Seputar Fakta
    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Distanak Kukar Tingkatkan Kualitas Petani Lewat Sekolah Lapang dan Pelatihan Pupuk Organik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 16:35 WITA

    Ilustrasi petani saat menanam padi (Dok: Pixabay)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kemampuan petani melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. 

    Upaya tersebut dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk memberikan pembekalan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan pertanian.

    Sepanjang 2025, sebanyak 1.161 orang tercatat mengikuti tiga jenis pelatihan yang diselenggarakan Distanak Kukar. Jumlah tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan 2024 yang hanya melibatkan 505 peserta.

    Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan yakni pembuatan pupuk organik padat dan cair bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), sekolah lapang serta pelatihan peran petani milenial dalam meningkatkan produksi pertanian.

    Tidak hanya itu, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair turut diikuti 420 peserta yang tersebar di tujuh lokasi, yakni Muara Kaman, Sebulu, Muara Jawa, Tenggarong, Tabang, Loa Janan dan Anggana dengan setiap lokasi diikuti 60 peserta.

    Kemudian sekolah lapang diikuti 105 peserta yang tersebar di Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Marangkayu, Tenggarong, Teluk Dalam dan Separi dengan setiap lokasi diikuti 15 orang.

    Sementara pelatihan peran petani milenial untuk meningkatkan produksi pertanian dilaksanakan di 19 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 636 orang.

    Kegiatan tersebut menjangkau Samboja, Teluk Dalam, Anggana, Kota Bangun, Kenohan, Tabang, Muara Wis, Muara Jawa, Loa Janan, Muara Badak, Muara Kaman, Loa Kulu, Marangkayu, Kembang Janggut, Muara Muntai, Sanga-Sanga, Sebulu, Tenggarong dan Separi.

    Erwin menyampaikan program peningkatan kapasitas petani tersebut berlanjut pada 2026. Kata dia, Distanak Kukar kembali melaksanakan sekolah lapang di tujuh lokasi dengan total 150 peserta.

    Rinciannya, sebanyak 25 peserta dari Tenggarong, 20 peserta dari Muara Kaman, 25 peserta dari Teluk Dalam, 20 peserta dari Separi, 15 peserta dari Marangkayu, 25 peserta dari Loa Kuku dan 20 peserta dari Sebulu.

    “Kalau dijumlahkan, peserta sekolah lapang pada 2026 mencapai 150 orang,” ujar Erwin dalam pekan ini.

    Selain melalui pelatihan, penguatan sektor pertanian juga didukung dengan keberadaan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah. 

    Berdasarkan pendataan pada September, Kukar memiliki 3.002 kelompok tani dengan total 57.478 petani di 18 kecamatan.

    Tenggarong Seberang tercatat memiliki 426 kelompok tani dengan 7.840 petani. Disusul Samboja dengan 306 kelompok tani dan 7.849 petani serta Loa Kulu sebanyak 279 kelompok tani dengan 5.150 petani.

    Di kecamatan lainnya, Anggana memiliki 133 kelompok tani dengan 2.271 petani, Kembang Janggut 108 kelompok dengan 1.250 petani, Kenohan 52 kelompok dengan 376 petani dan Kota Bangun 206 kelompok dengan 4.109 petani.

    Kemudian Loa Janan tercatat memiliki 188 kelompok tani dengan 3.900 petani, Marangkayu 223 kelompok dengan 3.730 petani, Muara Badak 203 kelompok dengan 3.488 petani, dan Muara Jawa 101 kelompok dengan 1.866 petani.

    Sementara Muara Kaman memiliki 213 kelompok tani dengan 4.177 petani, Muara Muntai 73 kelompok dengan 795 petani, Muara Wis 60 kelompok dengan 1.311 petani, Sangasanga 49 kelompok dengan 909 petani, Sebulu 153 kelompok dengan 3.470 petani, Tabang 54 kelompok dengan 670 petani serta Tenggarong 175 kelompok dengan 4.317 petani.

    Melalui berbagai kegiatan tersebut, Distanak Kukar berupaya memperluas akses petani terhadap pengetahuan dan keterampilan pertanian.

    Dengan begitu, petani diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

    Distanak Kukar Tingkatkan Kualitas Petani Lewat Sekolah Lapang dan Pelatihan Pupuk Organik

    Penulis:Agus Saputra|Redaktur:Lodya A
    07 November 2026 pukul 16:35 WITA

    Ilustrasi petani saat menanam padi (Dok: Pixabay)

    Tenggarong - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus berupaya meningkatkan kemampuan petani melalui berbagai program pelatihan dan pendampingan. 

