Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Pemerintah Kabupaten Berau
Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, di Ruang Teleconference Diskominfo Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemkab Berau menyiapkan cadangan pangan berupa 100 ton beras dan 1.000 ton jagung sebagai langkah strategis untuk menekan inflasi daerah pada 2026.
Langkah tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri di Ruang Teleconference Diskominfo Berau, Senin (11/5/2026).
Rakor dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Berau menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan stok pangan dan sektor pertanian.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan kondisi inflasi daerah saat ini masih berada dalam kategori aman. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan agar inflasi tetap terkendali.
"Jadi Berau itu selalu berada di tengah-tengah. Ya, tapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi," ujar Bupati.
Ia menjelaskan, cadangan beras di Bulog untuk tahun ini mencapai sekitar 100 ton guna menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Selain itu, Pemkab Berau juga menyiapkan stok jagung sebanyak 1.000 ton sebagai penyangga pangan daerah.
"Untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana tanam seluas 2.000 hektare pada Mei hingga Juli 2026," tambanya.
Tak hanya itu, Berau juga memperoleh bantuan pengembangan lahan cabai seluas lima hektare dari Kementerian Pertanian yang akan dikembangkan di wilayah Talisayan.
"Kemudian untuk bantuan dari Kementerian Pertanian kepada Berau itu ada sekitar lima hektare cabai dan akan ditanam di Talisayan," ungkapnya.
Terakhir, Sri pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengendalian inflasi dengan menanam cabai secara mandiri di rumah masing-masing.
"Kami juga menyarankan kepada kecamatan, kepala kampung, dinas terkait serta masyarakat untuk mandiri menanam cabai di rumah. Karena paling tidak itu untuk kebutuhan rumah tangga," tutupnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Berau pada April 2026 tercatat sebesar 2,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,50. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi dengan angka mencapai 3,30 persen. (Adv)
(Sf/Lo)
Tim Editorial
Cari disini...

Seputarfakta.com - Baiq Eliana -
Pemerintah Kabupaten Berau

Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026, di Ruang Teleconference Diskominfo Berau. (Foto: Baiq Eliana/seputarfakta.com)
Tanjung Redeb - Pemkab Berau menyiapkan cadangan pangan berupa 100 ton beras dan 1.000 ton jagung sebagai langkah strategis untuk menekan inflasi daerah pada 2026.
Langkah tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pembahasan Langkah Konkret Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 yang digelar secara daring oleh Kementerian Dalam Negeri di Ruang Teleconference Diskominfo Berau, Senin (11/5/2026).
Rakor dihadiri Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas bersama Wakil Bupati Gamalis, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
Dalam rapat tersebut, Pemkab Berau menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui penguatan stok pangan dan sektor pertanian.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas mengatakan kondisi inflasi daerah saat ini masih berada dalam kategori aman. Meski demikian, pemerintah daerah tetap meningkatkan kewaspadaan agar inflasi tetap terkendali.
"Jadi Berau itu selalu berada di tengah-tengah. Ya, tapi kita tetap harus waspada untuk mengurangi inflasi," ujar Bupati.
Ia menjelaskan, cadangan beras di Bulog untuk tahun ini mencapai sekitar 100 ton guna menjaga ketersediaan pangan masyarakat. Selain itu, Pemkab Berau juga menyiapkan stok jagung sebanyak 1.000 ton sebagai penyangga pangan daerah.
"Untuk mendukung ketahanan pangan jangka panjang, pemerintah daerah juga menyiapkan rencana tanam seluas 2.000 hektare pada Mei hingga Juli 2026," tambanya.
Tak hanya itu, Berau juga memperoleh bantuan pengembangan lahan cabai seluas lima hektare dari Kementerian Pertanian yang akan dikembangkan di wilayah Talisayan.
"Kemudian untuk bantuan dari Kementerian Pertanian kepada Berau itu ada sekitar lima hektare cabai dan akan ditanam di Talisayan," ungkapnya.
Terakhir, Sri pun mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengendalian inflasi dengan menanam cabai secara mandiri di rumah masing-masing.
"Kami juga menyarankan kepada kecamatan, kepala kampung, dinas terkait serta masyarakat untuk mandiri menanam cabai di rumah. Karena paling tidak itu untuk kebutuhan rumah tangga," tutupnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Berau, inflasi year on year (y-on-y) Kabupaten Berau pada April 2026 tercatat sebesar 2,19 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,50. Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi penyumbang utama kenaikan inflasi dengan angka mencapai 3,30 persen. (Adv)
(Sf/Lo)