Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kukar Kembali Alokasikan Anggaran Beasiswa pada 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 08:56 WITA

    Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengalokasikan anggaran beasiswa pada 2027 mendatang.

    Pengalokasian anggaran itu dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan, sekaligus memperluas kesempatan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Subsidi Biaya Penunjang Sekolah dan Beasiswa yang merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan program beasiswa sebelumnya turut terdampak kebijakan efisiensi anggaran. 

    Namun, pemerintah daerah kini telah kembali mengalokasikan anggaran untuk memastikan program beasiswa berjalan pada 2027.

    “Beasiswa dari pemerintah daerah ini kemarin memang sempat terdampak efisiensi, tapi untuk 2027 sudah kita alokasikan anggarannya,” ujar Heriansyah, Sabtu (7/11/2026).

    Ia menyebut jumlah kuota penerima beasiswa akan ditentukan dengan menyesuaikan hasil seleksi dan verifikasi data calon.

    Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan diberikan kepada peserta didik yang memang membutuhkan dan belum memperoleh bantuan pendidikan dari program lain.

    Salah satu yang menjadi perhatian yakni  menghindari penerimaan bantuan secara tumpang tindih, seperti peserta didik yang sudah mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun Gratispol dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

    “Kita memiliki data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai satu data untuk memilah. Dari situ bisa diketahui apakah siswa sudah menerima beasiswa PIP atau Gratispol dari provinsi. Selanjutnya, data tersebut kita verifikasi agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” jelasnya.

    Heriansyah menyampaikan pemerintah daerah juga telah memberikan berbagai dukungan pendidikan lainnya. 

    Sebagai contoh, biaya SPP di sekolah negeri sudah tidak lagi dibebankan kepada peserta didik.

    Dengan dialokasikannya kembali anggaran untuk beasiswa pada 2027, Pemkab Kukar berharap bantuan pendidikan dapat terus menjangkau peserta didik yang membutuhkan, sekaligus memastikan program dedikasi Kukar Idaman Terbaik memberikan manfaat bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemkab Kukar Kembali Alokasikan Anggaran Beasiswa pada 2027

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 08:56 WITA

    Kepala Disdikbud Kukar, Heriansyah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) kembali mengalokasikan anggaran beasiswa pada 2027 mendatang.

    Pengalokasian anggaran itu dilakukan sebagai upaya pemerintah daerah dalam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pendidikan, sekaligus memperluas kesempatan peserta didik untuk melanjutkan pendidikan melalui Program Subsidi Biaya Penunjang Sekolah dan Beasiswa yang merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik.

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kukar, Heriansyah mengatakan program beasiswa sebelumnya turut terdampak kebijakan efisiensi anggaran. 

    Namun, pemerintah daerah kini telah kembali mengalokasikan anggaran untuk memastikan program beasiswa berjalan pada 2027.

    “Beasiswa dari pemerintah daerah ini kemarin memang sempat terdampak efisiensi, tapi untuk 2027 sudah kita alokasikan anggarannya,” ujar Heriansyah, Sabtu (7/11/2026).

    Ia menyebut jumlah kuota penerima beasiswa akan ditentukan dengan menyesuaikan hasil seleksi dan verifikasi data calon.

    Menurutnya, pemerintah daerah berupaya memastikan bantuan diberikan kepada peserta didik yang memang membutuhkan dan belum memperoleh bantuan pendidikan dari program lain.

    Salah satu yang menjadi perhatian yakni  menghindari penerimaan bantuan secara tumpang tindih, seperti peserta didik yang sudah mendapatkan Program Indonesia Pintar (PIP), Kartu Indonesia Pintar (KIP) maupun Gratispol dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim).

    “Kita memiliki data pokok pendidikan (Dapodik) sebagai satu data untuk memilah. Dari situ bisa diketahui apakah siswa sudah menerima beasiswa PIP atau Gratispol dari provinsi. Selanjutnya, data tersebut kita verifikasi agar tidak terjadi tumpang tindih bantuan,” jelasnya.

    Heriansyah menyampaikan pemerintah daerah juga telah memberikan berbagai dukungan pendidikan lainnya. 

    Sebagai contoh, biaya SPP di sekolah negeri sudah tidak lagi dibebankan kepada peserta didik.

    Dengan dialokasikannya kembali anggaran untuk beasiswa pada 2027, Pemkab Kukar berharap bantuan pendidikan dapat terus menjangkau peserta didik yang membutuhkan, sekaligus memastikan program dedikasi Kukar Idaman Terbaik memberikan manfaat bagi masyarakat. (Adv)

    (Sf/Rs)