Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diarpus Kukar Siapkan Festival Yupa, Daftarkan Peninggalan Sejarah Kutai ke ANRI

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2025 pukul 11:19 WITA

    Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) kini mempersiapkan festival bertajuk "Memory of Yupa". 

    Festival ini merupakan bagian dari upaya pendaftaran prasasti Yupa sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

    Festival yang dilaksanakan sejak 14-16 November 2025 mendatang di Kecamatan Muara Kaman ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan Kutai kepada masyarakat.

    Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti mengatakan pihaknya kini telah mengusulkan Yupa kepada pemerintah pusat untuk diajukan sebagai warisan dunia.

    “Semua tahapan sedang kami lengkapi, membuat festival yang kami buat juga bagian dari tahapan itu," kata Rinda, Rabu (22/10/2025).

    Diarpus Kukar akan menampilkan berbagai arsip dan data terkait sejarah Yupa sebagai bagian dari dokumen pengajuan ke ANRI.

    Festival ini akan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali nilai sejarah peninggalan Yupa kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran diri dalam menjaga warisan budaya daerah.

    “Kegiatan nantinya akan menjadi wadah edukasi publik, supaya masyarakat kita tahu kalau Yupa bagian dari memori sejarah kutai dan bangsa ini,” ujarnya.

    Rinda mengungkapkan, kegiatan ini sudah sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam mendorong literasi sejarah dan kebudayaan di tengah minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sejarah yang timbul di Kutai.

    “Program ini sejalan Kukar Idaman Terbaik di sektor pendidikan dan pelestarian budaya. Kami ingin masyarakat semakin mencintai sejarah lokal dan terus melestarikannya," jelasnya.

    Ia berharap melalui pengusulan itu Yupa bisa mendapatkan pengakuan dunia atas nilainya historisnya.

    “Yupa bukan hanya prasasti, tapi simbol kejayaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Ini kebanggaan yang harus kita rawat bersama,” ucapnya.

    Dirinya optimistis dengan dukungan semua pihak upaya tersebut bisa terwujud. Festival yang akan digelar nantinya akan menjadi penyemangat masyarakat agar dapat terus melestarikan sejarah sebagai identitas budaya Kukar.

    “Tujuan kami ingin masyarakat lebih mengenal Yupa dan bangga dengan warisan leluhurnya. Semoga apa yang saat ini sedang diperjuangkan bisa terwujud dan menjadi kebanggaan bersama,” harapnya.

    Diketahui festival ini juga dirangkai dengan kegiatan seminar yang dihadiri oleh ahli sejarah dan budayawan, lomba menulis cerita rakyat, artikel kemudian membuat reels di Instagram untuk semua masyarakat dan wartawan. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

    Diarpus Kukar Siapkan Festival Yupa, Daftarkan Peninggalan Sejarah Kutai ke ANRI

    Penulis:Muhammad Anshori|Redaktur:Lodya A
    22 Oktober 2025 pukul 11:19 WITA

    Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)

    Tenggarong - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Diarpus) Kutai Kartanegara (Kukar) kini mempersiapkan festival bertajuk "Memory of Yupa". 

    Festival ini merupakan bagian dari upaya pendaftaran prasasti Yupa sebagai Memori Kolektif Bangsa (MKB) ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

    Festival yang dilaksanakan sejak 14-16 November 2025 mendatang di Kecamatan Muara Kaman ini juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan Kutai kepada masyarakat.

    Plt Kepala Diarpus Kukar, Rinda Desianti mengatakan pihaknya kini telah mengusulkan Yupa kepada pemerintah pusat untuk diajukan sebagai warisan dunia.

    “Semua tahapan sedang kami lengkapi, membuat festival yang kami buat juga bagian dari tahapan itu," kata Rinda, Rabu (22/10/2025).

    Diarpus Kukar akan menampilkan berbagai arsip dan data terkait sejarah Yupa sebagai bagian dari dokumen pengajuan ke ANRI.

    Festival ini akan menjadi momentum penting untuk mengangkat kembali nilai sejarah peninggalan Yupa kepada masyarakat sekaligus menumbuhkan kesadaran diri dalam menjaga warisan budaya daerah.

    “Kegiatan nantinya akan menjadi wadah edukasi publik, supaya masyarakat kita tahu kalau Yupa bagian dari memori sejarah kutai dan bangsa ini,” ujarnya.

    Rinda mengungkapkan, kegiatan ini sudah sejalan dengan visi Kukar Idaman Terbaik, khususnya dalam mendorong literasi sejarah dan kebudayaan di tengah minimnya pengetahuan masyarakat terhadap sejarah yang timbul di Kutai.

    “Program ini sejalan Kukar Idaman Terbaik di sektor pendidikan dan pelestarian budaya. Kami ingin masyarakat semakin mencintai sejarah lokal dan terus melestarikannya," jelasnya.

    Ia berharap melalui pengusulan itu Yupa bisa mendapatkan pengakuan dunia atas nilainya historisnya.

    “Yupa bukan hanya prasasti, tapi simbol kejayaan Kutai sebagai kerajaan tertua di Indonesia. Ini kebanggaan yang harus kita rawat bersama,” ucapnya.

    Dirinya optimistis dengan dukungan semua pihak upaya tersebut bisa terwujud. Festival yang akan digelar nantinya akan menjadi penyemangat masyarakat agar dapat terus melestarikan sejarah sebagai identitas budaya Kukar.

    “Tujuan kami ingin masyarakat lebih mengenal Yupa dan bangga dengan warisan leluhurnya. Semoga apa yang saat ini sedang diperjuangkan bisa terwujud dan menjadi kebanggaan bersama,” harapnya.

    Diketahui festival ini juga dirangkai dengan kegiatan seminar yang dihadiri oleh ahli sejarah dan budayawan, lomba menulis cerita rakyat, artikel kemudian membuat reels di Instagram untuk semua masyarakat dan wartawan. (Adv)

    (Sf/Lo)