    Upaya tersebut dilakukan Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar untuk memberikan pembekalan keterampilan yang dapat diterapkan langsung dalam kegiatan pertanian.

    Sepanjang 2025, sebanyak 1.161 orang tercatat mengikuti tiga jenis pelatihan yang diselenggarakan Distanak Kukar. Jumlah tersebut meningkat apabila dibandingkan dengan 2024 yang hanya melibatkan 505 peserta.

    Kepala Bidang Usaha dan Penyuluhan Distanak Kukar, Erwin Surya Wirawan menjelaskan pelatihan yang dilaksanakan yakni pembuatan pupuk organik padat dan cair bagi Kelompok Wanita Tani (KWT), sekolah lapang serta pelatihan peran petani milenial dalam meningkatkan produksi pertanian.

    Tidak hanya itu, pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair turut diikuti 420 peserta yang tersebar di tujuh lokasi, yakni Muara Kaman, Sebulu, Muara Jawa, Tenggarong, Tabang, Loa Janan dan Anggana dengan setiap lokasi diikuti 60 peserta.

    Kemudian sekolah lapang diikuti 105 peserta yang tersebar di Loa Kulu, Sebulu, Muara Kaman, Marangkayu, Tenggarong, Teluk Dalam dan Separi dengan setiap lokasi diikuti 15 orang.

    Sementara pelatihan peran petani milenial untuk meningkatkan produksi pertanian dilaksanakan di 19 lokasi dengan jumlah peserta mencapai 636 orang.

    Kegiatan tersebut menjangkau Samboja, Teluk Dalam, Anggana, Kota Bangun, Kenohan, Tabang, Muara Wis, Muara Jawa, Loa Janan, Muara Badak, Muara Kaman, Loa Kulu, Marangkayu, Kembang Janggut, Muara Muntai, Sanga-Sanga, Sebulu, Tenggarong dan Separi.

    Erwin menyampaikan program peningkatan kapasitas petani tersebut berlanjut pada 2026. Kata dia, Distanak Kukar kembali melaksanakan sekolah lapang di tujuh lokasi dengan total 150 peserta.

    Rinciannya, sebanyak 25 peserta dari Tenggarong, 20 peserta dari Muara Kaman, 25 peserta dari Teluk Dalam, 20 peserta dari Separi, 15 peserta dari Marangkayu, 25 peserta dari Loa Kuku dan 20 peserta dari Sebulu.

    “Kalau dijumlahkan, peserta sekolah lapang pada 2026 mencapai 150 orang,” ujar Erwin dalam pekan ini.

    Selain melalui pelatihan, penguatan sektor pertanian juga didukung dengan keberadaan kelompok tani yang tersebar di berbagai wilayah. 

    Berdasarkan pendataan pada September, Kukar memiliki 3.002 kelompok tani dengan total 57.478 petani di 18 kecamatan.

    Tenggarong Seberang tercatat memiliki 426 kelompok tani dengan 7.840 petani. Disusul Samboja dengan 306 kelompok tani dan 7.849 petani serta Loa Kulu sebanyak 279 kelompok tani dengan 5.150 petani.

    Di kecamatan lainnya, Anggana memiliki 133 kelompok tani dengan 2.271 petani, Kembang Janggut 108 kelompok dengan 1.250 petani, Kenohan 52 kelompok dengan 376 petani dan Kota Bangun 206 kelompok dengan 4.109 petani.

    Kemudian Loa Janan tercatat memiliki 188 kelompok tani dengan 3.900 petani, Marangkayu 223 kelompok dengan 3.730 petani, Muara Badak 203 kelompok dengan 3.488 petani, dan Muara Jawa 101 kelompok dengan 1.866 petani.

    Sementara Muara Kaman memiliki 213 kelompok tani dengan 4.177 petani, Muara Muntai 73 kelompok dengan 795 petani, Muara Wis 60 kelompok dengan 1.311 petani, Sangasanga 49 kelompok dengan 909 petani, Sebulu 153 kelompok dengan 3.470 petani, Tabang 54 kelompok dengan 670 petani serta Tenggarong 175 kelompok dengan 4.317 petani.

    Melalui berbagai kegiatan tersebut, Distanak Kukar berupaya memperluas akses petani terhadap pengetahuan dan keterampilan pertanian.

    Dengan begitu, petani diharapkan mampu menerapkan teknik budidaya yang lebih baik dan meningkatkan produktivitas hasil pertanian. (Adv)

    (Sf/Lo)