Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat Kredit Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Buka Akses Permodalan hingga Rp500 Juta dengan Bunga Nol Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 08:52 WITA

    Ilustrasi Rupiah (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas akses permodalan bagi masyarakat melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik. 

    Program ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan hingga Rp500 juta dengan fasilitas bunga nol persen.

    Program tersebut merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi hingga memperkuat kegiatan ekonomi produktif.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menjelaskan pelaksanaan program diawali dengan pendataan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) terhadap masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

    Data tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan guna mengembangkan usahanya.

    “Kalau memang ada yang masih membutuhkan permodalan atau pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun kegiatan usahanya, maka kita beri peluang untuk melanjutkan kredit,” ujar Sunggono, Sabtu (7/11/2026).

    Ia menyampaikan pemerintah daerah memiliki peran memfasilitasi dengan mempertemukan masyarakat sebagai calon debitur dengan pihak perbankan. 

    Sementara, proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima kredit sepenuhnya menjadi kewenangan pihak bank.

    Namun, tidak semua masyarakat yang telah masuk dalam pendataan otomatis mendapatkan pembiayaan. 

    Kata dia, pihak perbankan tetap melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

    “Dinas teknis yakni DiskopUKM hanya bertugas menyediakan data dan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak perbankan, sementara proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima kredit sepenuhnya menjadi kewenangan pihak bank,” terangnya.

    Selain UMKM pemula dan pelaku usaha yang ingin naik kelas, sasaran program ini pada 2026 diperluas dengan menyasar petani, nelayan, kelompok tani serta kelompok nelayan.

    Menurutnya, pelaksanaan program sejauh ini menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari tingkat pengembalian kredit yang telah berada di atas 80 persen, sedangkan angka kredit yang mengalami tunggakan tercatat tidak sampai 2 persen.

    Kini pemerintah daerah tengah menggulirkan rencana pemberian insentif berupa subsidi bunga untuk memperluas jangkauan pembiayaan kepada masyarakat.

    “Kita akan memberikan subsidi bunga. Dengan kebijakan seperti itu diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat Kredit Kukar Idaman Terbaik, Pemkab Buka Akses Permodalan hingga Rp500 Juta dengan Bunga Nol Persen

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Rusdianto
    08 November 2026 pukul 08:52 WITA

    Ilustrasi Rupiah (Dok: Freepik)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus memperluas akses permodalan bagi masyarakat melalui program Kredit Kukar Idaman Terbaik. 

    Program ini memberikan kesempatan kepada pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan hingga Rp500 juta dengan fasilitas bunga nol persen.

    Program tersebut merupakan salah satu program dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang diarahkan untuk membantu masyarakat mengembangkan usaha, meningkatkan kapasitas produksi hingga memperkuat kegiatan ekonomi produktif.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono menjelaskan pelaksanaan program diawali dengan pendataan yang dilakukan Dinas Koperasi dan UKM (DiskopUKM) terhadap masyarakat, khususnya pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

    Data tersebut kemudian menjadi dasar pemerintah daerah untuk memfasilitasi masyarakat yang membutuhkan pembiayaan guna mengembangkan usahanya.

    “Kalau memang ada yang masih membutuhkan permodalan atau pembiayaan untuk meningkatkan kapasitas produksi maupun kegiatan usahanya, maka kita beri peluang untuk melanjutkan kredit,” ujar Sunggono, Sabtu (7/11/2026).

    Ia menyampaikan pemerintah daerah memiliki peran memfasilitasi dengan mempertemukan masyarakat sebagai calon debitur dengan pihak perbankan. 

    Sementara, proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima kredit sepenuhnya menjadi kewenangan pihak bank.

    Namun, tidak semua masyarakat yang telah masuk dalam pendataan otomatis mendapatkan pembiayaan. 

    Kata dia, pihak perbankan tetap melakukan pemeriksaan sesuai ketentuan dan persyaratan yang berlaku.

    “Dinas teknis yakni DiskopUKM hanya bertugas menyediakan data dan memfasilitasi pertemuan antara masyarakat dengan pihak perbankan, sementara proses verifikasi dan penilaian kelayakan calon penerima kredit sepenuhnya menjadi kewenangan pihak bank,” terangnya.

    Selain UMKM pemula dan pelaku usaha yang ingin naik kelas, sasaran program ini pada 2026 diperluas dengan menyasar petani, nelayan, kelompok tani serta kelompok nelayan.

    Menurutnya, pelaksanaan program sejauh ini menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari tingkat pengembalian kredit yang telah berada di atas 80 persen, sedangkan angka kredit yang mengalami tunggakan tercatat tidak sampai 2 persen.

    Kini pemerintah daerah tengah menggulirkan rencana pemberian insentif berupa subsidi bunga untuk memperluas jangkauan pembiayaan kepada masyarakat.

    “Kita akan memberikan subsidi bunga. Dengan kebijakan seperti itu diharapkan semakin banyak masyarakat yang bisa kita bantu,” tukasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)