
Pemerintah Kabupaten Berau
VideoWabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, menekankan pentingnya kesiapan drainase dalam menghadapi musim hujan. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan pembersihan saluran air untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir di wilayah Kabupaten Berau.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini Indonesia secara umum mulai memasuki masa peralihan (pancaroba) menuju musim hujan, dengan awal musim hujan yang datang secara bertahap mulai November hingga Desember 2026.
Puncak Musim Hujan pun diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Kondisi Khusus akibat pengaruh fenomena El Nino dan IOD positif, awal musim hujan di sebagian besar wilayah mengalami kemunduran (mundur 20-30 hari) dengan durasi yang cenderung lebih pendek dari biasanya.
Untuk wilayah Kabupaten Berau khususnya wilayah Tanjung Redeb dan Gunung Tabur, daerah ini sedang berada dalam masa pancaroba, di mana hujan mulai turun secara bertahap sejak akhir Oktober hingga awal November 2026. Karena itu, kondisi ini perlu diantisipasi dengan memastikan saluran drainase mampu mengalirkan air secara optimal, terutama ketika curah hujan meningkat.
Wabup Berau, Gamalis mengatakan, pembersihan saluran air idealnya dilakukan sejak musim kemarau panjang. Dengan begitu, sampah maupun material yang menghambat aliran air dapat disingkirkan sebelum hujan turun secara intensif.
"Sebetulnya ini belum terlambat. Saya berharap kemarin ketika musim kemarau panjang, kita sudah melaksanakan pembersihan got-got dan saluran air di seputaran Kabupaten Berau. Agar ketika musim hujan datang, saluran sudah bersih dan air bisa mengalir dengan lancar," ujar Gamalis.
Menurutnya, kesiapan drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir. Karena itu, upaya pembersihan perlu segera dilakukan tanpa harus menunggu terjadinya genangan atau banjir di tengah masyarakat.
Ia pun mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera bergerak melakukan pembersihan saluran air. Ia berharap OPD terkait dapat menindaklanjuti arahan itu melalui langkah nyata di lapangan.
"Mudah-mudahan kawan-kawan PUPR, dalam hal ini dibantu DLHK, sesegera mungkin melakukan pembersihan. Kita terus memberikan penyampaian dan dorongan untuk melakukan hal itu semua. Saya kira masih cukup waktu untuk pembersihan," tegasnya.
Terakhir, Gamalis berharap, melalui kesiapan drainase yang lebih baik, aliran air di Kabupaten Berau dapat berjalan lancar saat musim hujan tiba. Dengan demikian, risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik. (Adv)
(Sf/Lo)
Cari disini...

Pemerintah Kabupaten Berau

Wabup Berau, Gamalis. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, menekankan pentingnya kesiapan drainase dalam menghadapi musim hujan. Ia meminta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait segera melakukan pembersihan saluran air untuk mengantisipasi potensi genangan dan banjir di wilayah Kabupaten Berau.
Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), saat ini Indonesia secara umum mulai memasuki masa peralihan (pancaroba) menuju musim hujan, dengan awal musim hujan yang datang secara bertahap mulai November hingga Desember 2026.
Puncak Musim Hujan pun diprediksi terjadi pada Desember 2026 hingga Februari 2027. Kondisi Khusus akibat pengaruh fenomena El Nino dan IOD positif, awal musim hujan di sebagian besar wilayah mengalami kemunduran (mundur 20-30 hari) dengan durasi yang cenderung lebih pendek dari biasanya.
Untuk wilayah Kabupaten Berau khususnya wilayah Tanjung Redeb dan Gunung Tabur, daerah ini sedang berada dalam masa pancaroba, di mana hujan mulai turun secara bertahap sejak akhir Oktober hingga awal November 2026. Karena itu, kondisi ini perlu diantisipasi dengan memastikan saluran drainase mampu mengalirkan air secara optimal, terutama ketika curah hujan meningkat.
Wabup Berau, Gamalis mengatakan, pembersihan saluran air idealnya dilakukan sejak musim kemarau panjang. Dengan begitu, sampah maupun material yang menghambat aliran air dapat disingkirkan sebelum hujan turun secara intensif.
"Sebetulnya ini belum terlambat. Saya berharap kemarin ketika musim kemarau panjang, kita sudah melaksanakan pembersihan got-got dan saluran air di seputaran Kabupaten Berau. Agar ketika musim hujan datang, saluran sudah bersih dan air bisa mengalir dengan lancar," ujar Gamalis.
Menurutnya, kesiapan drainase menjadi salah satu langkah penting untuk mengurangi risiko banjir. Karena itu, upaya pembersihan perlu segera dilakukan tanpa harus menunggu terjadinya genangan atau banjir di tengah masyarakat.
Ia pun mendorong Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Berau bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) untuk segera bergerak melakukan pembersihan saluran air. Ia berharap OPD terkait dapat menindaklanjuti arahan itu melalui langkah nyata di lapangan.
"Mudah-mudahan kawan-kawan PUPR, dalam hal ini dibantu DLHK, sesegera mungkin melakukan pembersihan. Kita terus memberikan penyampaian dan dorongan untuk melakukan hal itu semua. Saya kira masih cukup waktu untuk pembersihan," tegasnya.
Terakhir, Gamalis berharap, melalui kesiapan drainase yang lebih baik, aliran air di Kabupaten Berau dapat berjalan lancar saat musim hujan tiba. Dengan demikian, risiko banjir akibat saluran air yang tersumbat dapat diminimalkan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan baik. (Adv)
(Sf/Lo)