Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat GEMA, Pemkab Kukar Bangun Kebiasaan Mengaji di Lingkungan Pemerintahan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 12:41 WITA

    Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjalankan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai salah satu Program Dedikasi dalam visi Kukar Idaman Terbaik. 

    Program ini tidak hanya menyasar masyarakat, tapi juga menjadi bagian dari pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.

    GEMA merupakan satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang masuk dalam misi pembangunan sumber daya manusia agar memiliki akhlak mulia, unggul dan berbudaya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan pelaksanaan GEMA di lingkungan pemerintah daerah terus dimonitoring, baik di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kecamatan.

    Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan kegiatan mengaji berjalan secara rutin dan menjadi kebiasaan di lingkungan kerja pemerintahan.

    “Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan. Jadi, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh OPD untuk menjalankannya,” ujar Sunggono, Jumat (6/11/2026).

    Ia menjelaskan pemantauan di tingkat kecamatan dilakukan melalui laporan yang disampaikan camat kepada pemerintah kabupaten.

    GEMA sendiri tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca Al-Qur’an, tapi juga mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

    Di lingkungan pemerintahan, program tersebut turut diterapkan dalam pembinaan PPPK.

    Salah satunya melalui evaluasi perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum pegawai menerima surat keputusan (SK).

    Sunggono menyampaikan setiap pegawai diharapkan menunjukkan peningkatan kemampuan mengaji dibandingkan hasil evaluasi sebelumnya.

    “Harus dipastikan ada progres kemampuan mengajinya dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi teman-teman yang dilantik hari ini belum bisa langsung mengambil SK apabila belum mengikuti tes mengaji,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, BKPSDM Kukar akan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar untuk melakukan tes terhadap para pegawai.

    Namun, pegawai yang belum lancar membaca Al-Qur’an tetap diberikan kesempatan untuk belajar. 

    Bahkan, dasar penilaian juga mempertimbangkan perkembangan kemampuan masing-masing, bukan hanya hasil tes awal.

    “Kalau memang belum bisa, misalnya masih pada tahap Iqra satu, tidak masalah. Kita arahkan untuk belajar terlebih dahulu. SK-nya bisa ditahan sementara. Jika minggu berikutnya sudah menunjukkan kemampuan, misalnya meningkat ke Iqra dua, maka SK bisa diberikan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Lewat GEMA, Pemkab Kukar Bangun Kebiasaan Mengaji di Lingkungan Pemerintahan

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 12:41 WITA

    Sekda Kukar, Sunggono (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus menjalankan Gerakan Etam Mengaji (GEMA) sebagai salah satu Program Dedikasi dalam visi Kukar Idaman Terbaik. 

    Program ini tidak hanya menyasar masyarakat, tapi juga menjadi bagian dari pembinaan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan pemerintahan.

    GEMA merupakan satu dari 17 Program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang masuk dalam misi pembangunan sumber daya manusia agar memiliki akhlak mulia, unggul dan berbudaya.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Kukar, Sunggono mengatakan pelaksanaan GEMA di lingkungan pemerintah daerah terus dimonitoring, baik di tingkat organisasi perangkat daerah (OPD) maupun kecamatan.

    Pemantauan itu dilakukan untuk memastikan kegiatan mengaji berjalan secara rutin dan menjadi kebiasaan di lingkungan kerja pemerintahan.

    “Pada prinsipnya kegiatan ini merupakan amanat yang harus dilaksanakan. Jadi, sudah menjadi kewajiban bagi seluruh OPD untuk menjalankannya,” ujar Sunggono, Jumat (6/11/2026).

    Ia menjelaskan pemantauan di tingkat kecamatan dilakukan melalui laporan yang disampaikan camat kepada pemerintah kabupaten.

    GEMA sendiri tidak hanya berfokus pada kebiasaan membaca Al-Qur’an, tapi juga mendorong masyarakat untuk memahami dan mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari.

    Di lingkungan pemerintahan, program tersebut turut diterapkan dalam pembinaan PPPK.

    Salah satunya melalui evaluasi perkembangan kemampuan membaca Al-Qur’an sebelum pegawai menerima surat keputusan (SK).

    Sunggono menyampaikan setiap pegawai diharapkan menunjukkan peningkatan kemampuan mengaji dibandingkan hasil evaluasi sebelumnya.

    “Harus dipastikan ada progres kemampuan mengajinya dibandingkan tahun sebelumnya. Jadi teman-teman yang dilantik hari ini belum bisa langsung mengambil SK apabila belum mengikuti tes mengaji,” jelasnya.

    Dalam pelaksanaannya, BKPSDM Kukar akan bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kukar untuk melakukan tes terhadap para pegawai.

    Namun, pegawai yang belum lancar membaca Al-Qur’an tetap diberikan kesempatan untuk belajar. 

    Bahkan, dasar penilaian juga mempertimbangkan perkembangan kemampuan masing-masing, bukan hanya hasil tes awal.

    “Kalau memang belum bisa, misalnya masih pada tahap Iqra satu, tidak masalah. Kita arahkan untuk belajar terlebih dahulu. SK-nya bisa ditahan sementara. Jika minggu berikutnya sudah menunjukkan kemampuan, misalnya meningkat ke Iqra dua, maka SK bisa diberikan,” tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)