Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau
Wabup Berau, Gamalis saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pencarian pada Selasa (28/10/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Berau - Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis menegaskan bahwa keselamatan tim penyelamat juga menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian anak buah kapal (ABK) KM Mina Maritim 148 yang masih hilang di perairan Talisayan, Kabupaten Berau.
Diketahui berdasarkan laporan, kapal KM Mina Maritim 148 tenggelam pada Minggu (25/10/2025) akibat cuaca buruk. Kapal dengan 14 awak itu diterpa ombak tinggi dan angin kencang, sehingga tidak stabil lalu terguling dan tenggelam. Diketahui, delapan orang awak berhasil diselamatkan, sedangkan enam lainnya dinyatakan hilang. Namun saat ini tiga korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini, Kamis (30/10/2025).
Wabup Berau, Gamalis bersama Plt Kepala Dinas Perikanan Maulidiyah juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pencarian pada Selasa (28/10/2025). Ia datang untuk memastikan jalannya operasi sekaligus memberikan dukungan kepada tim gabungan yang sudah bekerja keras selama proses pencarian.
"Kita semua berharap para korban segera ditemukan, namun saya tekankan bahwa keselamatan tim penyelamat juga harus dijaga. Jangan sampai dalam upaya menolong justru mengabaikan keselamatan diri kita sebagai pencari," ujar Gamalis.
Dalam operasi tersebut, pemerintah daerah bekerjasama dengan Basarnas Kaltim, Basarnas Pusat, TNI/Polri, PMI, BPBD, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
"Ada sebanyak enam penyelam profesional berlisensi Dive Master juga dikerahkan untuk membantu melakukan penyelaman di titik koordinat tenggelamnya kapal," tambahnya.
Namun,ia juga menyebutkan karena kondisi laut yang keruh dan berarus pun menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam operasi pencarian ini. Dimana jarak pandang di bawah air hanya sekitar 15 meter, sehingga pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko bagi penyelam.
"Medan di bawah laut cukup berat karena adanya arus yang cukup kuat. Sehingga, semua tim diminta tetap mengikuti SOP dan memperhatikan keselamatan," tuturnya.
Selain fokus pada pencarian korban hilang, dirinya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga turut memperhatikan kondisi delapan korban selamat yang kini berada dalam pengawasan tim medis. Ia mengatakan meski secara fisik stabil, beberapa di antaranya masih mengalami trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.
"Secara fisik mereka sehat, tapi dari sisi psikis masih terguncang. Pemerintah akan mendampingi mereka melalui Dinas Sosial dan tenaga medis agar pulih sepenuhnya," jelasnya.
Sementara itu, Pemkab Berau juga menyiapkan bantuan logistik dan dukungan sosial bagi keluarga nelayan yang terdampak musibah ini.
Terakhir, Gamalis memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BPBD Berau, Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Kaltim, Polsek Talisayan, Dinas Perikanan, PMI, hingga nelayan setempat.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian hingga saat ini. Semangat dan solidaritas ini menunjukkan kepedulian luar biasa dari kita semua," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Wabup Berau, Gamalis saat melakukan peninjauan langsung ke lokasi pencarian pada Selasa (28/10/2025). (Foto: Istimewa)
Tanjung Berau - Wakil Bupati (Wabup) Berau Gamalis menegaskan bahwa keselamatan tim penyelamat juga menjadi prioritas utama dalam operasi pencarian anak buah kapal (ABK) KM Mina Maritim 148 yang masih hilang di perairan Talisayan, Kabupaten Berau.
Diketahui berdasarkan laporan, kapal KM Mina Maritim 148 tenggelam pada Minggu (25/10/2025) akibat cuaca buruk. Kapal dengan 14 awak itu diterpa ombak tinggi dan angin kencang, sehingga tidak stabil lalu terguling dan tenggelam. Diketahui, delapan orang awak berhasil diselamatkan, sedangkan enam lainnya dinyatakan hilang. Namun saat ini tiga korban sudah ditemukan dalam keadaan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian hingga saat ini, Kamis (30/10/2025).
Wabup Berau, Gamalis bersama Plt Kepala Dinas Perikanan Maulidiyah juga telah melakukan peninjauan langsung ke lokasi pencarian pada Selasa (28/10/2025). Ia datang untuk memastikan jalannya operasi sekaligus memberikan dukungan kepada tim gabungan yang sudah bekerja keras selama proses pencarian.
"Kita semua berharap para korban segera ditemukan, namun saya tekankan bahwa keselamatan tim penyelamat juga harus dijaga. Jangan sampai dalam upaya menolong justru mengabaikan keselamatan diri kita sebagai pencari," ujar Gamalis.
Dalam operasi tersebut, pemerintah daerah bekerjasama dengan Basarnas Kaltim, Basarnas Pusat, TNI/Polri, PMI, BPBD, serta Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI).
"Ada sebanyak enam penyelam profesional berlisensi Dive Master juga dikerahkan untuk membantu melakukan penyelaman di titik koordinat tenggelamnya kapal," tambahnya.
Namun,ia juga menyebutkan karena kondisi laut yang keruh dan berarus pun menjadi tantangan tersendiri bagi tim gabungan dalam operasi pencarian ini. Dimana jarak pandang di bawah air hanya sekitar 15 meter, sehingga pencarian dilakukan dengan sangat hati-hati agar tidak menimbulkan risiko bagi penyelam.
"Medan di bawah laut cukup berat karena adanya arus yang cukup kuat. Sehingga, semua tim diminta tetap mengikuti SOP dan memperhatikan keselamatan," tuturnya.
Selain fokus pada pencarian korban hilang, dirinya juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau juga turut memperhatikan kondisi delapan korban selamat yang kini berada dalam pengawasan tim medis. Ia mengatakan meski secara fisik stabil, beberapa di antaranya masih mengalami trauma psikologis akibat peristiwa tersebut.
"Secara fisik mereka sehat, tapi dari sisi psikis masih terguncang. Pemerintah akan mendampingi mereka melalui Dinas Sosial dan tenaga medis agar pulih sepenuhnya," jelasnya.
Sementara itu, Pemkab Berau juga menyiapkan bantuan logistik dan dukungan sosial bagi keluarga nelayan yang terdampak musibah ini.
Terakhir, Gamalis memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari BPBD Berau, Basarnas, TNI AL, Polairud Polda Kaltim, Polsek Talisayan, Dinas Perikanan, PMI, hingga nelayan setempat.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua tim yang telah bekerja tanpa kenal lelah selama proses pencarian hingga saat ini. Semangat dan solidaritas ini menunjukkan kepedulian luar biasa dari kita semua," tandasnya. (Adv)
(Sf/Rs)