Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Wabup Berau Cek Langsung Jobber Pertamina, Pastikan Seluruh SPBU Terisi Selasa Siang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 09:53 WITA

    Wabup Berau, Gamalis mengecek langsung kondisi pasokan BBM di Jobber Pertamina Berau, Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengecek langsung kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jobber (Fuel Terminal) Pertamina Berau, Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Senin sore (31/8/2026).

    Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sekaligus mempercepat distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Kabupaten Berau. Langkah ini menyusul terjadinya kekosongan BBM dan antrean kendaraan di beberapa SPBU dalam dua hari terakhir.

    Sebelum peninjauan tersebut, Wabup Berau, Gamalis sempat menggelar rapat koordinasi via zoom bersama pihak Pertamina untuk membahas langkah percepatan penyaluran BBM ke masyarakat.

    Sehingga, dari hasil pengecekan dan koordinasi bersama pihak Pertamina, ia memastikan BBM akan masuk ke Berau dan selanjutnya ditargetkan distribusi ke seluruh SPBU rampung pada Selasa siang.

    "Insyaallah besok barangnya sudah ada di semua SPBU. Paling lambat siang hari esok sudah terdistribusi ke seluruh SPBU," ujar Gamalis, Senin sore (31/8/2026)

    Pasokan tersebut sebanyak 5.000 kiloliter (KL) BBM terdiri dari 3.000 KL Biosolar, 1.500 KL Pertalite dan 500 KL Pertamax. Namun, distribusi BBM sebelumnya sempat terkendala karena kapal pengangkut dari Pelabuhan Balikpapan mengalami kendala teknis dan sempat kandas di jalur Sungai Berau.

    Wabup menyebut kondisi jalur sungai yang juga digunakan ponton pengangkut batu bara menjadi salah satu faktor yang menghambat pergerakan kapal. Selain itu, kondisi pasang surut air sungai turut memengaruhi proses pelayaran.

    "Kandasnya itu karena ada jalur-jalur di Sungai Berau. Banyak jalur ini terpakai oleh ponton batu bara. Insyaallah malam ini datang," katanya.

    Kapal pengangkut BBM dijadwalkan bersandar saat air pasang pada Selasa pagi. Setelah itu, proses bongkar muat di Jobber diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam sebelum BBM dikirim ke SPBU dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.

    Selain memastikan pasokan, dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan disiplin dalam mengantre. Ia meminta masyarakat tidak memanfaatkan kondisi kelangkaan BBM untuk mencari keuntungan sepihak yang dapat merugikan konsumen lain.

    "Kami berharap masyarakat bisa lebih disiplin dalam mengantre. Kita memahami ada pihak-pihak yang melihat celah keuntungan di balik kondisi ini, tetapi ada banyak warga lain yang dirugikan," tuturnya.

    Terakhir, Gamalis juga mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan efisien agar pasokan dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Berau.

    "Dengan masuknya pasokan tersebut, kami berharap antrean di SPBU segera terurai dan aktivitas masyarakat serta perekonomian kembali berjalan normal," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Wabup Berau Cek Langsung Jobber Pertamina, Pastikan Seluruh SPBU Terisi Selasa Siang

    Penulis:Baiq Eliana|Redaktur:Lodya A
    01 September 2026 pukul 09:53 WITA

    Wabup Berau, Gamalis mengecek langsung kondisi pasokan BBM di Jobber Pertamina Berau, Maluang, Kecamatan Gunung Tabur. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Wakil Bupati (Wabup) Berau, Gamalis, mengecek langsung kondisi pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jobber (Fuel Terminal) Pertamina Berau, Maluang, Kecamatan Gunung Tabur, Senin sore (31/8/2026).

    Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan sekaligus mempercepat distribusi BBM ke sejumlah SPBU di Kabupaten Berau. Langkah ini menyusul terjadinya kekosongan BBM dan antrean kendaraan di beberapa SPBU dalam dua hari terakhir.

    Sebelum peninjauan tersebut, Wabup Berau, Gamalis sempat menggelar rapat koordinasi via zoom bersama pihak Pertamina untuk membahas langkah percepatan penyaluran BBM ke masyarakat.

    Sehingga, dari hasil pengecekan dan koordinasi bersama pihak Pertamina, ia memastikan BBM akan masuk ke Berau dan selanjutnya ditargetkan distribusi ke seluruh SPBU rampung pada Selasa siang.

    "Insyaallah besok barangnya sudah ada di semua SPBU. Paling lambat siang hari esok sudah terdistribusi ke seluruh SPBU," ujar Gamalis, Senin sore (31/8/2026)

    Pasokan tersebut sebanyak 5.000 kiloliter (KL) BBM terdiri dari 3.000 KL Biosolar, 1.500 KL Pertalite dan 500 KL Pertamax. Namun, distribusi BBM sebelumnya sempat terkendala karena kapal pengangkut dari Pelabuhan Balikpapan mengalami kendala teknis dan sempat kandas di jalur Sungai Berau.

    Wabup menyebut kondisi jalur sungai yang juga digunakan ponton pengangkut batu bara menjadi salah satu faktor yang menghambat pergerakan kapal. Selain itu, kondisi pasang surut air sungai turut memengaruhi proses pelayaran.

    "Kandasnya itu karena ada jalur-jalur di Sungai Berau. Banyak jalur ini terpakai oleh ponton batu bara. Insyaallah malam ini datang," katanya.

    Kapal pengangkut BBM dijadwalkan bersandar saat air pasang pada Selasa pagi. Setelah itu, proses bongkar muat di Jobber diperkirakan membutuhkan waktu sekitar lima jam sebelum BBM dikirim ke SPBU dengan estimasi perjalanan sekitar dua jam.

    Selain memastikan pasokan, dirinya juga mengimbau masyarakat agar tetap tertib dan disiplin dalam mengantre. Ia meminta masyarakat tidak memanfaatkan kondisi kelangkaan BBM untuk mencari keuntungan sepihak yang dapat merugikan konsumen lain.

    "Kami berharap masyarakat bisa lebih disiplin dalam mengantre. Kita memahami ada pihak-pihak yang melihat celah keuntungan di balik kondisi ini, tetapi ada banyak warga lain yang dirugikan," tuturnya.

    Terakhir, Gamalis juga mengajak masyarakat menggunakan BBM secara bijak dan efisien agar pasokan dapat mencukupi kebutuhan seluruh masyarakat Berau.

    "Dengan masuknya pasokan tersebut, kami berharap antrean di SPBU segera terurai dan aktivitas masyarakat serta perekonomian kembali berjalan normal," tandasnya. (Adv)

    (Sf/Lo)