangdut akan difasilitasi agar pengunjung punya banyak pilihan.

    “Kalau mau nonton anak band, dari rock sampai dangdut, silakan ke Pujasera. Banyak band dari berbagai genre yang akan tampil. Jadi semua pelaku seni bisa terakomodasi,” ujar Zikri.

    Sementara, seluruh pelaku seni yang tampil dalam kegiatan ekraf akan mendapatkan honor. Ini adalah komitmen bidang ekraf untuk mendukung keberlanjutan karya pelaku kreatif di Kukar.

    Pendaftaran untuk tampil dalam kegiatan ekraf juga akan dibuat gratis. Para penampil cukup mengikuti alur administrasi, setelah tampil mereka akan mendapatkan pembayaran sesuai mekanisme pemerintah. 

    “Karena kita ini pemerintahan, pembayarannya melalui SPJ. Perform dulu, nanti di SPJ kan, baru dibayar. Mereka sudah paham mekanismenya,” ungkapnya.

    Meski proses pembayaran harus mengikuti aturan kas pemerintah, Zikri memastikan tidak ada pelaku seni yang dirugikan. Seluruh penampil tetap akan menerima haknya masing-masing. 

    Dengan konsep yang lebih tertata, Zikri berharap pada 2026 mendatang menjadi tahun yang lebih segar bagi pelaku kreatif di Kukar. 

    Pengembangan Taman Tanjong, Pujasera dan Simpang Odah Etam diharapkan mampu menciptakan ruang kreatif yang semakin hidup dan inklusif bagi semua kalangan. (Adv)

    (Sf/Lo)