Pemerintah Kabupaten Berau

    Tembus Pasar Internasional, Kakao Berau Didorong Jadi Ekonomi Baru

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Pemerintah Kabupaten Berau

    10 April 2026 05:38 WIB

    Sekda Berau, M Said. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau terus menunjukkan potensi besar di sektor perkebunan kakao. Produk cokelat dari daerah Berau ini kini semakin dikenal luas hingga ke pasar internasional, membuka peluang baru bagi transformasi ekonomi pasca tambang.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said mengungkap rasa syukur atas berkembangnya komunitas kakao di wilayah Berau. Menurutnya hal ini menjadi langkah awal dalam menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    "Kita apresiasi, kita bersyukur ada komunitas unggulan berupa komunitas cokelat. Mudah-mudahan ini menjadi transformasi ekonomi pasca tambang dan menjadi sumber pekerjaan baru bagi para petani di Kabupaten Berau," ujar Said.

    Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor kakao, termasuk kontribusi dari salah satu perusahaan swasta yang dinilai telah konsisten membantu melalui berbagai program.

    "Artinya kita bersyukur ada perusahaan yang selama ini komitmen membantu kita seperti PT Berau Coal melalui program-programnya. Kita juga berharap perusahaan-perusahaan lain melakukan hal yang sama, karena kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah tentu cukup berat," ungkapnya.

    Permintaan kakao Berau dari luar negeri pun terus meningkat. Pada awal 2026, Berau telah mengekspor 10 ton kakao ke Prancis melalui perusahaan cokelat ternama Valrhona. Selain itu, kerja sama juga terjalin saat pameran di Amsterdam, Belanda dengan komitmen pasokan mencapai 50 ton per tahun.

    Tak hanya itu, permintaan dari Jepang diperkirakan mencapai 500 ton per tahun, sementara dari Swiss sebesar 50 ton per tahun. Namun tingginya permintaan tersebut masih belum dapat sepenuhnya dipenuhi.

    "Ini perlu kita cross check nanti. Artinya ini menjadi peluang pekerjaan baru, dan mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Berau dapat menangkap peluang ini dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

    Dirinya pun mendorong minat para petani untuk dapat mengembangkan lahan yang belum tergarap secara maksimal salah satunya dengan menamam kakao karena potensi ini dinilai cukup menjanjikan.

    "Kita harapkan para petani bisa mengembangkan lahan-lahan yang selama ini belum tergarap. Kemudian kita berharap pelaku usaha sektor swasta dapat membantu," katanya.

    Dari sisi pemerintah, dukungan akan diberikan melalui kemudahan regulasi serta dorongan permodalan, meskipun diakui kemampuan anggaran daerah masih terbatas. Sehingga dibutuhkan peran aktif perusahaan di Berau untuk dapat berkontribusi dalam pengembangan industri kakao.

    "Kita dari pemerintah akan memberikan kemudahan dari sisi regulasi. Untuk permodalan, kita berharap dukungan dari sektor swasta, karena kalau mengandalkan APBD dengan kondisi saat ini cukup berat," ujarnya.

    Said pun mengatakan dengan potensi pasar yang terus berkembang, sektor kakao diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan.

    "Ya mudah-mudahan lah bisa menjadi sumber PAD. Insyaallah," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)

    Tim Editorial

    Connect With Us

    Copyright @ 2023 seputarfakta.com.
    All right reserved

    Kategori

    Informasi

    Pemerintah Kabupaten Berau

    Tembus Pasar Internasional, Kakao Berau Didorong Jadi Ekonomi Baru

    Seputarfakta.com - Baiq Eliana -

    Pemerintah Kabupaten Berau

    10 April 2026 05:38 WIB

    Sekda Berau, M Said. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)

    Tanjung Redeb - Kabupaten Berau terus menunjukkan potensi besar di sektor perkebunan kakao. Produk cokelat dari daerah Berau ini kini semakin dikenal luas hingga ke pasar internasional, membuka peluang baru bagi transformasi ekonomi pasca tambang.

    Sekretaris Daerah (Sekda) Berau, M Said mengungkap rasa syukur atas berkembangnya komunitas kakao di wilayah Berau. Menurutnya hal ini menjadi langkah awal dalam menciptakan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

    "Kita apresiasi, kita bersyukur ada komunitas unggulan berupa komunitas cokelat. Mudah-mudahan ini menjadi transformasi ekonomi pasca tambang dan menjadi sumber pekerjaan baru bagi para petani di Kabupaten Berau," ujar Said.

    Ia juga menekankan pentingnya peran perusahaan dalam mendukung pengembangan sektor kakao, termasuk kontribusi dari salah satu perusahaan swasta yang dinilai telah konsisten membantu melalui berbagai program.

    "Artinya kita bersyukur ada perusahaan yang selama ini komitmen membantu kita seperti PT Berau Coal melalui program-programnya. Kita juga berharap perusahaan-perusahaan lain melakukan hal yang sama, karena kalau semuanya dibebankan kepada pemerintah tentu cukup berat," ungkapnya.

    Permintaan kakao Berau dari luar negeri pun terus meningkat. Pada awal 2026, Berau telah mengekspor 10 ton kakao ke Prancis melalui perusahaan cokelat ternama Valrhona. Selain itu, kerja sama juga terjalin saat pameran di Amsterdam, Belanda dengan komitmen pasokan mencapai 50 ton per tahun.

    Tak hanya itu, permintaan dari Jepang diperkirakan mencapai 500 ton per tahun, sementara dari Swiss sebesar 50 ton per tahun. Namun tingginya permintaan tersebut masih belum dapat sepenuhnya dipenuhi.

    "Ini perlu kita cross check nanti. Artinya ini menjadi peluang pekerjaan baru, dan mudah-mudahan masyarakat Kabupaten Berau dapat menangkap peluang ini dengan sebaik-baiknya," tambahnya.

    Dirinya pun mendorong minat para petani untuk dapat mengembangkan lahan yang belum tergarap secara maksimal salah satunya dengan menamam kakao karena potensi ini dinilai cukup menjanjikan.

    "Kita harapkan para petani bisa mengembangkan lahan-lahan yang selama ini belum tergarap. Kemudian kita berharap pelaku usaha sektor swasta dapat membantu," katanya.

    Dari sisi pemerintah, dukungan akan diberikan melalui kemudahan regulasi serta dorongan permodalan, meskipun diakui kemampuan anggaran daerah masih terbatas. Sehingga dibutuhkan peran aktif perusahaan di Berau untuk dapat berkontribusi dalam pengembangan industri kakao.

    "Kita dari pemerintah akan memberikan kemudahan dari sisi regulasi. Untuk permodalan, kita berharap dukungan dari sektor swasta, karena kalau mengandalkan APBD dengan kondisi saat ini cukup berat," ujarnya.

    Said pun mengatakan dengan potensi pasar yang terus berkembang, sektor kakao diharapkan tidak hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi juga menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) ke depan.

    "Ya mudah-mudahan lah bisa menjadi sumber PAD. Insyaallah," tutupnya. (Adv)

    (Sf/Lo)