Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    DKP Kukar Dorong Kemandirian dan Daya Saing Pembudi Daya Ikan

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    18 November 2025 05:14 WIB

    Ilustrasi. (Freepik)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat fondasi sektor perikanan agar semakin mandiri dan berdaya saing melalui berbagai program bantuan, pelatihan, hingga pengembangan kelompok pembudi daya.

    Sektor ini menjadi salah satu harapan bagi masyarakat agar tetap dapat menjalankan roda perekonomian. 

    Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budi Daya DKP Kukar, Sabar Handoyo mengungkapkan kini ada sekitar 1.046 kelompok pembudi daya ikan yang tersebar di seluruh Kukar, seperti nelayan budi daya keramba, kolam tanah, hingga kolam terpal.

    DKP Kukar juga ingin menciptakan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Pada 2025 pihaknya menargetkan penyaluran 378 juta benih ikan dan udang, serta lebih dari satu juta kilogram pakan kepada kelompok-kelompok pembudi daya di berbagai kecamatan.

    Kata dia, bantuan yang diberikan tidak hanya pada komoditas ikan saja. Ada rumput laut, pakan, keramba, hingga kolam terpal.

    “Bantuan ini sudah kami jalankan sejak beberapa tahun lalu dan setiap tahun kami evaluasi agar tepat sasaran,” ungkap Sabar, Selasa (18/11/2025).

    Selain itu, Sabar menyebut masih ada tantangan yang harus dihadapi terkait pemasaran hasil panen. Harga ikan air tawar seperti nila dan mas masih turun di kisaran Rp25 ribu per kilogram. 

    “Ini keluhan yang sering kami dapat dari para pembudi daya. Tapi untuk udang masih cukup stabil dan terserap pasar dengan baik,” sebutnya.

    DKP Kukar juga mendorong agar pembudi daya tidak bergantung pada harga pasar yang selalu berubah-ubah, mereka harus melakukan diversifikasi dan hilirisasi produk. Hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk seperti ikan asap, abon ikan, hingga pakan alternatif.

    “Kami ingin para pembudi daya yang sudah menerima bantuan bisa lebih kreatif dalam mengolah hasil panennya supaya dapat meningkatkan nilai ekonominya dan rantai pasok juga lebih kuat,” jelasnya.

    Selain itu, DKP juga menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cool storage) agar dapat membantu pembudi daya menjaga kualitas hasil panen tetap segar.

    “Nanti kami akan coba siapkan cool storage di sejumlah titik untuk menampung hasil panen ikan-ikan itu, terutama di wilayah yang produksi ikannya tinggi,” tuturnya.

    Upaya ini merupakan bagian dari program unggulan Kukar Idaman dan dilanjutkan pada Kukar Idaman Terbaik. Program ini menargetkan dukungan bagi 25.000 nelayan dan pembudi daya yang telah tercapai pada 2024 lalu. 

    “Ini komitmen dan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat pesisir dan pembudi daya yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan kita,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    DKP Kukar Dorong Kemandirian dan Daya Saing Pembudi Daya Ikan

    Seputarfakta.com - Muhammad Anshori -

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    18 November 2025 05:14 WIB

    Ilustrasi. (Freepik)

    Tenggarong - Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya memperkuat fondasi sektor perikanan agar semakin mandiri dan berdaya saing melalui berbagai program bantuan, pelatihan, hingga pengembangan kelompok pembudi daya.

    Sektor ini menjadi salah satu harapan bagi masyarakat agar tetap dapat menjalankan roda perekonomian. 

    Kepala Bidang Pengelolaan Perikanan Budi Daya DKP Kukar, Sabar Handoyo mengungkapkan kini ada sekitar 1.046 kelompok pembudi daya ikan yang tersebar di seluruh Kukar, seperti nelayan budi daya keramba, kolam tanah, hingga kolam terpal.

    DKP Kukar juga ingin menciptakan ekosistem yang kuat dan berkelanjutan. Pada 2025 pihaknya menargetkan penyaluran 378 juta benih ikan dan udang, serta lebih dari satu juta kilogram pakan kepada kelompok-kelompok pembudi daya di berbagai kecamatan.

    Kata dia, bantuan yang diberikan tidak hanya pada komoditas ikan saja. Ada rumput laut, pakan, keramba, hingga kolam terpal.

    “Bantuan ini sudah kami jalankan sejak beberapa tahun lalu dan setiap tahun kami evaluasi agar tepat sasaran,” ungkap Sabar, Selasa (18/11/2025).

    Selain itu, Sabar menyebut masih ada tantangan yang harus dihadapi terkait pemasaran hasil panen. Harga ikan air tawar seperti nila dan mas masih turun di kisaran Rp25 ribu per kilogram. 

    “Ini keluhan yang sering kami dapat dari para pembudi daya. Tapi untuk udang masih cukup stabil dan terserap pasar dengan baik,” sebutnya.

    DKP Kukar juga mendorong agar pembudi daya tidak bergantung pada harga pasar yang selalu berubah-ubah, mereka harus melakukan diversifikasi dan hilirisasi produk. Hasil panen tidak hanya dijual dalam bentuk segar, tetapi juga diolah menjadi produk seperti ikan asap, abon ikan, hingga pakan alternatif.

    “Kami ingin para pembudi daya yang sudah menerima bantuan bisa lebih kreatif dalam mengolah hasil panennya supaya dapat meningkatkan nilai ekonominya dan rantai pasok juga lebih kuat,” jelasnya.

    Selain itu, DKP juga menyiapkan pembangunan fasilitas penyimpanan dingin (cool storage) agar dapat membantu pembudi daya menjaga kualitas hasil panen tetap segar.

    “Nanti kami akan coba siapkan cool storage di sejumlah titik untuk menampung hasil panen ikan-ikan itu, terutama di wilayah yang produksi ikannya tinggi,” tuturnya.

    Upaya ini merupakan bagian dari program unggulan Kukar Idaman dan dilanjutkan pada Kukar Idaman Terbaik. Program ini menargetkan dukungan bagi 25.000 nelayan dan pembudi daya yang telah tercapai pada 2024 lalu. 

    “Ini komitmen dan bentuk perhatian pemerintah daerah kepada masyarakat pesisir dan pembudi daya yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan kita,” tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)