Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Wabup Berau Nilai Kereta Api Trans Kalimantan Terlalu Lama jadi Wacana

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 17:22 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menilai rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan sudah terlalu lama hanya menjadi wacana. Menurutnya, proyek strategis tersebut seharusnya sudah memasuki tahap realisasi, bukan kembali berada dalam proses kajian.

    Ia menyebut, gagasan pembangunan Trans Kalimantan sebenarnya telah muncul sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. Bahkan pada saat itu pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendukung pengembangan sektor perkeretaapian di Kalimantan Timur.

    "Ini bukan barang baru. Ambisi ini sudah ada sejak masa kepemimpinan Pak Awang Faroek Ishak," ujar Gamalis.

    Dirinya menjelaskan, bahkan pada saat itu pemerintah telah mengirim putra-putri terbaik Kalimantan Timur ke Moskow, Rusia, untuk menempuh pendidikan khusus di bidang perkeretaapian sebagai bentuk persiapan sumber daya manusia.

    "Anak-anak kita sudah banyak yang disekolahkan ke Rusia, ke Moskow, khusus belajar perkeretaapian. Saya salah satu yang hadir di Moskow waktu itu untuk memberikan kepastian," katanya.

    Menurutnya, pemerintah saat itu juga telah memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan proyek, mulai dari fasilitas hingga elemen pendukung lainnya. Namun, ia menduga terdapat pertimbangan tertentu dari pihak investor terkait aspek keuntungan proyek tersebut.

    "Tapi mungkin saja saya tidak tahu apakah pihak Rusia atau pihak investor merasa ini belum memiliki kesesuaian terkait masalah profit atau bagaimana. Kalau saya sih ya harus pesimis dan juga harus optimis," tuturnya.

    Terkait pernyataan pemerintah pusat yang menyebut pembangunan Trans Kalimantan masih dalam tahap kajian pun membuatnya mempertanyakan kembali proses yang telah dilakukan sebelumnya. Ia menilai berbagai kajian semestinya telah rampung ketika komunikasi dengan pihak Rusia dilakukan pada masa lalu.

    "Harusnya tidak lagi pada kajian, tapi pada sebuah realisasi. Kajian-kajian yang lama kan sudah pernah. Tentu ketika Pak Awang Faroek melakukan mediasi terkait perkembangan dengan Moskow itu tentu sudah melalui kajian," tegasnya.

    Meski demikian, Gamalis tidak mempermasalahkan jika pemerintah kembali melakukan kajian ulang. Namun, ia berharap proses tersebut dilakukan secara serius dan tidak hanya menimbulkan harapan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

    "Ya tidak apa-apa kalau memang harus ada kajian lagi. Mudah-mudahan kajian itu tidak memberikan harapan-harapan saja kepada masyarakat Kalimantan Timur," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Wabup Berau Nilai Kereta Api Trans Kalimantan Terlalu Lama jadi Wacana

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Rusdianto
    15 Mei 2026 pukul 17:22 WITA

    Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis menilai rencana pembangunan jalur kereta api Trans Kalimantan sudah terlalu lama hanya menjadi wacana. Menurutnya, proyek strategis tersebut seharusnya sudah memasuki tahap realisasi, bukan kembali berada dalam proses kajian.

    Ia menyebut, gagasan pembangunan Trans Kalimantan sebenarnya telah muncul sejak masa kepemimpinan mantan Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak. Bahkan pada saat itu pemerintah daerah telah melakukan sejumlah langkah konkret untuk mendukung pengembangan sektor perkeretaapian di Kalimantan Timur.

    "Ini bukan barang baru. Ambisi ini sudah ada sejak masa kepemimpinan Pak Awang Faroek Ishak," ujar Gamalis.

    Dirinya menjelaskan, bahkan pada saat itu pemerintah telah mengirim putra-putri terbaik Kalimantan Timur ke Moskow, Rusia, untuk menempuh pendidikan khusus di bidang perkeretaapian sebagai bentuk persiapan sumber daya manusia.

    "Anak-anak kita sudah banyak yang disekolahkan ke Rusia, ke Moskow, khusus belajar perkeretaapian. Saya salah satu yang hadir di Moskow waktu itu untuk memberikan kepastian," katanya.

    Menurutnya, pemerintah saat itu juga telah memberikan dukungan terhadap berbagai kebutuhan proyek, mulai dari fasilitas hingga elemen pendukung lainnya. Namun, ia menduga terdapat pertimbangan tertentu dari pihak investor terkait aspek keuntungan proyek tersebut.

    "Tapi mungkin saja saya tidak tahu apakah pihak Rusia atau pihak investor merasa ini belum memiliki kesesuaian terkait masalah profit atau bagaimana. Kalau saya sih ya harus pesimis dan juga harus optimis," tuturnya.

    Terkait pernyataan pemerintah pusat yang menyebut pembangunan Trans Kalimantan masih dalam tahap kajian pun membuatnya mempertanyakan kembali proses yang telah dilakukan sebelumnya. Ia menilai berbagai kajian semestinya telah rampung ketika komunikasi dengan pihak Rusia dilakukan pada masa lalu.

    "Harusnya tidak lagi pada kajian, tapi pada sebuah realisasi. Kajian-kajian yang lama kan sudah pernah. Tentu ketika Pak Awang Faroek melakukan mediasi terkait perkembangan dengan Moskow itu tentu sudah melalui kajian," tegasnya.

    Meski demikian, Gamalis tidak mempermasalahkan jika pemerintah kembali melakukan kajian ulang. Namun, ia berharap proses tersebut dilakukan secara serius dan tidak hanya menimbulkan harapan di tengah masyarakat Kalimantan Timur.

    "Ya tidak apa-apa kalau memang harus ada kajian lagi. Mudah-mudahan kajian itu tidak memberikan harapan-harapan saja kepada masyarakat Kalimantan Timur," pungkasnya. (Adv)

    (Sf/Rs)