Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara
Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri melaksanakan pertemuan dengan semua pengurus RT di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kahala beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan sekaligus penggunaan dana bantuan yang telah disalurkan sebesar Rp50 juta.
“Ini bentuk kontrol pemerintah untuk melihat sampai mana program pembangunan berbasis RT ini berjalan, kemudian kita ingin tahu juga kendalanya di lapangan serta manfaatnya untuk masyarakat,” kata Aulia.
Diketahui, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kukar akan menaikkan besaran bantuan keuangan bagi setiap RT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per tahun.
“Bantuan akan naik Rp150 juta per-RT. Kita ingin dengan penambahan nilai ini bisa meningkatkan kinerja RT dalam melayani masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan," ujarnya.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja RT, pemerintah juga akan menaikkan honor para pengurus RT. "Mereka juga bagian dari ujung tombak dalam melayani dan melaksanakan program pembangunan di masyarakat. Pemerintah wajib memeperhatikan kesejahteraanna,” ungkapnya.
Ia berharap peningkatan bantuan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, RT dan Pemkab Kukar dalam membangun daerah.
"Kami juga mendapat usulan, masukan dan keluhan kendala di lapangan dari para Ketua RT, keterbukaan seperti ini yang kita inginkan agar semua bisa bekerja dengan nyaman, pemerintah juga bisa mengambil kebijakan yang tepat pada kebutuhan warga secara merata,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemkab Kabupaten Kutai Kartanegara

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri. (Foto:M.anshori/Seputarfakta.com)
Tenggarong - Bupati Kutai Kartanegara (Kukar), Aulia Rahman Basri melaksanakan pertemuan dengan semua pengurus RT di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Kahala beberapa waktu lalu.
Pertemuan ini dilakukan untuk mengevaluasi pelaksanaan program pembangunan sekaligus penggunaan dana bantuan yang telah disalurkan sebesar Rp50 juta.
“Ini bentuk kontrol pemerintah untuk melihat sampai mana program pembangunan berbasis RT ini berjalan, kemudian kita ingin tahu juga kendalanya di lapangan serta manfaatnya untuk masyarakat,” kata Aulia.
Diketahui, Pemerintah kabupaten (Pemkab) Kukar akan menaikkan besaran bantuan keuangan bagi setiap RT dari Rp50 juta menjadi Rp150 juta per tahun.
“Bantuan akan naik Rp150 juta per-RT. Kita ingin dengan penambahan nilai ini bisa meningkatkan kinerja RT dalam melayani masyarakat dan mempercepat pemerataan pembangunan," ujarnya.
Selain itu, sebagai bentuk apresiasi terhadap kinerja RT, pemerintah juga akan menaikkan honor para pengurus RT. "Mereka juga bagian dari ujung tombak dalam melayani dan melaksanakan program pembangunan di masyarakat. Pemerintah wajib memeperhatikan kesejahteraanna,” ungkapnya.
Ia berharap peningkatan bantuan ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat serta memperkuat sinergi antara pemerintah desa, RT dan Pemkab Kukar dalam membangun daerah.
"Kami juga mendapat usulan, masukan dan keluhan kendala di lapangan dari para Ketua RT, keterbukaan seperti ini yang kita inginkan agar semua bisa bekerja dengan nyaman, pemerintah juga bisa mengambil kebijakan yang tepat pada kebutuhan warga secara merata,” pungkasnya. (Adv)
(Sf/Lo)