
Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala DPMD Kukar, Arianto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) merancang penerapan anggaran Rp100 miliar untuk setiap kawasan perdesaan melalui program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Program ini bertujuan mewujudkan pembangunan kewilayahan yang berkeadilan dengan mengoptimalkan potensi unggulan di setiap kawasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan saat ini terdapat enam kawasan perdesaan yang telah terbentuk.
Ia menyampaikan apabila setiap kawasan dialokasikan Rp100 miliar, maka kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp600 miliar.
Namun, penerapan program tersebut masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Meski belum mencapai Rp100 miliar per kawasan, sejumlah kegiatan pembangunan telah berjalan melalui anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) maupun bantuan keuangan lainnya.
“Konsepnya nanti, kami melihat kegiatan apa saja yang sudah dilakukan OPD di suatu kawasan. Kegiatan itu akan menjadi bagian dari perhitungan anggaran Rp100 miliar per kawasan,” ujar Arianto, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan perdesaan tidak dimulai dari nol karena kawasan tersebut sudah terbentuk dan memiliki potensi unggulan masing-masing.
Kata dia, pemerintah daerah hanya mengoptimalkan pengembangan agar sesuai dengan karakteristik kawasan.
Sebagai contoh dalam satu kawasan, terdapat sejumlah desa yang diarahkan untuk mengembangkan sektor pertanian, peternakan atau pariwisata. Jumlah desa dalam satu kawasan cukup bervariasi, mulai dari sekitar 10-12 desa.
Melalui program ini, dukungan anggaran nantinya diharapkan dapat mengintegrasikan kegiatan lintas OPD, sehingga pengembangan potensi antardesa dalam satu kawasan berjalan lebih terarah.
Dengan begitu, pembangunan tidak hanya berfokus pada satu desa, melainkan juga mendukung kemajuan kawasan secara menyeluruh.
Arianto mencontohkan pengembangan kawasan di Tenggarong Seberang telah berjalan dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) juga pernah diberikan kepada Desa Perjiwa Tunggal senilai Rp1 miliar untuk menunjang sejumlah fasilitas yang telah direncanakan.
“Sekarang pengembangan kawasan masih mengandalkan anggaran yang ada di masing-masing OPD. Ke depan, ketika kemampuan APBD sudah memadai, seluruh OPD yang terlibat dalam satu kawasan akan diarahkan untuk mendukung pengembangannya dengan total anggaran yang ditargetkan Rp100 miliar,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap ketika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Sebab, alokasi Rp100 miliar untuk setiap kawasan membutuhkan anggaran cukup besar, sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan APBD Kukar.
“Harapannya, tahun depan atau dalam dua tahun ke depan sudah bisa dilaksanakan, bergantung pada kemampuan anggaran daerah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala DPMD Kukar, Arianto (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) merancang penerapan anggaran Rp100 miliar untuk setiap kawasan perdesaan melalui program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.
Program ini bertujuan mewujudkan pembangunan kewilayahan yang berkeadilan dengan mengoptimalkan potensi unggulan di setiap kawasan.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kukar, Arianto mengatakan saat ini terdapat enam kawasan perdesaan yang telah terbentuk.
Ia menyampaikan apabila setiap kawasan dialokasikan Rp100 miliar, maka kebutuhan anggaran secara keseluruhan mencapai Rp600 miliar.
Namun, penerapan program tersebut masih menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.
Meski belum mencapai Rp100 miliar per kawasan, sejumlah kegiatan pembangunan telah berjalan melalui anggaran organisasi perangkat daerah (OPD) maupun bantuan keuangan lainnya.
“Konsepnya nanti, kami melihat kegiatan apa saja yang sudah dilakukan OPD di suatu kawasan. Kegiatan itu akan menjadi bagian dari perhitungan anggaran Rp100 miliar per kawasan,” ujar Arianto, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, pengembangan kawasan perdesaan tidak dimulai dari nol karena kawasan tersebut sudah terbentuk dan memiliki potensi unggulan masing-masing.
Kata dia, pemerintah daerah hanya mengoptimalkan pengembangan agar sesuai dengan karakteristik kawasan.
Sebagai contoh dalam satu kawasan, terdapat sejumlah desa yang diarahkan untuk mengembangkan sektor pertanian, peternakan atau pariwisata. Jumlah desa dalam satu kawasan cukup bervariasi, mulai dari sekitar 10-12 desa.
Melalui program ini, dukungan anggaran nantinya diharapkan dapat mengintegrasikan kegiatan lintas OPD, sehingga pengembangan potensi antardesa dalam satu kawasan berjalan lebih terarah.
Dengan begitu, pembangunan tidak hanya berfokus pada satu desa, melainkan juga mendukung kemajuan kawasan secara menyeluruh.
Arianto mencontohkan pengembangan kawasan di Tenggarong Seberang telah berjalan dengan memanfaatkan potensi yang ada.
Dukungan melalui Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) juga pernah diberikan kepada Desa Perjiwa Tunggal senilai Rp1 miliar untuk menunjang sejumlah fasilitas yang telah direncanakan.
“Sekarang pengembangan kawasan masih mengandalkan anggaran yang ada di masing-masing OPD. Ke depan, ketika kemampuan APBD sudah memadai, seluruh OPD yang terlibat dalam satu kawasan akan diarahkan untuk mendukung pengembangannya dengan total anggaran yang ditargetkan Rp100 miliar,” jelasnya.
Ia berharap program tersebut dapat direalisasikan secara bertahap ketika kondisi keuangan daerah memungkinkan.
Sebab, alokasi Rp100 miliar untuk setiap kawasan membutuhkan anggaran cukup besar, sehingga pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan APBD Kukar.
“Harapannya, tahun depan atau dalam dua tahun ke depan sudah bisa dilaksanakan, bergantung pada kemampuan anggaran daerah,” tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)