
Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memastikan bantuan peralatan usaha melalui Program Wirausaha Mandiri dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memastikan kelompok penerima memiliki kemampuan dan kegiatan usaha yang sesuai dengan peralatan yang diberikan, sehingga tidak sekadar menyalurkan bantuan saja.
Program Wirausaha Mandiri ini menjadi bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik ini yang diarahkan untuk mendukung masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi produktif.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza menjelaskan kelompok calon penerima bantuan dapat diusulkan melalui beberapa jalur, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), proposal yang diajukan langsung kepada Distransnaker maupun aspirasi masyarakat melalui anggota DPR.
Kata dia, setiap usulan kemudian ditindaklanjuti dengan melihat kebutuhan kelompok serta jenis usaha yang dijalankan.
Langkah pemeriksaan juga perlu dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menunjang aktivitas usaha penerima.
Dengan begitu, kelompok yang memperoleh bantuan memang memiliki kegiatan usaha dan komitmen untuk mengembangkannya.
“Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan kelompok dan melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa kelompok tersebut memang menjalankan usaha sesuai dengan bidang yang diajukan,” ujar Dendy dalam pekan ini.
Ia menegaskan kesesuaian antara jenis usaha dan peralatan menjadi perhatian utama.
Sebab, bantuan yang disalurkan harus digunakan untuk mendukung kegiatan produktif, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
“Jangan sampai peralatan yang sudah diberikan justru dijual kembali setelah beberapa hari atau beberapa bulan karena ternyata kelompok penerima tidak menjalankan usaha sesuai dengan bidang bantuan tersebut,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kukar berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha sesuai keterampilan masing-masing.
Selain memperkuat kemandirian ekonomi, pengembangan usaha tersebut juga diharapkan membuka kesempatan kerja baru di lingkungan masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

Kepala Distransnaker Kukar, Dendy Irwan Fahriza (Foto: Agus Saputra/seputarfakta.com)
Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) berupaya memastikan bantuan peralatan usaha melalui Program Wirausaha Mandiri dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, pemerintah juga memastikan kelompok penerima memiliki kemampuan dan kegiatan usaha yang sesuai dengan peralatan yang diberikan, sehingga tidak sekadar menyalurkan bantuan saja.
Program Wirausaha Mandiri ini menjadi bagian dari program dedikasi Kukar Idaman Terbaik ini yang diarahkan untuk mendukung masyarakat mengembangkan usaha secara mandiri sekaligus memperkuat aktivitas ekonomi produktif.
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Distransnaker) Kukar, Dendy Irwan Fahriza menjelaskan kelompok calon penerima bantuan dapat diusulkan melalui beberapa jalur, mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang), proposal yang diajukan langsung kepada Distransnaker maupun aspirasi masyarakat melalui anggota DPR.
Kata dia, setiap usulan kemudian ditindaklanjuti dengan melihat kebutuhan kelompok serta jenis usaha yang dijalankan.
Langkah pemeriksaan juga perlu dilakukan untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar menunjang aktivitas usaha penerima.
Dengan begitu, kelompok yang memperoleh bantuan memang memiliki kegiatan usaha dan komitmen untuk mengembangkannya.
“Kami menyesuaikan bantuan dengan kebutuhan kelompok dan melakukan verifikasi untuk memastikan bahwa kelompok tersebut memang menjalankan usaha sesuai dengan bidang yang diajukan,” ujar Dendy dalam pekan ini.
Ia menegaskan kesesuaian antara jenis usaha dan peralatan menjadi perhatian utama.
Sebab, bantuan yang disalurkan harus digunakan untuk mendukung kegiatan produktif, bukan justru dimanfaatkan untuk kepentingan lain.
“Jangan sampai peralatan yang sudah diberikan justru dijual kembali setelah beberapa hari atau beberapa bulan karena ternyata kelompok penerima tidak menjalankan usaha sesuai dengan bidang bantuan tersebut,” tegasnya.
Melalui program ini, Pemkab Kukar berharap semakin banyak masyarakat yang mampu membangun usaha sesuai keterampilan masing-masing.
Selain memperkuat kemandirian ekonomi, pengembangan usaha tersebut juga diharapkan membuka kesempatan kerja baru di lingkungan masyarakat. (Adv)
(Sf/Rs)