Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dukung Program Bupati Kukar, Disperkim Fokus Benahi Air Bersih dan Permukiman Warga di 2026

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    08 November 2025 pukul 12:57 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di sektor air bersih dan penataan kawasan permukiman.

    Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M Aidil mengatakan pelayanan air bersih di Kukar kini sudah berada dalam kondisi cukup baik. Namun pihaknya tetap berfokus pada peningkatan akses air bersih di wilayah pedesaan.

    “Untuk program ke depan kami akan tetap fokus pada masyarakat di pedesaan dan kawasan padat yang masih membutuhkan perhatian,” kata Aidil, Sabtu (8/11/2025).

    Pada 2026 mendatang, Dinas Perkim akan memprioritaskan optimalisasi layanan air bersih desa dan penataan kawasan permukiman kumuh. Keduanya sudah dimasukkan dalam rencana kerja di 2026, termasuk penentuan beberapa wilayah sasaran yang telah dipetakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. 

    Program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan Kukar Idaman Terbaik yang berkelanjutan dan berkeadilan, sebagaimana arah kebijakan Pemkab Kukar dalam visi 17 program prioritas. 

    “Kami ingin memastikan masyarakat Kukar memiliki tempat tinggal yang layak dan akses air bersih. Itu adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” ujarnya.

    Kata dia, pihaknya juga menyiapkan langkah strategis untuk penanganan relokasi warga terdampak bencana. 

    Sebanyak 97 unit rumah relokasi sudah direncanakan untuk warga korban longsor yang tersebar di dua wilayah, yakni Desa Muai, Kecamatan Kenohan dan Desa Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang.

    Tak hanya itu, warga di Desa Kertajaya dan Loh Sumber yang juga terdampak bencana akan segera mendapatkan bantuan pembangunan kembali rumah mereka setelah melalui proses verifikasi. 

    Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

    Diketahui, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah dibangun sekitar 1.100 unit rumah di berbagai kecamatan. Program ini menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Pemkab Kukar terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Banyak warga yang kini bisa menempati rumah layak huni berkat RTLH. Ini akan terus kami lanjutkan,” tegasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Dukung Program Bupati Kukar, Disperkim Fokus Benahi Air Bersih dan Permukiman Warga di 2026

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    08 November 2025 pukul 12:57 WITA

    Ilustrasi. (Foto: Freepik)

    Tenggarong - Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di sektor air bersih dan penataan kawasan permukiman.

    Plt Kepala Dinas Perkim Kukar, M Aidil mengatakan pelayanan air bersih di Kukar kini sudah berada dalam kondisi cukup baik. Namun pihaknya tetap berfokus pada peningkatan akses air bersih di wilayah pedesaan.

    “Untuk program ke depan kami akan tetap fokus pada masyarakat di pedesaan dan kawasan padat yang masih membutuhkan perhatian,” kata Aidil, Sabtu (8/11/2025).

    Pada 2026 mendatang, Dinas Perkim akan memprioritaskan optimalisasi layanan air bersih desa dan penataan kawasan permukiman kumuh. Keduanya sudah dimasukkan dalam rencana kerja di 2026, termasuk penentuan beberapa wilayah sasaran yang telah dipetakan berdasarkan kebutuhan masyarakat. 

    Program ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga bagian dari upaya mewujudkan Kukar Idaman Terbaik yang berkelanjutan dan berkeadilan, sebagaimana arah kebijakan Pemkab Kukar dalam visi 17 program prioritas. 

    “Kami ingin memastikan masyarakat Kukar memiliki tempat tinggal yang layak dan akses air bersih. Itu adalah kebutuhan dasar yang harus dipenuhi,” ujarnya.

    Kata dia, pihaknya juga menyiapkan langkah strategis untuk penanganan relokasi warga terdampak bencana. 

    Sebanyak 97 unit rumah relokasi sudah direncanakan untuk warga korban longsor yang tersebar di dua wilayah, yakni Desa Muai, Kecamatan Kenohan dan Desa Teluk Dalam Kecamatan Tenggarong Seberang.

    Tak hanya itu, warga di Desa Kertajaya dan Loh Sumber yang juga terdampak bencana akan segera mendapatkan bantuan pembangunan kembali rumah mereka setelah melalui proses verifikasi. 

    Program ini diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang sebelumnya kehilangan tempat tinggal akibat bencana.

    Diketahui, program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) yang telah dibangun sekitar 1.100 unit rumah di berbagai kecamatan. Program ini menjadi salah satu bukti nyata kepedulian Pemkab Kukar terhadap kesejahteraan masyarakat.

    “Banyak warga yang kini bisa menempati rumah layak huni berkat RTLH. Ini akan terus kami lanjutkan,” tegasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)