
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengkolaborasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lanjut usia (lansia) dengan program RT-KU Terbaik.
Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk pemenuhan gizi hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan pemberian makanan bergizi bagi balita dan lansia merupakan bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang disinergikan dengan RT-KU Terbaik.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kukar bertugas menyusun petunjuk teknis (juknis), mulai dari jenis makanan, cara pemberian hingga penentuan sasaran penerima di setiap RT.
Sementara pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
"Jadi, dua program ini dikolaborasikan. Salah satu kegiatan dalam RT-KU Terbaik adalah pemberian makanan bergizi bagi balita dan lansia. Dinkes menyiapkan juknis terkait menu, cara pemberian dan sasaran di setiap RT," ujar Ismi, Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan penerima manfaat tidak dibatasi berdasarkan kelompok desil kesejahteraan. Kata dia, selama ada balita dan lansia di wilayah RT, mereka akan menjadi sasaran penerima makanan tambahan tersebut.
Menurutnya, pemberian makanan bergizi ini juga diharapkan dapat membantu upaya penurunan angka stunting di Kukar, sekaligus menjaga kebutuhan gizi balita dan lansia.
Untuk jenis makanan yang diberikan, Dinkes akan menyesuaikannya dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia.
Kandungan kalori, protein, karbohidrat serta kebutuhan nutrisi lainnya akan diperhitungkan dalam penyusunan menu.
"Untuk balita, kebutuhan kalori dan proteinnya tentu berbeda dengan lansia. Begitu juga menu yang diberikan, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing," terangnya.
Ismi menyebut frekuensi pemberian makanan tambahan bagi balita direncanakan diberikan satu kali dalam sepekan, sementara untuk lansia rencananya akan dilakukan setiap hari.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Kukar berharap pemenuhan gizi masyarakat dapat menjangkau lingkungan terkecil, sehingga pelayanan dasar kesehatan bisa dirasakan lebih merata. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufiddah (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) mengkolaborasikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi balita dan lanjut usia (lansia) dengan program RT-KU Terbaik.
Kolaborasi ini menjadi salah satu upaya untuk pemenuhan gizi hingga tingkat rukun tetangga (RT).
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar, Ismi Mufiddah mengatakan pemberian makanan bergizi bagi balita dan lansia merupakan bagian dari program Dedikasi Kukar Idaman Terbaik yang disinergikan dengan RT-KU Terbaik.
Dalam pelaksanaannya, Dinkes Kukar bertugas menyusun petunjuk teknis (juknis), mulai dari jenis makanan, cara pemberian hingga penentuan sasaran penerima di setiap RT.
Sementara pelaksanaannya akan dikoordinasikan bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD).
"Jadi, dua program ini dikolaborasikan. Salah satu kegiatan dalam RT-KU Terbaik adalah pemberian makanan bergizi bagi balita dan lansia. Dinkes menyiapkan juknis terkait menu, cara pemberian dan sasaran di setiap RT," ujar Ismi, Jumat (30/10/2026).
Ia menegaskan penerima manfaat tidak dibatasi berdasarkan kelompok desil kesejahteraan. Kata dia, selama ada balita dan lansia di wilayah RT, mereka akan menjadi sasaran penerima makanan tambahan tersebut.
Menurutnya, pemberian makanan bergizi ini juga diharapkan dapat membantu upaya penurunan angka stunting di Kukar, sekaligus menjaga kebutuhan gizi balita dan lansia.
Untuk jenis makanan yang diberikan, Dinkes akan menyesuaikannya dengan kebutuhan gizi masing-masing kelompok usia.
Kandungan kalori, protein, karbohidrat serta kebutuhan nutrisi lainnya akan diperhitungkan dalam penyusunan menu.
"Untuk balita, kebutuhan kalori dan proteinnya tentu berbeda dengan lansia. Begitu juga menu yang diberikan, semuanya disesuaikan dengan kebutuhan gizi masing-masing," terangnya.
Ismi menyebut frekuensi pemberian makanan tambahan bagi balita direncanakan diberikan satu kali dalam sepekan, sementara untuk lansia rencananya akan dilakukan setiap hari.
Melalui kolaborasi tersebut, Pemkab Kukar berharap pemenuhan gizi masyarakat dapat menjangkau lingkungan terkecil, sehingga pelayanan dasar kesehatan bisa dirasakan lebih merata. (Adv)
(Sf/Lo)